Tampilkan postingan dengan label Sepakbola Madura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola Madura. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Video Aksi K-Conk: Flare Bikin Merah Menyala dan Aksi Koreo Kertas Merah Putih


Propinsi Madura - Video berikut merupakan hasil recording alias rekaman kami pribadi. Kebetulan saya memang bertugas untuk dokumentasi aksi-aksi K-Conk Mania di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura. K-Conk memang relatif masih berusia sangat muda. Hingga tahun 2012 ini K-Conk baru tiga tahun (didirikan 04 Juni 2009).

Meski demikian, K-Conk BUKANLAH suporter anyaran atau suporter yang baru kenal dunia suporter sepakbola. Kenapa? Karena hampir semua anak-anak K-Conk adalah fans fanatik Persebaya Surabaya (Bonek) sejak dahulu! Pengalaman inilah yang membuat K-Conk bisa eksis ditempa kerasnya dunia suporter sepakbola. Suporter yang tidak manja. Suporter yang nekad tapi beriman. Kata kawan2, TUHAN BERSAMA ORANG-ORANG NEKAD!!!

Usia yang relatif muda tersebut juga bukan penghalang bagi kawan-kawan Mabes K-Conk Mania untuk terus menunjukkan kreativitas saat di atas tribun stadion. Mulai berjingkrak, bernyanyi hingga aksi koreografi kertas dibawah komando dirigen K-Conk Mania, Mimit Jenggot.

Berikut ada dua video. Video pertama flare alias kembang api yang membuat tribun timur SGB memerah. Video kedua lebih asyik dan indah lagi, yakni aksi koreo kertas berwarna loreng merah putih, warna kebanggaan K-Conk Mania.

Selamat menyaksikan. Saran saya, putar atau tonton satu-satu. Jangan bersamaan. Apalagi kalau koneksi internet anda kurang bagus alias lemot.

DIVISI AGITASI dan PROPAGANDA MABES K-CONK MANIA.

Video: Flare Bikin Tribun Timur SGB Merah Menyala!!!


(PUTAR VIDEO NYA SATU PERSATU. TERUTAMA YG KONEKSI INTERNETNYA LEMOT)

Video: Aksi Koreografi Kertas Loreng Merah Putih K-Conk Mania.



Salam Settong Dhere!!!!

Mator Sakalangkong!
Matur Suwun!
Terima Kasih!!!
DIVISI AGITASI dan PROPAGANDA MABES K-CONK MANIA.

Rabu, 07 November 2012

Mabes K-Conk: “Selesaikan Konflik Perseba Dengan Kepala Dingin”

Bangkalan – Konflik Perseba Bangkalan yang belum selesai memancing keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya K-Conk Mania, supporter klub berjuluk Laskar Suramadu tersebut. Hal ini tergambar dengan jelas saat pertandingan ujicoba antara Persepam Madura United (P-MU) melawan Assyabab Surabaya (klub internal Persebaya Surabaya), rabu sore (07/11) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). 

Dipandu dirigen K-Conk, Mimit Jenggot, ratusan K-Conk Mania menyanyikan lagu-lagu dengan lirik kecintaan mereka pada Perseba. “K-Conk Mania kerrong Perseba……..”. Kalimat tersebut adalah salah satu penggalan lirik lagu yang dinyanyikan supporter berwarna khas loreng merah putih tersebut. Lagu untuk Perseba ini dinyanyikan disela-sela jeda babak I dari atas tribun timur SGB.

“Bagaimana pun, K-Conk Mania lahir tahun 2009 untuk mendukung Perseba. Kami tetap mencintai Perseba meski kami turut juga turut mendukung eksistensi P-MU sejak kompetisi divisi utama 2012 kemarin”,ujar Mimit Jenggot saat ditemui usai pertandingan. Mimit juga mengungkapkan, barisan supporter K-Conk Mania berharap konflik yang kini melanda Perseba segera berakhir. Apalagi Perseba sedang mempersiapkan tim menyongsong kompetisi divisi utama 2013 mendatang.

Hal senada diungkapkan Presiden K-Conk, Jimhur Saros, yang turut menyaksikan laga ujicoba dari tribun barat SGB. Jimhur pun mengajak seluruh komponen pecinta sepakbola di Bangkalan agar bisa duduk bersama menyelesaikan konflik. “Selesaikan konflik dengan kepala dingin. Hanya dengan musyawarah dan saling pengertian satu sama lain, masalah ini bisa dicarikan solusinya”,terang Jimhur.

Presiden K-Conk Mania tersebut juga mengatakan, konflik yang terjadi sebenarnya adalah bentuk kecintaan masing-masing pihak (manajemen Perseba dan PSSI Bangkalan) terhadap Perseba. Namun karena salah pengertian saja akhirnya berujung konflik berkepanjangan. “Marilah wujudkan rasa cinta pada Perseba itu dengan kelegowoan tiap pihak yang berkonflik untuk bermusyarah mencari jalan yang terbaik. Demi kemajuan sepakbola Bangkalan”,pungkas Jimhur. (mad)

PSSI Bangkalan Desak Kepemilikan Perseba Dikembalikan

Bangkalan – Kekisruhan sepakbola Bangkalan terkait eksistensi Perseba Bangkalan terus berlanjut. Terbaru, pihak PSSI Pengkab Bangkalan menilai klub yang berkompetisi di Divisi Utama dibawah PT LI tersebut sudah tidak sesuai harapan.

