Jumat, 18 November 2011

Nancy Drew Alibi in Ashes Full Version Free Download


Nancy Drew Alibi in Ashes  Full Version Free Download



Download from Wupload

Drawn 3 Trail of Shadows CE Multi download

Drawn 3 Trail of Shadows CE In torrent

Download

Dota Maphack Update terbaru













How to use:
1. Open Maphack Program
2. Open Warcraft III Program ( Dot A )
3. Click Button " ON" in the Map Hack Program
4. Fun !!


* If you use MapHack in Battle Net Ladder Game,
* Your Account/CDkey will be Banned little time after.


Download: W3XMapHack121B1.exe


If you cannot run this program.
Download and install files below.
jangan lupa bagi sahabat Tundhu_Media_System untuk follow blog ini yach . .

Selasa, 15 November 2011

PKNU Bangkalan Makin Percaya Diri Sebagai Oposan

Darah Madura – Secara gampang oposisi dalam dunia politik berarti kelompok, golongan atau partai yg menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik dari golongan yg berkuasa.

Kata opposition lazim di-indonesia-kan menjadi oposisi. Kata ini berasal dari bahasa latin oppōnere, yang berarti menentang, menolak atau melawan. Nilai konsep, bentuk, cara, dan alat oposisi itu bervariasi. Nilainya antara kepentingan bersama sampai pada kepentingan pribadi atau kelompok.

Nah, fenomena itu yang kini sedang terjadi di Kabupaten Bangkalan. Awalnya Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (F-PKNU) melakukan aksi walk out saat pembahasan Kebijakan Umum Angaran Plafon Pengajuan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2012 yang diajukan eksekutif di DPRD Bangkalan minggu kemarin.

Menurut Syofiullah Syarif, Ketua F-PKNU, hal ini dilakukan karena pihaknya menemukan penggelembungan anggaran belanja sebesar Rp146,3 miliar dalam KUA PPAS tersebut. F-PKNU pun meminta, meminta KUA PPAS tersebut harus dirombak total dan hendaknya disesuaikan dengan dokumen RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan RKPD.

Dari titik ini, pihak PKNU yang dikomandoi Ra Imam (KH Imam Bukhori) ini kian menunjukkan sebagai pihak yang berani bersikap sebagaimana layaknya kelompok oposan, yakni menentang dan mengkritik kebijakan eksekutif. Dalam hal ini sebagaimana yang diamini semua pihak di kabupaten Bangkalan, eksekutif dipresentasikan melalui figure Bupati Bangkalan, Fuad Amin, tokoh sentral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kab Bangkalan.

Gerakan oposisi tersebut terus berlanjut. Seperti yang sebut dalam judul tulisan ini, tampaknya makin percaya diri menjadi oposan. Ya, selasa siang (15/11/2011) dalam Pemandangan Umum (PU) tiap fraksi DPRD Bangkalan terhadap Nota Keuangan Bupati Bangkalan tentang RAPBD tahun anggaran 2012, F-PKNU mengkritik kinerja Pemkab Bangkalan yang dianggapnya tidak baik. Menurut F-PKNU, hal tersebut ditandai TIDAK adanya pencapaian yang signifikan dalam mengatasi masalah-masalah social seperti pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Bangkalan .

menurut F-PKNU, ini memberikan kesan seakan-akan masalah kemiskinan dan dan pengguran diharamkan untuk dibahas dalam pembahasan dokumen KUA-PPAS maupun RAPBD Kab Bangkalan 2011.
KH Imam Bukhori Bersama Sejumlah Pengurus PKNU Kab Bangkalan

Kritik fraksi ini bukan hanya itu saja. Mereka juga menyoroti persoalan2 mendasar di pedesaan di Kab Bangkalan yang tidak menggembirakan. Mulai masalah air bersih, kurangnya tenaga guru di pedesaan hingga masih adanya desa-desa yang belum tersentuh jaringan listrik.

