Senin, 17 Februari 2014

Kecubung Wulung


    Kecubung wulung adalah salah satu jenis batu akik produk asli Indonesia,,Akik yang satu ini di gadang-gadang kan sebagai batu pengasih yang sangat berkualitas.Itu dari segi magis,dan dari segi perhiasan si wulung sakti adalah batu perhiasan untuk semua generasi dan segala kalangan dengan  warna dasar hitam yang  netral untuk segala kulit


Berikut ciri-ciri kecubung wulung yang asli :

1.       Berwarna hitam mengkilap  dengan kemilau tersendiri di banding kecubung lain
2.       Jika di senter ataupun di terawang aka nada warna kemerah-merahan atau keungu-unguan tergantung asal dari si wulung tersebut
3.       Tingkat kekerasan cukup tinggi di banding batu akik pantai seperti topaz,limau manis,kinyang,dll
4.       Batu nya agak sedikit berat
5.       Setiap kecubung wulung akan tembus jika di senter
6.       Tidak mudah gores
7.       Jika diteteskan dengan air,air tsb akan menggumpal di atas batu akik ini
8.       Dilihat dari jarak 5 cm,kita dapat sedikit bercemin di mata wulung


Demikian cirri-ciri wulung asli kami jabarkan,jika saja anda kurang puas….bawa aja ke laboratorium,dan cek kadar mineral di dalamnya,,apakah benar2 batu atau hanya sintesis buatan.

Minggu, 09 Februari 2014

Batu Mulia Kyanite



Dipasaran Batu Kyanite dikenal dengan Blue Sapphire Australia. Ada ada saja,  kalau kita cermati bagaimana pedagang batu permata memasarkan produknya, yang tidak tahu ikut ikutan juga, jadilah "salah kapar", meskipun salah tapi telah dimaklumi.

Dengan memasarkan barang dengan sebutan Blue Sapphire Australia, sebetulnya telah mengatakan "ini bukan blue sapphire" melainkan batu yang mirip blue sapphire.
Bisa dimaklumi, karena pada umumnya orang awan hanya mengenal beberapa batu permata yang populer dan menempati posisi tertinggi dalam hal pemasaran, yaitu Intan/Berlian, Ruby (sapphire merah), Blue Sapphire, dan yang sudah dikenal lama yaitu jamrud atau zamrud.

Karena ada yang memasarkan produknya dengan sebutan  Natural Kyanite - Blue Sapphire Australia, mengundang rasa ingin tahu saya, "apa sih Batu Kyanite?"

Tidak banyak referensi mengenai Kyanite, akhirnya harus mencari dalam wikipedia dalam bahasa inggris, berikut ini saya informasikan unruk anda, dengan beberapa editing informasi untuk blog ini.

http://indopermatagallery.blogspot.com/2014/02/natural-blue-sapphire-australia-kode.htmlKyanite , yang namanya berasal dari kata Yunani kuanos kadang-kadang disebut sebagai " kyanos " , yang berarti biru , adalah silikat mineral biasanya biru , umumnya ditemukan di pegmatites metamorf yang kaya aluminium dan / atau batuan sedimen . 

Kyanite juga dikenal sebagai disthene , rhaeticite dan cyanite . Kyanite adalah anggota dari seri aluminosilikat , yang juga termasuk andalusite polimorf dan sillimanite polimorf . 

Kyanite adalah sangat anisotropik , dalam kekerasannya bervariasi tergantung pada arah kristalografi nya . Dalam kyanite , anisotropism ini dapat dianggap sebagai karakteristik mengidentifikasi . 
Kyanite digunakan terutama dalam produk refraktori dan keramik, porselen termasuk pipa perlengkapan dan piring. Hal ini juga digunakan dalam elektronik, isolator listrik dan abrasive.

Kyanite telah digunakan sebagai batu permata semimulia, yang dapat menampilkan kucing chatoyancy mata, meskipun penggunaan ini dibatasi oleh anisotropism dan belahan dada yang sempurna.

Varietas warna termasuk baru-baru ini ditemukan kyanite jeruk dari Tanzania. Warna oranye adalah karena masuknya sejumlah kecil mangan (Mn3 +) dalam struktur.


