Selasa, 29 Mei 2012
Mengenal Batu Soscilla ( SPINEL )
Apabila anda hendak memiliki batu permata seindah batu mirah (ruby) tetapi tidak sanggup membayar semahal itu anda bisa memilih batu spinel. Batu spinel merupakan pengganti batu mirah ruby yang cocok dan merupakan pilihan yang terbaik. Banyak orang tidak bisa membedakan batu spinel dengan batu asli ruby atau mirah karena jika dilihat dan dirasakan, kedua batu tersebut nyaris hampir sama. Banyak perhiasan-perhiasan kerajaan di seluruh dunia yang awal-awal dikira terbuat dari batu ruby dan ternyata setelah diselidiki batu-batu tersebut adalah batu spinel!
Batu spinel adalah salah satu batu yang terkeras dan memiliki nilai 8 berdasarkan daftar keras Mohs dan batu ini juga merupakan salah satu batu terfavorite buat para penggemar batu permata. Perbedaan mendasar hanyalah terletak pada komposisi kimiawinya. Ruby terdiri dari alumunium oxida dan spinel terbuat dari magnesium alumunium oxida. Namun batu spinel lebih bervariasi karena unsur magnesium dapat digantikan oleh unsur besi, mangan ataupun zinc, dan chromium serta besi bisa menggantikan alumunium. Oleh sebab itu anda dapat menemukan spinel dalam berbagai warna seperti pink, oranye, biru, hijau dan hitam. Kekerasan, keawetannya dan warnanya yang mengkilau membuat batu spinel sangat cocok dijadikan sebagai barang perhiasan multi guna.
Namun diantara banyak batu spinel berwarna batu spinel merahlah yang bernilai tinggi atau termahal dibanding spinel berwarna lainnya. Spinel merah mirip ruby diatas 10 carat amatlah langka. Ditemukan juga spinel yang dapat berubah warna dan juga star spinel yang memiliki 4 atau 6 berkas sinar. Negara penghasil utama spinel adalah Myanmar (Burma) dan Srilanka. Negara lainnya adalah Brazil, Thailand, Kamboja, Afghanistan, Tanzania, Vietnam dan Rusia.
Kegunaan atau manfaat
Batu spinel dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain meningkatkan hasrat, memperkuat vitalitas seseorang, mengisi energi yang hilang dan membantu mengurangi kelelahan.
Kamis, 24 Mei 2012
Peluang Bisnis Baru
Ide Kreatif, Tambah Penghasilan Dengan Budidaya Semut
Sumber: Gunungkidul – Karangrejek.net
Pernahkah Anda membayangkan bahwa semut bisa dibudidayakan dan menjadi alternatif tambahan penghasilan? Jika belum, saatnya Anda perlu sedikit meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah Sukarmin, salah satu warga Padukuhan Blimbing, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Pasalnya sejak beberapa bulan lalu ia telah mencoba peruntungan dengan membudidayakan semut Rang-Rang (Ngangrang) dan kini hampir menuai sukses.
Mungkin bagi sebagian orang menganggap bahwa budidaya semut Rang – Rang merupakan sebuah ide gila yang tidak masuk akal. Tetapi lewat tangan dingin Sukarmin, semut yang notabene merupakan serangga yang dibenci sebagian orang, bisa jadi salah satu sumber pendapatan tambahan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, berawal dari ide gila atau kreatif, seseorang bisa meraup kocek ratusan ribu rupiah dalam sebulan hanya dari semut.
“Selain mudah dalam perawatan dan tidak memerlukan lahan luas, budidaya semut tidak membutuhkan modal besar tetapi bisa menambah penghasilan dari penjualan kroto (telur semut). Kami menangkap peluang bisnis itu berawal dari kebutuhan akan kroto di pasaran yang masih sangat minim, sedang permintaan membludak. Khususnya di Yogyakarta, kroto dijadikan sebagai pakan tambahan (extrafood) burung berkicau dan campuran umpan ikan,” kata Sukarmin menjawab pertanyaan Karangrejek.net di kediamannya, Jumat (23/3/2012).
Melihat kenyataan di pasaran, melirik usaha penjualan kroto merupakan pilihan yang tepat bahkan bisa menjadi alternatif usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini dipengaruhi mahalnya harga kroto dimana per 1 kilogramnya bisa mencapai Rp 70.000 – Rp 90.000 di tingkat pengepul. Padahal jika dalam kondisi normal, produktivitas telur semut mampu menghasilkan kroto antara 0,5 – 1 ons tiap toples/botol setiap 15 – 20 hari. Dengan demikian berarti, dalam budidaya semut bisa menghasilkan kroto siap jual setiap 15 – 20 hari sekali.