Sebenarnya masih banyak yang disampaikan fraksi tersebut terkait berbagai kebijakan pihak eksekutif. Namun jika saya harus tulis semua disini, wadoooow…. Panjangnya! Namun yang pasti munculnya kaum oposan di tataran legislative di Kab Bangkalan adalah sebuah fenomena baru atau jarang terjadi. Harus dipahami, selama kritik dari oposisi itu masih dalam rangka yang konstruktif demi peningkatan taraf hidup masyarakat banyak, maka itu bagus. Karena dengan begitu, pihak oposisi berada pada rel fungsi control yang seharusnya mereka lakukan. (Mad Topek)

Minggu, 13 November 2011

Wisata Garam, Paket Wisata Baru Untuk Pelancong di Pulau Madura

Darah Madura – Inovasi dan kreasi menjadi titik untuk terus memacu pertumbuhan masyarakat, termasuk di sector wisata. Hal ini pula yang dilakukan oleh Pemkab Sumenep, kabupaten yang terletak paling ujung timur pulau Madura. Kali ini Sumenep menelorkan gagasan wisata garam bagi para pelancong, utamanya dari luar Sumenep.

Lokasi yang dibidik untuk wisata garam tersebut berada di lahan pegaraman seluas 5 hektar milik PT Garam (persero) Kalianget – Sumenep tepatnya di desa Nambakor. Pemilihan lokasi ini PT Garam sebagai pemilik lahan.
Rencananya, paket wisata garam ini menawarkan kunjungan ke lahan garam untuk mendapat penjelasan langsung proses pembuatan garam yang memang tidak atau jarang diketahui oleh masyarakat umum.Selain itu dilokasi tersebut akan dibangun tempat pemancingan serta wisata kuliner sea food. Belum lagi di lokasi ini juga terdapat sejumlah bangunan kuno yang diantaranya merupakan bangunan atau kantor garam peninggalan Belanda yang juga layak dikunjungi untuk menambah pengetahuan tentang sejarah pegaraman di Madura.

Upaya pengembangan wisata garam ini pun mendapat dukungan penuh dari PT Garam. Menurut Farid Zahid, Humas PT Garam, pihak menyambut baik niatan Pemkab Sumenep tersebut demi kemajuan wisata daerah ke depannya. PT Garam pun masih menunggu konsep dan bentuk kerjasama paket wisata garam ini antara pihak PT Garam dengan Pemkab Sumenep.
Sementara Bupati Sumenep, Busyro Karim menuturkan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan memorandum of understanding (MOU) alias nota kesepahaman antara kedua pihak. Rencananya, status lahan tersebut nantinya adalah sewa pakai atau pinjam pakai.

Paket wisata garam ini diharapkan bakal meningkatkan kunjungan wisata ke daerah Sumenep nantinya, baik wisatawan local maupun mancanegara. Apalagi dengan adanya jembatan Suramadu yang terletak di kabupaten Bangkalan, arus kunjungan wisata dari luar Madura pastinya akan lebih banyak dating berkunjung ke setiap lokasi wisata di Madura. (Mad Topek)
Wisata Madura Yang Paling Kesohor, Kerapan Sapi Atau BullRace

Selasa, 08 November 2011

12 Calon Dubes Sambangi Suramadu

Darah Madura - Sebanyak 12 calon duta besar (dubes) Indonesia untuk negara-negara sahabat kemarin (8/11) berkunjung ke kantor Badan Pelaksana-Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (Bapel-BPWS). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembekalan para calon dubes tersebut. Sebelum bertugas ke negara tujuan, mereka mendatangi kawasan-kawasan penting untuk dipromosikan di luar negeri.

Para calon dubes disambut Kepala Bapel-BPWS Ir. Moh. Irian, M.Eng, MSc tepat pukul 09.00 sesuai jadwal. Dalam sambutannya, perwakilan calon dubes Safzen Noerdin mengungkapkan seharuusnya ada 40 calon dubes yang ikut dalam kunjungan tersebut. ”Namun, akhirnya hanya ada 12 karena sebagian harus mengikuti pembekalan lainnya,” tuturnya.