Indikasinya, status kepemilikan Perseba yang sudah pindah tangan dikuasai perseorangan tanpa sepengetahuan Pemkab Bangkalan. Padahal, sejak awal pendiriannya Perseba dibentuk oleh PSSI Pengkab Bangkalan. “Saya juga heran kok tiba-tiba Perseba beralih menjadi milik perorangan. Ini persoalan mendasar yang harus segera dibenahi. Jangan kemudian, setelah punya nama besar, lalu diambil alih perorangan,” tandas Ketua Umum PSSI Pengkab Bangkalan, Fuad Amin kepada wartawan, selasa siang (06/11).

Menurut Fuad, Perseba Bangkalan tidak boleh menjadi milik perseorangan. Apalagi pendiriannya tidak dilakukan oleh individu. “Kembalikan Perseba kepada PSSI Bangkalan. Kami berusaha memperjuangkan pengembalian itu. Jika perlu pakai jalur hukum”, tegas Fuad.

Laki-laki yang juga menjabat sebagai Bupati Bangkalan tersebut juga mengatakan, tuntutan pengembalian status kepemilikan ini sangat penting. Apalagi Fuad mengaku, selama menapaki kompetisi sejak dari liga amatir (divisi III, II dan divisi I), pihak Pemkab Bangkalan selalu mendukung financial klub kebanggaan masyarakat Bangkalan tersebut. “Jangan sampai Pemkab Bangkalan yang sudah membantu dana melalui APBD malah nanti disalahkan oleh masyarakat sendiri karena Perseba kini dimiliki oleh perorangan”, terang Fuad lagi.

Fuad juga menyesalkan nama Perseba Bangkalan yang sedikit diubah. Yakni menjadi Perseba Super. Ia juga berjanji akan mengembalikan ke nama semula (Perseba Bangkalan) setelah pengembalian status kepemilikan tersebut selesai dilakukan. Terkait desakan pengembalian status kepemilikan ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajeman Perseba Super. Beberapa pengurus atau official Perseba Super sulit dihubungi via telphon selular mereka. (mad topek)

Rabu, 12 September 2012

Manajemen Perseba Masih Memikul Hutang Musim Lalu

Bangkalan – Beratnya mengarungi kompetisi di persepakbolaan Indonesia juga turut dirasakan Perseba Bangkalan. Meski kompetisi sudah usai dua bulan lalu, pihak manajemen ternyata masih memikul beban hutang dari biaya pengeluaran klub musim 2012. Hal tersebut diungkapkan oleh Assisten Manajer Perseba Bangkalan, Hasan Iroqi, selasa pagi (11/09). Menurutnya, hutang yang belum terbayarkan mencapai ratusan juta rupiah.

“Sekitar Rp 215 juta pada beberapa pihak”,ujar Hasan Iroqi. Hutang ini diantaranya meliputi biaya akomodasi hingga bonus dan gaji pemain untuk bulan terakhir yakni bulan juli. Sisa tanggungan financial ini menurutnya, adalah biaya selama perhelatan 8 besar Divisi I kemarin.

Laki-laki tambun yang juga pemilik salah satu sekolah sepakbola di Kota Bangkalan ini juga mengatakan, meski menanggung hutang namun pihak manajemen Perseba mampu memenuhi harapan publik Bangkalan, yakni lolos ke Divisi Utama musim depan. “Dengan biaya sendiri (dari sponsor) tanpa APBD, kami mampu mengarungi kerasnya kompetisi”,tambah Ra Hasan, panggilan akrabnya.

Sebagai tim amatir kala mengikuti kompetisi Divisi I kemarin, Perseba seharusnya memperoleh bantuan Pemkab Bangkalan berupa subsidi dari KONI setempat. Namun sayang, Ra Hasan mengaku tidak mendapatkan sepeser pun dari KONI meski sudah mengajukan permintaan dana kompetisi. “Tidak ada respon positif dari pihak KONI. Padahal kami membawa nama daerah”, sesalnya.

Selain dari sponsor resmi dan hasil penjualan tiket pertandingan, dana klub juga berasal dari beberapa pengusaha di Bangkalan maupun pengusaha asli Bangkalan yang ada di Surabaya dan Jakarta. “Merekalah yang menghidupi Perseba. Jadi aslinya kami sudah menjadi klub divisi I yang professional karena non-APBD”,terang ra Hasan.

Sementara Untuk pelunasan beban hutang ratusan juta rupiah diatas, pihak menajemen Perseba masih menunggu realisasi dana talangan dari beberapa pengusaha lainnya yang hingga kini belum cair. (mad topek)

Bonek Madura Dan K-Conk Mania Siap Serbu Gelora Bung Tomo

Bangkalan – Partai uji coba Timnas Indonesia melawan Vietnam di Surabaya sabtu mendatang (15/9), disambut antusias oleh berbagai kelompok supporter di Jawa Timur. Selain Bonek sebagai ‘suporter tuan rumah’, beberapa elemen supporter lainnya pun bersiap-siap menyongsong laga tersebut. Tidak terkecuali K-Conk Mania Bangkalan Madura.

