Tampilkan postingan dengan label Kekerasan Batu Mulia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekerasan Batu Mulia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Pengelompokan Kelas Batu Mulia oleh K. E. Kinge

Batu Mulia sangat banyak ragam dan jenisnya. Yang dimaksud dengan batu mulia adalah mineral batuan alami yang digunakan oleh manusia sebagai perhiasan, berpenampilan menarik mengkilap, dan mempunyai nilai jual. Namun, semua batu yang mengkilat tidak bisa disebut sebagai batu mulia. Seseorang dengan nama K.E. Kinge mengelompokan batu mulia berdasar atas nilai kekerasan batu menjadi 5 kelas pada tahun 1860 dalam buku Handboek der Edelsteenkunde. Pengelompokan jenis batu mulia ini masih dipakai sampai sekarang.

Batu Mulia Kelas 1
Batu Mulia Kelas 1 adalah mineral batu yang mempunyai kekerasan antara 8 sampai 10 dalam skala mohs. Batu mulia yang termasuk dalam permata kelas satu adalah Intan, Spinel, Ruby, Safir, dan Crisoberyl.
blue safir

Batu Mulia Kelas 2
Batu Mulia kelas 2 adalah mineral batu mulia yang mempunyai kekerasan antara 7 sampai 8 dalam skala mohs. Beberapa mineral batu yang termasuk dalam kelas dua ini adalah Topaz, Tourmaline, Opal, Zirkon, dan beberapa batu yang termasuk dalam keluarga beryl seperti Aquamarine, Zamrud, dll.
blue zircon

Batu Mulia Kelas 3
Batu Mulia kelas tiga adalah mineral batu mulia yang mempunyai kekerasan batu sekitar 7 dalam skala mohs. Batu Mulia kelas ini dan dibawahnya juga disebut sebagai batu mulia tanggung. Beberapa mineral batu yang termasuk dalam kelas ini adalah Chrysolit, Pirus, andalusit
amethsyt

Batu Mulia Kelas 4
Batu Mulia kelas 4 adalah mineral batu mulia yang mempunyai kekerasan antara 4 sampai 7 dalam skala mohs. Beberapa jenis batu mulia yang termasuk dalam kelas ini adalah Amethyst, obsidian, labradorit, diopside, lapis lazuli, berbagai jenis Agate seperti chalcedony, jasper, cornelian, dll
agate

Batu Mulia Kelas 5
Batu Mulia Kelas 5 adalah mineral batu yang mempunyai nilai keras bisa di atas 7 atau dibawahnya, namun warnanya jelek kusam, kebanyakan tidak tembus cahaya, batu kurang mengkilap dan harganya sangat murah secara kwantitas. Batu kelas ini bukan termasuk sebagai batu mulia. Contoh mineral batu yang termasuk dalam kelas ini adalah marmer, granit, batu kali, batu lahar gunung, dll

Kamis, 14 Februari 2013

Nilai Kekerasan Batu Mulia

Ceylon Blue Sapphire
Pada tahun 1822 seseorang dengan nama belakang yang sudah tidak asing lagi bagi para pecinta batu mulia mengusulkan sebuah cara untuk memberikan nilai keras mineral batu mulia berdasar atas kekerasan relatif dari mineral yang berbeda. Beliau adalah Friedrich Mohs. Cara yang dipakai Mohs sangat simpel dan mudah untuk diingat. Sampai saat ini nama Mohs digunakan sebagai standar pengukuran nilai keras mineral batu.
 
Standar nilai keras Batu Mulia dalam Skala Mohs mulai dari angka 1 sampai 10. Setiap angka diwakili oleh sebuah mineral; yaitu 1. Talc, 2. Gipsum / Gips, 3. Kalsit / Calcite, 4. Fluorit / Fluorite, 5. Apatite, 6. Orthoclase / Feldspar, 7. Kuarsa / Quartz, 8. Topaz, 9. Corundum / Korundum, 10. Diamond / Intan. Mineral paling keras disimbolkan dengan angka besar, jadi bisa dilihat bahwa Talc adalah mineral paling lunak, sedangkan Intan adalah mineral paling keras. Suatu mineral akan tergores oleh mineral dengan angka diatasnya. Bila kita ingin menentukan kekerasan suatu mineral, maka kita harus menggoreskan mineral standar  yang ada di deretan mineral standar skala mohs. Tentunya cara ini akan sangat tidak ekonomis.
Emerald
Saat ini telah ada sebuah alat canggih yang mudah digunakan untuk menentukan kekerasan mineral, jadi kita tidak perlu repot untuk mengetahui nilai keras suatu mineral batu. Kita cukup menyentuhkan alat pengukur kekerasan batu mulia ini maka nilai keras akan muncul pada display digital.  Harga alat ini mulai 1,5 juta rupiah tergantung mereknya.