Kekerasan Batu Kyanite antara 5 - 7 skala mohs, tentu ini sangat jauh berbeda dengan Sapphire/Blue Sapphire yang mempunyai 9 skala Mohs
sumber :  http://indopermatamulia.blogspot.com/2014/02/batu-kyanite.html

Cara Mudah Memperkirakan Berapa Carat Sebuah Batu Permata




Seberapa besar 1 Carat sebuah batu permata?


Bagi kita yang belum sering berhubungan dengan batu permata, tentu akan tidak akan dengan mudah membayangkan seberapa besar 1 Carat (crt) sebuah batu permata.

Kadang kita juga mendengar, untuk sebuah batu permata setingkat Intan/Belian/Diamond sangat mahal, seolah tidak bisa dibayangkakan atau diperkirakan?

Atau kadang kita berfikir, bahwa semua itu tidak bisa dijangkau, bahkan untuk tahu ukurannya saja seolah-olah sulit.....

"Tidak ada yang mahal di dunia ini, asal mampu membeli"

Beberapa saat yang lalu saya menemukan sebuah website yang cukup fair menyebutkan ukuran, baik itu carat maupun dimensi sebuah batu permata, tentu telah melakukan pengukuran baik penimbangan dengan satuan carat, dan pengkuran dimensi.

Dari semua itu dapat kita lakukan studi sederhana, untuk memperkirakan atau membayangkan sebuah benda dengan nilai carat tertentu dari dimensi yang ditunjukkan, dengan memegang harga dasar masing masing batu permata tentua kan dengan cepat memperkirakan harga, baik harga jual maupun harga beli.

Hal ini, diperlukan jika anda telah yakin bahwa batu yang ditawarkan dalah Natural/Asli, terutama batu permata kelas atas seperti Intan, Ruby, Blue Sapphire atau Zamrud.

Berikut ini saya informasikan studi sederhana untuk menunjukkan kepada anda bahwa 1 Carat (crt) sebetulnya dengan mudah dapat kita perkirakan.... yeah tidak jauh dari 125 mm3 atau panjang sekitar 5 mm, lebar 5 mm dan tebal 5 mm.

Ingin tahu detilnya?

Lihat data dibawah ini :
Daftar Ukuran Batu PermataCarat dan Dimensi


No Nama Batu Permata Karat / Carat Dimensi (mm) Perkiraan 1 Carat (Crt)
1 Intan/Belian/Diamond 1,01  6,3 x 4,0 x 6,2 kurang lebih 5 x 5 x 5 mm
2 Batu Ruby/Merah Delima1,015.2 x 5,0 x 4.5  kurang lebih 5 x 5 x 5 mm
3 Blue Safir/ BlueSapphire 1,00  5,2 x 5,0 x 4,5 kurang lebih 5 x 5 x 5 mm
4 Zamrud/Emerald 1,01  5,1 x 5,0 x 4,5 kurang lebih 5 x 5 x 5 mm


Dengan masa yan berbeda untuk masing masing batu permata, tentu akan bembedakan dimensi sebuah batu permata untuk 1 carat (crt) batu permata, namanya juga perkiraan. Soal berapa harga 1 carat sebuah batu permata banyak faktor yang mempengaruhi, untuk membeli anda harus pandai memperkirakan berapa sebenarnya harga jual sebuah batu permata sesuai harga pasar, apalagi jika ingin menjual kembali. Paling aman memang dengan cara mengukurnya, dan menguji keaslian sebuah batu permata dengan analisa laboratorium...
Sehingga cara membacanya adalah ketika anda memperkirakan panjang, lebar dan tinggi sebuah batu permata apapun macam jenis potongannya, dengan menggunakan rumus balok (panjang x lebar x tinggi) akan ditemukan volume. Volume diatas adalah 125 mm3 (mili memeter kubik).

Misalnya ada sebuah batu permata dengan Dimensi 17 x 13 x 07 = 1.547

  • 1.547 : 125 = 12,376 
  • kalikan 75% atau 80 % (untuk amannya)
  • Hasilnya sekitar 9,3 - 9,9 carat
  • Hasil ini hanyalah perkiraan..... 
Uji coba data acak dari sebuah situs :
  • Batu Kalimaya 16, 5 x 14 x 5  mm tercatat 7 Crt (sudah ditimbang)
Coba kita hitung:
  1. 16 x 11,5 x 6 = 1.155
  2. 1.155 : 125 = 9,24
  3. 9,24 x 75 % = 6,93
  4. 9,24 x 80 % = 7,39
  5. Jika kita memperkirakan sekitar 6,93 - 7,39 carat, ini mendekati kebenaran ( jika data yang saya kutip di atas itu benar, "Batu Kalimaya 16, 5 x 14 x 5 tercatat 7 Crt")