Kelompok supporter terbesar di Madura ini menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari supporter merah putih di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Salah satu yang paling antusias adalah K-Conk Bhandel, Korwil K-Conk Mania asal kecamatan Banyuates Sampang itu mengaku sudah tidak sabar untuk menyaksikan penampilan Elie Aiboy dan kawan-kawan. “Ini kesempatan bagus bagi suporter Jawa Timur untuk memberikan dukungannya bagi Timnas Garuda. Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta” ujar Akbar, Korlap K-Conk Bhandel, saat ditemui di Mabes K-Conk Mania di jalan Cokroaminoto Kota Bangkalan (12/09).

Ditanya tentang atribut yang akan digunakannya sabtu mendatang, Akbar belum bisa memberikan jawaban. “Kita masih menunggu keputusan kawan-kawan Pengurus Mabes K-conk Mania. Kalau Mabes instruksi berangkat dengan atribut loreng merah putih (warna kebesaran K-Conk Mania), ya kita pake itu. Lagi pula warna loreng K-Conk Mania masih senada dengan warna kebesaran Timnas kita” terang Akbar.
Laki-laki yang juga pentolan Bonek Madura (BOMA) ini menuturkan, selain kelompok supporter K-Conk, Bonek Madura juga menyatakan akan ikut meramaikan laga ujicoba resmi Timnas Indonesia ini. “Kemungkinan besar, K-Conk dan Bonek akan berangkat bersama ke Stadion GBT Surabaya. Sambil berkonvoi secara damai sebagai bukti persaudaraan kami”, lanjutnya.

Rencananya para supporter dari Madura ini akan menyerbu GBT mulai sabtu pagi dengan melewati Jembatan Suramadu. “Namun sebagian lagi terutama kawan-kawan K-Conk dan Bonek wilayah Kamal, akan memakai jalur penyeberangan kapal ferry melalui Pelabuhan Kamal ke Pelabuhan Ujung Surabaya”,pungkasnya. (mad topek)

Sabtu, 01 September 2012

Madura United Akan Gelar Laga Amal Untuk Korban Kerusuhan Sampang

Bangkalan - Konflik sosial yang berbuntut jatuhnya korban luka-luka hingga meninggal dunia di Sampang tampaknya terus mendapatkan sorotan banyak pihak, salah satunya dari manajeman Persepam Madura United (P-MU). Klub asal Madura yang dipastikan promosi ke ISL musim depan ini berencana menggelar sebuah laga amal untuk korban kekerasan di Sampang.

Menurut pihak manajemen, ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian insan sepakbola bagi para korban. Bahkan, hasil penjualan tiket pertandingan akan diserahkan secara langsung ke pengungsian korban kekerasan di Sampang. “Semoga itu (dana yang terkumpul) bermanfaat bagi para korban”,ujar Edi Kurniadi, salah satu Assiten Manajer P-MU, sabtu siang (01/09).

Rencananya, dalam laga amal ini akan mempertemukan skuad Laskar Sapeh Kerap tersebut dengan Persebaya Surabaya. Stadion Gelora Bangkalan (SGB) pun dipilih sebagai homebase ujicoba yang sedianya digelar tanggal 09 september 2012 mendatang. Sementara tanggal 22 september, kedua tim bakal ketemu lagi ditempat yang sama. “Namun pertandingan kedua ini merupakan uji coba resmi sebagai persiapan mengikuti kompetisi musim mendatang”, terang Rohim, salah seorang pengurus Mabes K-Conk Mania, kelompok supporter P-MU.

Tentu saja, kabar ini mendapat reaksi positif dari kalangan supporter P-MU lainnya, baik dari Taretan Mania, K-Conk Mania maupun Peccot Mania. “Baguslah tentunya. Kami sudah kangen datang ke stadion dan menonton mereka. Apalagi yang bakal diundang Persebaya, pasti seru!”,kata Akbar, pentolan Korwil K-Conk Bandhel dari Banyuates Sampang.

Akbar yang juga anggota Bonek Madura tersebut memastikan, kawan-kawan Bonek dari Surabaya kemungkinan besar juga akan ikut hadir dalam jumlah yang besar pula. 

Tak hanya suporter, para pemain P-MU yang mendengar kabar tersebut cukup antusias. Salah satunya adalah Indriyanto Nugroho. Pemain senior asal solo tersebut mengaku siap turun dalam laga bertajuk kemanusiaan ini. (mad)

Jumat, 20 April 2012

Copet Di Tribun Stadion SGB Bangkalan – Madura (Plus Video)

Bumi Madura - Berhati - hatilah saat menonton sepakbola di dalam stadion. Bukan karena rawan tawuran supporter. TIDAK! Karena saya yakin, supporter sepakbola di Indonesia sudah mulai dewasa. Apalagi di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Kota Bangkalan, Madura.

Nah, maksud peringatan saya ini adalah kerawanan lain. Apa itu? COPET! Salah satunya seperti yang terjadi saat laga Persepam Madura United (P-MU) vs Persigo Gorontalo di SGB, sabtu 14 April 2012 kemarin. Seorang copet ditangkap dan dihajar oleh supporter saat mengambil dompet salah seorang supporter.