Menurut Safzen, kunjungan tersebut bermaksud mengetahui lebih dalam mengenai Jembatan Suramadu dan rencana-rencana pengembangan kawasan Surabaya-Madura di BPWS. ”Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kami bisa ikut membantu mempromosikan agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berjalan cepat,” ungkap Purnawirawan Letnan Jendral (TNI) Marinir tersebut. Dijelaskan, para calon dubes yang datang akan ditugaskan di Venezuela, Malaysia, New York, Aljazair, Qatar, Bosnia, Panama, Swedia, Senegal hingga Baghdad.
Menerima tamu terhormat itu, Moh. Irian segera memberikan penjelasan mengenai rencana pengembangan Suramadu, potensi-potensi di Madura yang perlu dihubungan dengan Jawa dan dipromosikan pada dunia. ”BPWS mendapat tugas mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur khususnya di kawasan Suramadu ini. Semoga pada dubes nanti bisa membantu kami mempromosikan agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi cepat berjalan,” ujar Irian saat presentasi.

Selain potensi-potensi yang ada, Irian juga menjelaskan mengenai rencana strategis BPWS dalam pengembangan Suramadu. ”Semua perencanaan ini berbasis koordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten, provinsi dan pusat. Sehingga, tidak ada benturan perencanaan tapi justru mendorongnya,” papar pria asli Surabaya itu.
Pada sesi tanya jawab, sejumlah calon dubes menyampaikan pertanyaan terkait rencana BPWS. Terutama terkait eksposure budaya Madura sehingga bisa mendatangkan daya tarik dunia di bidang pariwisata. ”Apakah akan dibangun hotel yang berstandar internasional di Madura? Sebab, beberapa waktu lalu kami menyaksikan kerapan sapai, tapi kawan-kawan justru menginapnya di Surabaya,” ungkap Prianti Gadarin Djatmiko-Singgih, calon dubes untuk Venezuela yang juga keturunan Madura.

Pertanyaan lain juga disampaikan terkait kemungkinan BPWS dapat bekerjasama dengan pihak luar negeri untuk proses percepatan rencana pembangunnan dan percepatan ekonomi. Prinsipnya, para calon dubes itu menytakan kesiapannya membantu pembangunan kawasan Suramadu dan BPWS. (Nara/Mad Topek)

12 Siswa Madura Raih Perunggu Dalam Kompetisi Matematika Internasional. Well Done Job, Cong!

Darah Madura - Bangga bener rasanya jadi orang Madura. Yap, begitu mendengar kabar bahwa para siswa Madura kembali berprestasi di tingkat Internasional, hati ku sumringah! Ini untuk kesekian kalinya para siswa Madura mengukir prestasi akademik. Bukan sekedar tingkat regional propinsi Jawa Timur atau hanya level nasional, tapi lebih dari itu, tingkat dunia!

Sebagaimana dilansir oleh OKEZONE.COM, sebanyak 12 siswa asal Madura, Jawa Timur memperoleh medali perunggu dalam event World Mathematics Team Championship (WMTC) 2011 yang digelar 2-6 November di Beijing, China.

Kedubelas siswa tersebut, yakni Misbahul Anwar dan Khairul Umam (MA Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan), Ahmad Hudah, Ahmad Zainuddin, Ega Bandawa Winata (MTs Unggulan Bustanul Ulum, Waru Pamekasan), Zaky Firmawan el Hakim dan Ahmad Syauqi (MTSN Sumber Bungur, Pamekasan), Wildi Fachrizal (SMP 5 Pamekasan), Khansa al Faizy (SMP 1 Pamekasan), Muhammad Taufiq Hakiki dan Rafika Nurmasari (RSBI SMAN 1 Sumenep) dan Prima Sultan Hudiyanto (SDBI Lawangan Daya, Pamekasan).

Mereka bersaing dengan ratusan peserta asal China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Untuk medali emas didominasi peserta asal China, sementara medali perak didominasi Amerika Serikat dan Filipina.
Para Peserta Kompetisi Matematika Internasional Sedang Berpose Bersama

Dari Indonesia terdapat dua tim, yakni Surya Institut pimpinan Yohanes Surya dan Erik Institut pimpinan Ah Faisal. Dua belas siswa asal Madura tersebut diberangkatkan oleh Erik Institut dan ikut level yunior dan senior. Selain mendapat penghargaan kategori individu, tim dari Erik Institut mendapat Merit Award Team.