Catatan :
  • Perhitungan ini jangan digunakan sebagai patokan yang pasti, hanya perkiraan... sekali lagi hanya perkiraan... estimasi !
  • Perhitungan ini belum pernah di uji coba di laboratorium

Paling tidak dengan membayangkan  semua itu, menjadikan pemikiran anda bahwa semua itu terjangkau atau dapat dijangkau, toh kita sudah mengantongi berapa harga 1 crt untuk masing masing jenis batu batuan.

"Tidak ada yang mahal di dunia ini,asal mampu membeli"

Siapa tahu anda juga bagian dari sebagian dari mahluk Tuhan yang bisa menikmati ciptaan-Nya yang indah....

Semoga bermanfaat...

Sekilas Tentang Batu Jabar Jud (Jabar Jad)




Ada yang mengelompokkan jenis batu permata menjadi : Batu Permata, Batu Aji, Batu Permata Sintetik dan Batu Permata Imitasi. 



Terkait dengan judl tulisan ini, Batu Jabar Jut (Jabar Jad) nampaknya tidak bisa menghindari pembahasan batu aji, karena refernsi yang ada menyebutkan bahwa batu jabar jud berasal dari Makah, dan identik dengan karomah dan lain sebaginya. 



Karena saya bukan ahlinya membahas hal-hal semacam ini, maka saya mencoba mencari referensi terkait dengan aspek fisik sebuah batu.



Batu Batu Jabar Jud (Jabar Jad), masih dikelompokkan dalam batu akik.



Tidak banyak referensi yang saya dapat tentang  Batu Jabar Jut (Jabar Jad).



Mungkin pengunjung blog ini mempunyai referensi tentang Batu Jabar Jut (Jabar Jad) silahkan menambahkan informasi di kolom komentar.



Bahkan batu yang ditawarkan saya tadi siang itu oleh penjualnya  ketika saya tanya batu apa?, jawaban yang saya peroleh hanya "Batu Merah, silahkan didiskusikan dengan teman-teman yang mengerti batu permata".



Sesaat kemudian, saya mencoba membuka diskusi, " kalau saya lihat ini batu, yang jelas meskipun warnanya merah tentu bukan batu ruby (safir merah)". 



Yang lain menimpali kalau ini, "batu bukan masakan (sintetik)", dan disambung dengan yang lain, lebih spesifik, " ini batu jabar jud, cuma permukaannya di proses (dilapisi dengan, entah apa.... sehingga permukaannya menjadi halus dan mengkilat", demikian seorang teman menilai cincin perak dengan lapisan emas yang mulai agak memudar seperti tampak pada gambar di atas dengan menyebutnya sebagai Batu Jabar Jud (Jabar Jad). 



"Apa itu Batu Jabar Jud (Jabar Jad) ", tanya saya, nama yang baru saja masuk dalam gendang telinga saya ini.



Yang lain menimpali kalau, "Itu termasuk dalam kategori batu akik" dari Mekah, tapi tidak jarang barang yang di beli di mekah itu barang dari Indonesia dan dibeli oleh orang Indonesia, dan menyebutnya batu dari mekah (Saudi Arabia).



Sedikit referensi saya dapat, dan beberapa waktu kemudian, saya coba tujukkan pada teman yang lain, apa komentarnya, " Batu Merah Siam Pak (Sintetik)"



Melihat sebuah batu bagi meskipun seorang ahli, jika tidak menggunakan alat, sangat mungkin terjadi beda pendapat seperti halnya melihat dhapur, pamor, maupun tangguh pada keris



Semoga informasi ini bermanfaat.....



Catatan : Ketika bertemu dengan pemilik pertama batu tersebut disebut Batu Mirah Afrika

5 Mitos dan Fakta Tentang Batu Mulia



Batu mulia seperti permata, rubi, atau opal memang bisa membuat penampilan pemakainya memukau. Beberapa di antaranya bahkan diyakini membawa keberuntungan bagi pemakainya. Tapi, ada juga yang disebut membawa sial.