Pelaku yang mengaku bernama Sutikno (26 tahun), warga Wonokusumo, Surabaya ini, langsung digiring oleh petugas keamanan dari atas tribun barat SGB. Sementara korbannya, Mohammad (22), warga Geger, Bangkalan, mengatakan, kejadiannya berlangsung cepat. Saat itu tribun sesak dengan suporter K-Conk Mania yang memberikan dukungan pada P-MU yang sedang bertanding. Tiba-tiba dirinya didorong oleh pelaku. Secara spontan korban langsung memeriksa saku celananya. Ups, dompet yang berisi sejumlah uang dan surat-surat kendaraan miliknya sudah lenyap! Beberapa rekan korban langsung menangkap tersangka Sutikno yang persis ada di belakang korban dan memukulinya.

Beruntung, tersangka bisa diselamatkan petugas dan diamankan di salah satu ruangan di SGB. Saat diperiksa petugas, dompet milik Mohammad tidak ada di tubuh tersangka Sutikno. Polisi maupun korban menduga tersangka beraksi secara kelompok sehingga barang bukti bisa dengan cepat disembunyikan teman tersangka. Petugas kemudian mengelandang tersangka ke mobil patroli polisi dan selanjutnya di bawa ke Mapolres Bangkalan.

Kasus ini kiranya menjadi pelajaran bagi kita semua saat menonton sepakbola diantara ribuan supporter. Karena tidak semua yang hadir ke stadion tersebut punya niat baik. Salah satunya yang punya niat buruk adalah copet. Watch out the pick pocket, brothers! (Awas copet, tretan!) WRITED by Mad Topek.

Berikut video yang sudah saya upload:

Senin, 12 Maret 2012

Video Aksi K-Conk Mania dan K-Conk Taretan JCC di Curva Est SGB

Bumi Madura – Laga Home Persepam Madura United (P-MU) kembali dilangsungkan di Stadion Gelora Bangkalan, minggu (12/03/2012). Dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama dibawah bendera PT Liga Indonesia tersebut, P-MU menjamu tim dari Kalimantan, Barito Putra. Pertandingan berakhir 2-1 untuk kemenangan P-MU (Maaf saya gak mau bahas jalannya pertandingan. Saya lebih suka bahas aksi supporter aja, cak!)

Ya, ada yang tidak biasa minggu sore itu. Panggung dirigen K-Conk Mania yang biasanya cuma diisi dan diperuntukkan bagi Mimit Jenggot, dirigen K-Conk, beserta dirigen J-Bink Mania (kelompok supporter cewek barisan K-Conk), kali ini tidak. Huda, dedengkot K-Conk Taretan JCC (kelompok supporter P-MU dari Pamekasan) juga ikut memberi komando bersama Mimit Jenggot dari panggung dirigen tersebut. Mantabs juga!

Huda menuturkan rasa terima kasihnya buat para K-Conk yang memberi kesempatan pada dia di panggung dirigen selaku perwakilan dari K-Conk Taretan JCC. Huda pun terlihat sumringah! Dalam hati saya Cuma berguman, inilah cikal bakal kekompakan elemen supporter di Madura. Jika dari Madura Barat ada K-Conk Mania, di Madura Timur ada Taretan JCC.
Huda, dedengkot K-Conk Taretan JCC

Awalnya saya gak tahu singkatan JCC. Ternyata setelah saya Tanya, JCC itu Jung Cang Cang (nama sebuah kelurahan di kota Pamekasan). Saya ketawa dengernya. Bukan apa-apa, saya jadi ingat di waktu sekolah SMP dulu, ya di kelurahan Jung Cang Cang itulah sekolah saya berada, SMPN 1 Pamekasan! Yap, saya asli Teja, Pamekasan.

Selain ada Taretan JCC dan K-Conk Mania di Curva Est (tribun timur, bhs Italia red.), terlihat juga elemen supporter K-Conk Teja dari Pamekasan dan puluhan Bonek yang membaur jadi satu di tribun tersebut. SGB pun menjadi meriah!!! Dalam video ini juga ada Ahsanul Qasasi (Manajer P-MU) bersama Jimhur Saros (Presiden K-Conk Mania) saat menyapa para supporter di tribun timur SGB.

Oh ya, selain kemeriahan supporter, ada juga yang perlu saya sampaikan. Sebelum pertandingan P-MU melawan Barito dimulai, ribuan berbagai elemen supporter di Curva Est SGB tersebut sempat mengheningkan cipta sebagai tanda bela sungkawa atas meninggalnya 4 suporter Bonek saat mengiringi laga tandang Persebaya 1927 ke Bojonegoro. Mereka gugur saat melewati jalur maut di Lamongan. Ntahlah, semoga ini yang terakhir! Hayo, damailah supporter Indonesia!!!
Satu lagi sebagai penutup, videonya terpaksa saya bagi menjadi dua. Terlalu panjang (total durasi 18 menit) untuk saya upload. Oke tretan semua, selamat menyaksiakan!