Kontingen asal Madura sudah tiba di Indonesia pada Senin (7/11/2011) malam. Mereka disambut Forum Keluarga Madura Perantauan (FKMP) dan pihak madrasah di Bandara Soekarno Hatta.

Selanjutnya, mereka diterima Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2011) siang.

Rencananya, hari ini kontingen asal Madura akan diterima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur di Surabaya. Selanjutnya, kontingen akan diterima Bupati Pamekasan Kholilurrohman dan Bupati Sumenep Abuya Busro Karim.
Ah Faisal (29), pembimbing dari Erik Institut mengatakan, prestasi tingkat internasional itu dapat diraih berkat upaya keras dari peserta.

Menurut dia, sebelum berangkat ke Beijing pihaknya menggembleng para peserta beberapa bulan. “Siang malam kami belajar. Latihannya memang berat karena jam tidur anak-anak berkurang, tapi mereka mau berusaha keras dan hasilnya cukup memuaskan,” ujar pria yang akrab disapa Erik ini.
Pulau Kebanggaan Kami, Madura!

Dia mengungkapkan, prestasi yang diukir tahun ini cukup istimewa karena peserta mayoritas berasal dari madrasah. Dengan demikian, lanjut dia, sudah ada pemerataan kualitas pendidikan bagi siswa sekolah umum dengan madrasah. “Saya berharap prestasi ini tetap bertahan,” ujar Erik.

Sementara itu, Kepala MA Darul Ulum Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag sangat bersyukur anak didiknya bisa berprestasi di tingkat internasional. Hal ini membuktikan kalau produk pesantren dan madrasah bisa bersaing. “Ini membuktikan kalau siswa madrasah dan santri bisa bersaing dalam bidang sains bukan hanya bidang agama,” ujar Zainuddin.

Dosen STAIN Pamekasan ini berharap Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Untuk itulah, dia berharap sarana dan prasarana untuk peningkatan mutu pendidikan pesantren dan madrasah terus ditingkatkan. “Tentunya kami berusaha untuk mempertahankan prestasi ini. Dan yang terpenting adalah support dari pemerintah, terutama pemenuhan sarana untuk peningkatan mutu pendidikan madrasah dan pesantren,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FKMP M Suli Handoko mengatakan, prestasi yang diraih 12 siswa tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas pendidikan di Madura. Prestasi ini juga sekaligus mengangkat citra orang Madura. “Stigma kalau pendidikan di Madura terbelakang hilang dengan sendirinya. Justru kami melihat ada keunggulan, karena justru siswa asal madrasah yang berprestasi,” ujar Suli.

Pria yang berdomisili di Jakarta Utara ini pun meminta pemerintah terus meningkatkan kualitas pendidikan di Madura, khususnya pesantren dan madrasah. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali sangat mengapresiasi prestasi tersebut. Pihaknya bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

Seperti yang saya bilang diawal, ini prestasi yang kesekian kalinya yang berhasil diraih Kacong - Cebbing (Putra-Putri, Madura red) di ajang bergengsi dunia. Sebelumnya, sudah berkali-kali siswa-siswi Madura meraih prestasi serupa, baik ditingkat nasional maupun Internasional. Bahkan beberapa diantaranya menyabet medali emas di level dunia (Selengkapnya baca disini, kawan: Juara Olimpiade Sains Nasional Itu Berasal Dari Gubuk Sederhana di Madura!). Ini artinya, bakat kecerdasan sangat tidak kalah dengan siswa-siswi dari daerah lain.

Madura selama ini diidentikkan sebagai kawasan kering, miskin atau tertinggal. Pokoknya negatif tok! Dan prestasi dunia Kacong-Cebbing diatas menepis semua anggapan apriori tentang Madura tersebut. Sekali lagi, selamat ya.... Teruslah berprestasi. Harumkan nama Madura dan Indonesia di kancah dunia! (Mad Topek)