Banyak sekali mitos yang beredar tentang batu mulia. Untuk itu ketahui fakta di balik mitos seputar batu mulia.

1. Mitos : Berlian adalah batu mulia termahal
Fakta : Para ahli batu mulia masih memperdebatkannya. Beberapa di antaranya percaya bahwa zamrud adalah batu mulia yang paling mahal. Sedangkan ada juga yang menganggap batu alexandrite yang paling mahal. Faktanya, berlian biru 6,04 karat yang pernah dilelang di Sotheby, Hong Kong, harganya mencapai US$ 7,98 juta, atau setara dengan Rp 73,9 miliar. Berlian tersebut merupakan berlian termahal di kelasnya.

2. Mitos : Opal membawa kesialan
Fakta : Pada awal ditemukan, ribuan tahun lalu batu opal dianggap membawa keberuntungan. Bangsa Romawi menjadikan batu opal sebagai kombinasi dari berbagai keindahan batu berharga. Sepanjang sejarah Romawi, kaisar memberikan istri mereka batu opal untuk keberuntungan. Seiring dengan waktu, opal terutama opal hitam dijadikan jimat terkait dengan sihir, pemicu wabah, bencana dan kemalangan. Tetapi, zaman modern tidak lagi menganggap takhayul semmacam itu. Opal hitam dianggap batu langka dan mahal.

3. Mitos : Berlian tidak dapat dihancurkan
Fakta : Hanya berlian yang bisa menggores atau merusak berlian. Tetapi tetap saja berlian bisa rusak jika tidak disimpan dengan tepat.

4. Mitos : Mutiara larut dalam cuka
Fakta : Menurut legenda, Cleopatra melarutkan beberapa mutiara yang sangat berharga dalam cuka dan meminumnya untuk membuktikan kepada Marc Anthony bahwa ia minum minuman termahal sepanjang masa. Menurut ilmu pengetahuan modern, kalsium karbonat dalam mutiara dapat larut dalam cuka, tapi seberapa cepat tergantung pada seberapa besar adalah mutiara.

5. Mitos : Berlian dihargai berdasarkan warna
Fakta : Meskipun berlian warna biru memiliki harga yang lebih mahal, tetapi warna bukan menjadi penentu utama harga berlian. Hal yang juga menjadi pertimbangan harga berlian adalah potongan, clarity dan berat karat.

Treatment Pada Batu Mulia





natural blue safir

Batu mulia alami yang beredar di pasaran kebanyakan mengalami suatu treatment atau proses pengolahan tertentu untuk merubah tampilan batu menjadi lebih cantik. Treatment yang dilakukan berbeda-beda tergantung jenis batu mulia itu.
Tentunya batu mulia yang sudah mengalami suatu treatment harganya lebih murah bila dibandingkan dengan batu natural (no treatment detected) dengan kondisi visual yang sama. Untuk mengetahui bahwa batu tersebut sudah terkena treatment atau belum hanya seorang gemologist yang bisa menentukan. Maka dari itu, sertifikat keaslian batu mulia menjadi salah satu patokan yang paling kuat. Berikut beberapa jenis treatment yang biasa terdapat pada batu mulia.

natural ruby madagascar
  
Heating atau Pemanasan
Heating adalah proses pemanasan terhadap batu mulia dengan temperature dan alat tententu. Pemanasan atau heating bertujuan untuk merubah warna batu menjadi lebih terang, tajam, atau berubah sama sekali. Treatment ini juga bisa membuat batu mulia menjadi lebih jernih dan bercahaya. Kebanyakan batu mulia yang mengalami treatment semacam ini adalah ruby, safir, natural Zirkon (Zirkon biru kebanyakan adalah Heat treated), Amethyst (merubah warna dari ungu menjadi kuning), tanzanite, dan Paraiba Tourmaline.
natural blue topaz