Mad Topek
Public Relation Mabes K-Conk Mania

Video Bagian 1:

Video Bagian 2:

Mator Sakalangkong, tretan!!!
Salam Setteong Dhere (S1D).........Tretan Dhibik!
_Mad Topek Reng Bengkalan Aslih Mekkasen!_
Public Relation of Mabes K-Conk Mania

Kamis, 23 Februari 2012

Aksi K-Conk Mania, K-Conk JCC, BONKAR’S dan Bonek di Curva Est SGB Bangkalan

Darah Madura – Gambar gambar yang kami sajikan dibawah ini adalah deretan aksi K-CONK Mania bersama K-Conk JCC dan BONKAR’S alias Bonek Area Sumenep. Selain itu juga hadir puluhan teman-teman Bonek Persebaya Surabaya. Patut dicatat kawan, kemesraan K-Conk dengan Bonek ini jangan dinilai negative. Sejarah-lah yang berbicara.

Para K-Conk Mania itu dulunya memang adalah supporter Persebaya Surabaya juga alias Bonek. Fans fanatic Bajul Ijo dari seberang yang seringkali juga nyeberang nonton ke Surabaya kala Green Force berlaga di Stadion Tambaksari Surabaya. Bahkan mereka juga sering ikut bergabung dengan kelompok/elemen Bonek lainnya saat mengikuti laga tandang ke kota lain.

Namun seiiring bangkitnya sepakbola di Madura, yakni Perseba Bangkalan, mereka kemudian bersatu membentuk K-Conk Mania. Saat ini musim 2011 – 2012, Perseba Super berlaga di Divisi l. Dan ketika Persepam Madura United atau P-MU memakai Stadion Gelora Bangkalan (SGB), K-Conk Mania pun turut melebur mendukung P-MU pula. Hal ini sebagai bagian solidaritas sesama Madura.

Dengan sejarah seperti itu, wajarlah dua elemen supporter di Jawa Timur ini tetap mesra. Oh ya, diantara deretan gambar yang saya sajikan ada juga rombongan K-Conk Teja (Teja Timur, nama kampung asal ku di Pamekasan). Sedikit promosi kampung ku-lah. Dua diantara orang Teja tersebut bahkan berpenampilan atraktif dengan mengecat tubuh mereka loreng merah-putih, warna kebanggan K-Conk. Di dadanya tertuli K-CONK TEJA. Saya memang asli Pamekasan. Meski sekarang sudah menetap di Bangkalan. Ikut bangga juga pastinya.

Oke, berikut gambar dan videonya saat laga P-MU lawan PSBK Blitar rabu (22/02/2012) di SGB, tretan. Aksi K-Conk Mania, K-Conk JCC, BONKAR’S dan Bonek ini dipimpin langsung dirigen K-Conk yakni K-Conk Mimit. Tak lupa dua J-Bink Mania cantik yakni J-Bink Santi dan J-Bink Nisa turut mendampingi K-Conk Mimit saat memberi komando bagi K-Conk Mania di tribun timur (Curva Est, bhs Italia ini conk) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

S1D…..Taretan Dhibik!!!
Salam Settong Dhere………Taretan Dhibik!!! (Salam Satu Darah……Saudara Sendiri!)

S1Nyal WANI!!!
Salam Satu Nyali………WANI!!!

Produced By:
Public Relation K-Conk Mania
Mad Topek

Ini foto-fotonya, video di bagian bawah setelah gambar
















video K-Conk Mania

Minggu, 19 Februari 2012

Mabes K-Conk Instrusikan HARAM Datang Ke St. A. Yani Sumenep Lagi

Bumi Madura - Entah apa yang ada dipikiran panitia pelaksana (panpel) pertandingan di stadion A. Yani Sumenep, sabtu (18/02/2012) kemarin. Dalam laga yang mempertemukan Persepam Madura United (P-MU) selaku tuan rumah melawan Metro FC Malang tersebut, hampir seluruh elemen supporter K-Conk Mania kecewa berat. Kelompok supporter ini merasa, kedatangan mereka dari Bangkalan seakan tidak dihargai.

Dari berbagai kronologis yang diceritakan teman-teman, nyaris tidak ada yang bagus dari kinerja panpel. Bahkan di grup FB Madura United, yang biasanya menjadi tempat curhat sekaligus media komunikasi antar elemen K-ConkMania se-Bangkalan dan kelompok supporter P-MU lain, mereka menghujat dan mencaci maki pihak panpel. Panpel pun dinilai seperti panpel sepakbola kelas tarkam (sepakbola antar kampung)!

Manajemen P-MU tentu kena imbas. Menurut K-Conk, manajemen tidak becus menggelar pertandingan Divisi Utama di Stadion A Yani Sumenep. Salah satu bukti ketidakbecusan manajemen dan tidak profesionalnya panpel terlihat dari cara pengamanan di pintu stadion. K-Conk Mania yang sudah memegang tiket dilarang masuk stadion. Alasannya? Stadion sudah penuh!