Dijelaskannya, untuk memulai usaha budidaya kroto seseorang harus menyiapkan beberapa komponen diantaranya adalah lahan sekitar 2 – 3 m2, rak, dan toples/botol untuk rumah semut. Kemudian pindahkan rumah semut dari alam (masih bentuk daun) ke dalam toples/botol. Setelah melalui proses adaptasi selama beberapa hari, semut menempati toples/botol dan pada saatnya nanti ratu semut akan mulai bertelur setelah dibuahi oleh beberapa pejantan. Sedang perawatannya hanya diberi makan berupa belalang, jangkrik maupun ulat berikut minuman berupa air gula secukupnya.
“Saat ini kami baru memiliki modal 95 toples semut, sebagian besar sudah menghasilkan kroto. Kemungkinan kami baru bisa melakukan panen kroto perdana sekitar Bulan Mei mendatang. Diperkirakan, hasil panen kroto 95 toples bisa menghasilkan kroto minimal 4,75 kilogram. Jika dirupiahkan sedikitnya mencapai Rp 332.500 tiap 20 hari sekali dengan asumsi harga kroto Rp 70.000 per kilogramnya,” ucap Sukarmin optimis mampu menutup target 300 toples indukan semut Rang – Rang pada tahun 2012 ini.
Secara terpisah Kepala Desa Karangrejek, Kasdi Siswo Pranoto mengharapkan agar peluang usaha budidaya semut Rang – Rang tersebut segera mendapat perhatian dan bimbingan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal pengembangannya. Selain merupakan usaha yang masih terbilang menjanjikan, program budidaya semut juga dinilai dapat memberikan peluang kerja dan tambahan pendapatan masyarakat di masa mendatang. (Wheny Marissa)
Makanan semut rangran
Makanan semut rangran
Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari. Selain butuh protein, semut rangrang memerlukan makanan tambahan berupa gula. Untuk mendapatkan gula, semut rangrang lebih suka mencari cadangan gula seperti embun madu (yang dikeluarkan oleh serangga pengisap cairan tanaman) atau nektar. Embun madu tersebut diperlukan sebagai energi tambahan pada periode awal pembangunan sarang. Maka, ketika membangun sarang, semut rangrang mencari
daun-daun muda yang dihuni oleh serangga penghasil embun madu dan memasukkannya ke dalam sarang. Anda akan menemukan berbagai jenis serangga penghasil embun madu seperti kutudaun, kutu perisai dan kutu putih di dekat atau di dalam sarang semut rangrang.
Keberadaan serangga penghasil embun madu di dekat sarang semut rangrang telah menimbulkan dugaan bahwa 'semut rangrang pada tanaman jeruk justru menjadi penyebab meningkatnya populasi serangga penghasil embun madu'. Namun berdasarkan temuan dan pengalaman petani jeruk, pendapat tersebut dianggap kurang tepat karena 'peledakan populasi serangga penghasil embun madu tidak pernah terjadi apabila anda memelihara semut rangrang dan menghindari penggunaan pestisida'.
Semut rangrang memang memerlukan gula dari serangga penghasil embun madu tetapi
jika jumlah gula yang dihasilkan oleh serangga ini lebih besar dari kebutuhan koloninya, maka
semut akan membunuh serangga tersebut.
daun-daun muda yang dihuni oleh serangga penghasil embun madu dan memasukkannya ke dalam sarang. Anda akan menemukan berbagai jenis serangga penghasil embun madu seperti kutudaun, kutu perisai dan kutu putih di dekat atau di dalam sarang semut rangrang.
Keberadaan serangga penghasil embun madu di dekat sarang semut rangrang telah menimbulkan dugaan bahwa 'semut rangrang pada tanaman jeruk justru menjadi penyebab meningkatnya populasi serangga penghasil embun madu'. Namun berdasarkan temuan dan pengalaman petani jeruk, pendapat tersebut dianggap kurang tepat karena 'peledakan populasi serangga penghasil embun madu tidak pernah terjadi apabila anda memelihara semut rangrang dan menghindari penggunaan pestisida'.
Semut rangrang memang memerlukan gula dari serangga penghasil embun madu tetapi
jika jumlah gula yang dihasilkan oleh serangga ini lebih besar dari kebutuhan koloninya, maka
semut akan membunuh serangga tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