Irradiated atau Penyinaran
Iradiasi, dalam bahasa Indonesia, adalah proses penembakan material batu mulia dengan subatomic partikel atau radiasi untuk merubah warna batu mulia. Batu yang sudah terkena treatment ini biasanya masih harus melalui tahap pemanasan untuk mendapatkan warna yang lebih bagus. Treatment ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dilakukan tanpa aturan, hal ini dikarenakan residu radioaktif mungkin masih tertinggal pada batu itu. Di Amerika ada aturan keras tentang treatment semacam ini, ada sebuah badan khusus dari pemerintah (Nuclear Regulatory Agency) yang bertugas untuk memastikan batu mulia dengan treatment irradiasi (irradiated gemstones) boleh, aman, dan layak untuk diperdaggangkan dan dipakai. Batu mulia yang sering menerima treatment ini adalah blue Topaz, Tourmaline, dan Diamond atau Intan. Kebanyakan Blue Topaz yang ada di pasaran dengan harga sangat murah telah mendapat treatment ini. Blue Topaz banyak ditemukan di alam tapi dengan warna yang pucat dan kurang bersinar. Setelah mengalami proses penyinaran maka batu ini akan mempunyai warna biru yang bagus. Blue Topas tanpa proses iradiasi tentunya akan berharga sangat mahal.
zamrud zambia

Oiling
Oilling adalah pengisian minyak yg dilakukan pada celah-celah retakan batu untuk menyamarkan retakan itu. Treatment Oliling biasa dilakukan pada batu Zamrud atau Emerald, dan sudah umum diketahui bahwa kebanyakan batu zamrud pasti terkena Oiling, namun ada juga yang tidak. Zamrud kwaitas bagus tanpa treatment pastilah berharga fantastis. Saat bongkahan zamrud diambil dari tambangnya, bongkahan-bongkahan itu langsung dimasukan kedalam minyak dari Pohon Cedar, sejenis pohon Cemara, untuk membantu saat proses pemotongan dan terlebih mengisi rekahan-rekahan kecil pada batu Zamrud.

Filling
Filling adalah proses pengisian material dengan warna visual yang sama pada retakan batu mulia untuk meningkatkan kwalitas visual batu itu. Materi pengisi biasanya kaca, plastik, atau material tertentu yang mempunyai warna sejenis. Teratment ini biasa diberikan pada batu ruby dan beberapa batu yang biasanya mempunyai lobang-lobang natural seperti batu Pirus / Turquoise.
natural tapak jalak

Dyeing / Pewarnaan
Dyeing adalah proses pemberian warna pada batu mulia. Treatment ini biasa dilakukan pada batu-batu seperti Giok / jade, lapis lazuli, turquoise, agate/akik, ruby, Zamrud, and safir. Batu lapis lazuli yang telah melalui proses pewarnaan dapat dengan mudah dideteksi dengan mengoleskan cairan acetone (pembersih pewarna kuku) dengan kapas. Bila ada proses pewarnaan maka warna biru lapis lapis lazuli akan menempel pada kapas itu. Proses pewarnaan di Indonesia juga kadang terjadi pada batu akik, merubah warna putih chalcedony menjadi hijau, merah, atau kuning. Kalau kita jalan-jalan dipasar kita akan banyak menemui batu akik cantik-cantik dengan warna-warna tersebut, tentunya batu itu natural alami Cuma warnanya sudah di modifikasi. Ada juga yang mewarnai batu agate untuk membuat gambar-gambar tertentu seperti kelinci, laba-laba, kucing, dll. Bagi yang tahu tentang ilmu perbatuan, hal seperti itu kan tampak menggelikan.
natural agate

Coating / Pelapisan
Coating adalah proses pelapisan film dengan warna mencolok pada batu mulia yang memiliki body bening atau tanpa warna dengan tujuan member warna yang lebih menarik. Batu-batu yang biasa mendapat treatment seperti ini adalah Mystic topaz, Myztic Quartz, Tanzanite,  Intan / diamond,  dan Opal yang kadang disebut sebagai “doublet”yaitu opal tipis yang dilekatkan pada suatu material baik berwarna ataupun hitam untuk memperkuat dan memberi warna.
natural black safir

Diffusion
Diffusion adalah proses treatment batu mulia dengan menyuntikan bahan kimia (biasanya Beryllium)  pada temperature tinggi agar bisa masuk meresap ke dalam batu secara permanen. treatment ini biasanya dilakukan pada batu safir. Treatment Diffusion bisa membuat warna makin indah, merubah warna, sampai membuat efek star (asterism).
batu mulia

Banyak pecinta batu mulia yang sudah menerima treatment sebagai hal yang lumrah dan masih menyebut batu dengan treatment sebagai batu Natural. Namun demikian, ada juga orang yang tidak mau menerima batu treatment sebagai batu natural.  
sumber : batumuliacrystal.com