Lah, secara logika, stadion akan penuh jika para pemilik tiket sudah masuk semua. Kenapa? Karena tiket/ karcis pertandingan dicetak oleh pihak panpel sesuai kapasitas stadion. Jika stadion sudah penuh sementara pemegang tiket banyak yang belum masuk, maka begitu banyak kebocoran. Penonton siluman (tidak bertiket)-lah yang mengambil hak penonton bertiket! Melihat kondisi ini, tentu saja K-Conk tentu saja kecewa marah. Lebih lagi ada aksi pemukulan beberapa oknum panpel terhadap K-Conk.
Sejujurnya, saat P-MU memakai Stadion Gelora Bangkalan (SGB) di kota Bangkalan, situasi bocor itu sama. Namun tidak separah yang terjadi di Stadion A Yani Sumenep. Panpel di SGB pun masih sangat menghormati kebeberadaan K-Conk Mania. Ini yang tidak ada di Sumenep.

Bisa jadi peristiwa ini terjadi karena kapasitas St A. Yani yang memang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung animo penonton.Dan jika benar seperti itu, ngapain manajemen P-MU memaksakan untuk memakai stadion tersebut?! Secara kualitas dan kapasitas, tentu SGB di kota Bangkalan jauh lebih layak.

Menanggapi kekecewaan rakyatnya, semalam Mabes K-ConkMania meng-instruksikan seluruh elemen suporternya untuk tidak lagi datang ke St A. Yani Sumenep. Bahkan Presiden K-Conk, Jimhur Saros, dengan tegas MENGHARAMKAN untuk datang ke stadion tersebut. Instruksi berlaku selama manajemen tidak melakukan perbaikan saat menggelar laga home termasuk mengganti panpel di stadion tersebut.

Tentu saja ini di-respon positif para K-ConkMania. Bahkan ada usulan agar juga menolak P-MU jika mau memakai SGB di Kota Bangkalan sebagai homebase mereka lagi. Meskipun kemudian P-MU tetap bisa memakai SGB setelah mendapat ijin Pemkab Bangkalan, mereka mengusulkan untuk tidak menontonnya lagi.
Lah, kalau seperti ini….yang rugi siapa? Manajemen dan pemain P-MU sendiri, tauuu!!! Sudah pemasukan tiket berkurang, saat bertanding pun tidak akan dapat sorak sorai dukungan. Perlu diingat, sampai detik ini hanya kelompok supporter inilah (K-Conk Mania) yang mampu kreatif saat mendukung P-MU. Berjingkrak dan bersorak saat gol dan bernyanyi sepanjang pertandingan dengan lagu yang menggugah semangat para pemain.

Satu lagi yang perlu di-ingat, tretan. Seperti kata teman-teman K-Conk, menonton sepakbola itu bukan seperti menonton film di bioskop yang hanya duduk manis. Menonton bola ya harus lengkap dengan segala gemuruh sorak sorai dan jingkraknya! Di Madura sampai detik ini, sekali lagi hanya K-Conk Mania yang bisa melakukan itu!!!

Saya juga mau tanya ke manajemen P-MU. Kelompok supporter mana di Madura yang bersedia mendukung mereka saat laga away? Hanya K-Conk Mania yang melakukannya! Ke Mojokerto hingga Sumbawa di kawasan Indonesia timur sana, K-Conk hadir! Berjingkrak dan bernyanyi di stadion milik lawan demi P-MU!
Rugikah K-Conk dengan memboikot semua laga P-MU? Tidak juga. Bahkan tidak rugi! Perlu dicatat, K-Conk Mania dulu lahir sebagai kelompok supporter Perseba Bangkalan. Klub asli asal Bangkalan. Namun demi rasa solidaritas sesama Madura, mereka bersedia mendukung P-MU yang berlaga di Divisi Utama. Apalagi kebetulan P-MU memakai SGB di Kota Bangkalan sebagai homebase karena Pamekasan belum memiliki stadion yang representatif. Ini alasan utamanya!

Kebetulan lagi, Perseba Bangkalan, klub asli K-Conk Mania belum berlaga. Rencananya Divisi I, tempat Perseba berkompetisi, akan digelar mulai bulan maret 2012 mendatang. Nah, untuk mengisi kekosongan inilah, K-Conk juga bersedia mendukung P-MU.
Namun dengan adanya insiden di Sumenep itu, rupanya sebagian K-Conk bersuara untuk berhenti mendukung P-MU. Mereka mengajak untuk kembali focus saja mendukung Perseba Bangkalan. Jika ini terjadi, RUGI-lah P-MU karena kehilangan kelompok supporter mereka yang paling loyal dan potensial! Saya berharap, semoga insiden ini segera menemukan solusi demi kebaikan sepakbola Madura secara keseluruhan di masa yang akan datang. Amien! (Mad Topek)

Jumat, 27 Januari 2012

Video Gresik United, Ultras dan K-Conk di SGB Bangkalan

Bumi Madura - Bertempat di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Kota Bangkalan, Madura, Gresik United (GU) menjamu tamunya Persires Bali Devata (27/01/2012). GU terpaksa menyewa SGB karena tidak memiliki homebase tetap setelah tidak mendapat ijin pemakaian satu stadion pun di Kota Gresik sendiri. Sebelum memakai SGB, GU sempat menjalani laga home nya dengan meminjam Stadion Soedirman Bojonegoro.

Sejak awal permainan kedua tim langsung memperagakan permainan keras dan menyerang. Namun GU berhasil menorehkan gol terlebih dahulu. Berawal dari pelanggaran pemain Persires di luar kotak penalty, GU memperoleh tendangan bebas. Pemain asing Gresik United, Sylla Douda, berhasil mengeksekusi nya dengan tendangan keras ke pojok kiri gawang persires. Gol! 1-0 untuk Gresik United. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Babak kedua, Persires langsung membalas. Di menit-menit awal babak kedua mereka mendapat penalti setelah pemain asingnya, Alessandro Beccaria, dilanggar di dalam kotak penalty. Beccaria yang mengeksekusi sendiri berhasil menjebol gawang kiper GU, Nugroho Bramantiko.

Tidak lama kemudian, ganti GU yang mendapat penalti setelah. Kelincahan Sylla Douda menerobos kota penalti Persires membuatnya ditekel dengan keras oleh pemain klub dari Bali tersebut. Penalti ini pun sukses dilakukan sendiri oleh Sylla Douda. Skor pun berubah 2-1 untuk GU.

Belum puas dengan skor 2-1, GU terus menyerang pertahanan Persires. Sylla Douda kembali menjadi bintang lapangan setelah umpan krossingnya berhasil dikonversikan menjadi gol oleh Agustin Mbom Ellie, striker asing GU asal Kamerun. Skor 3-1 ini bertahan hingga pertandingan usai.
Dalam laga ini. ratusan suporter GU, Ultras Mania, mensupport langsung timnya di Bangkalan dengan ditemani K-Conk Mania (Suporter Perseba Bangkalan Divisi 1 - Madura United Divisi Utama). Komunitas suporter dengan warna khas putih loreng merah ini menemani arek-arek Ultras Gresik selama di SGB. Ikut Bernyanyi, berjingkrak dan bersorak. Bahkan mereka melakukan penjemputan rombongan Ultras sejak dari pintu tol Jembatan Suramadu.

Saat konferensi press, Sasi Kirono, Headcoach GU, memuji kualitas lapangan Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Namun demikian, Sasi Kirono belum bisa memastikan apakah timnya akan kembali memakai SGB sebagai home selanjutnya atau tidak. Sasi memasrahkan sepenuhnya hal tersebut pada pihak manajemen.

Ia hanya bertekad bahwa GU yang dilatihnya akan membuktikan pada public atau masyarakat Gresik bahwa GU bisa menggelar laga home meski tidak memperoleh ijin pemakaian satu stadion pun di Kota Gresik sendiri.

Kasihan bukan? Inilah salah satu imbas konflik berkepanjangan di tubuh PSSI. Perlu diketahui, Kota Gresik sendiri saat ini memiliki 2 klub sekaligus yang berkompetisi yakni Gresik United di kompetisi Divisi Utama PSSI (Indonesian Championship Division). PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) merupakan pengelola kompetisi. Sayang, GU yang berkompetisi resmi dibawah PSSI tersebut tidak mendapat ‘restu’ dari elite-elite di Gresik. Para elite bola Gresik (dengar-dengar juga pihak pemerintah setempat juga sih..?) lebih menganak-emaskan Persegres Gresik yang ikut kompetisi ISL dibawah bendera PT LI yang selama ini sudah dicap sebagai kompetisi illegal baik oleh PSSI, FIFA maupun AFC.

Semoga konflik ini cepat berakhir demi kebaikan sepakbola nasional Indonesia sendiri! Amien! (Mad Topek)

Nih Video Pertandingannya, gan! Lengkap Dengan Gol-Gol nya:

Jumat, 13 Januari 2012

Video Serta Parade Foto K-Conk dan Bonek Kompak Dukung Madura United!

Bumi Madura – Maaf taretan semua. Saya telat posting ini. Video dan Foto-foto kekompakan K-Conk Mania dan Bonek kala mendukung Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, kamis kemarin (12/01/2012) ini, tentu sudah kalian tunggu semua. (BACA DISINI: Bonek dan K-Conk Mania Bersatu Dukung Madura United! P-MU Menang Lawan Persid Jember)

Di video dan foto ini, lengkap mulai dari gambar konvoi dari Mabes K-Conk Mania di jalan Cokro hingga stadion. Dipimpin langsung dirijen K-Conk Mania, saudara Memed. Dia udah berkali-kali telphon dan SMS mulai jumat pagi hingga malam. Hehehe soalnya saya masih disibukkan tanggung jawab saya selaku jurnalis untuk mencari dan mengirim berita. Harap maklum.

Ada pula gambar presiden K-Conk Mania, Bang Jimhur Saros serta Manajer Madura United, Ahcsanul Qasasi. Skor akhir laga ini P-MU (2) vs (1) Persid Jember. Oh ya, saya minta maaf. Karena kualitas gambarnya saya kurangi, sehingga agak buram. Hal iniuntuk memudahkan saya meng-upload ke youtube. Klo terlalu tebal gambarnya, hmmmm....berat dan lama bener uploadnya tretan. Tapi secara umum dijamin masih mantap dilihat. Oke, selamat menikmati video kami yang sudah kami unggah ke YOUTUBE ini, tretan sadhejeh!



Berikut Parade Fotonya Waktu Konvoi Dari Mabes K-Conk Menuju Stadion:








Kalau Foto-Foto Dibawah ini Di Dalam Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Tribun Timur:






Salam 1 Dhere, Taretan Dhibi'!
Salam 1 Nyali, WANI!
Terima Kasih semuanya..... (Mad Topek)

Kamis, 12 Januari 2012

Bonek dan K-Conk Mania Bersatu Dukung Madura United! P-MU Menang Lawan Persid Jember.

Bumi Madura – Slogan Bonek dan K-Conk Mania bersaudara tampaknya kian terbukti. Ribuan K-Conk Mania bersama ratusan Bonek terlihat kompak mendukung Persepam Madura United (P-MU) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), kamis sore (12/01/2012).

Dibawah hujan deras, ribuan K-Conk Mania dan Ratusan Bonek berkumpul di basecamp K-Conk Mania di jalan Cokroatmojo Kota Bangkalan. Terlihat juga Hamim Gimbal (dirijen Bonek dan YSS) hadir ikut berbaur. Sekitar jam 15.00 WIB, dengan dikomando Presiden K-Conk Mania Jimhur Saros dan dirijen K-Conk, Memed, mereka berkonvoi menuju SGB.

Bendera K-conk dan Bonek tampak berkibar diantara konvoi sepeda motor, truk dan mobil pribadi ini. Beberapa elemen Bonek yang ikut berbaur adalah Bonek Enger Slow, Bonek Garis Hijau dan Bonek Unijoyo (Maaf sebagian saya lupa, rek!).

Harus dipahami, kedekatan K-Conk Mania dengan Bonek ini tak lepas dari sejarah. sebagian besar dari K-Conk sebelumnya adalah Bonek yang terbiasa menyeberang selat Madura untuk mendukung Persebaya Surabaya dari dulu. Saat itu K-Conk Mania belum ada. Mereka pun meng-identitas-kan diri mereka sebagai bagian dari keluarga besar Bonek Persebaya!
Nah, seiring kebangkitan Perseba Bangkalan tahun 2008 yang merangkak dari Divisi III (kini di Divisi I), K-Conk Mania lahir. Selain mendukung Perseba Bangkalan kala bertanding di Bangkalan, para K-Conk Mania ini juga tetap hadir di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya kala Persebaya tanding home. Bahkan seringkali mereka juga ikut tour ke luar kandang kala Persebaya menjalani away ke kandang lawan.

Dari sejarah inilah, kedekatan dua kelompok supporter ini tetap terjalin. Bahkan para K-Conk Mania ada yang bilang, K-Conk ya Bonek! Para K-Conk Mania pun menganggap Bonek sebagai saudara tua mereka.

Kembali ke kamis sore tadi…..Nah, di pelataran Stadion SGB, ratusan K-Conk juga terlihat. Namun rombongan K-Conk Mania dan Bonek yang dipimpin dirijen K-Conk Memed ini terus melaju hingga ke belakang stadion sebelah timur. Disitu mereka berkumpul dan perlahan serta tertib mereka masuk ke dalam stadion lewat pintu tribun timur.

Hujan masih mengguyur lebat. Di tribun, dengan dipimpin dirijen K-Conk Memed, ribuan K-Conk berjingkrak, bernyanyi dan lain-lain. Pertandingan pun dimulai antara P-MU melawan Persid Jember. Di tribun barat, puluhan BERNI (Jember Brani, supporter Persid) Terlihat juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan K-Conk. Para BERNI tersebut sebelumnya dijamu K-Conk Mania di Mabes K-Conk.
Sekitar delapan drum pun ditabuh. Sebagian drum yang ditabuh tersebut dibawa dan dipukul sendiri oleh para Bonek! Yap……kedekatan yang sangat harmonis! Genderang ditabuh, nyanyian dilantunkan. Maka riuh-lah suasana SGB sore tadi.

Berkat dukungan K-Conk dan Bonek pula, pemain P-MU bersemangat ditengah guyuran hujan lebat. P-MU menang dengan skor 2-1.

Oh ya, ada satu lagi. Bukti kualitas SGB sebagai stadion yang layak menggelar pertandingan Divisi Utama maupun Liga Primer Indonesia (LPI) terbukti hari ini. Hujan deras bahkan sangat deras, kondisi lapangan tetap bagus. Saya lihat TIDAK ADA genangan air sama sekali! Ini bukti system drainase lapangan yang sangat bagus.

Mungkin ada yang bertanya, kok K-Conk mendukung P-MU yang notabene adalah klub asal Pamekasan? Padahal K-Conk Mania supporter Perseba Bangkalan.

Yap, perlu dijelaskan, P-Mu dulu hanya bernama Persepam (Persatuan Sepakbola Pamekasan). Namun seiring perubahan manajemen setelah lolos ke Divisi Utama, Persepam berganti nama Persepam Madura United (P-MU). Karena tidak adanya stadion yang layak di Pamekasan, P-MU pun menyewa SGB yang memang sangat bagus termasuk kualitas rumputnya. K-Conk bersedia mendukung penuh P-MU selama di Bangkalan sebagai bentuk solidaritas sesama orang Madura. Apalagi Perseba Bangkalan di Divisi I belum bertanding dan tidak diketahui kejelasan kompetisinya hingg saat ini.

Salam 1 Dhere, Taretan Dhibik! (Salam 1 Darah, Saudara Sendiri!
Salam 1 Nyali, WANI!
Majulah sepakbola Madura! (Mad Topek)