Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Pupuk Organik dari Kotoran Sapi

 
Pupuk Organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik, seperti kotoran, hewan ternak, sampah organik daun-daunan, dan bahan-bahan organik lainnya. Salah kotoran ternak yang dapat dibuat menjadi pupuk organik adalah kotoran sapi. Kotoran sapi sangat melimpah tersedia di pedesaan sebagai sentra usaha ternak sapi. Untuk mengantisipasi pengaruh buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, maka kotoran sapi harus diolah menjadi pupuk organik yang sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Keuntungan lain dari penggunaan pupuk rganik adalah dapat menghemat biaya produksi pertanian.
Untuk membuat pupuk organik, bahan baku utama yang digunakan adalah limbah ternak berupa kotoran sapi yang bercampur dengan sisa makanannya dan bercampur dengan air kencingnya. Bahan baku ini disediakan lebih kurang masing-masing 10 karung (beratnya 30 kg/karung). Bahan tambahan (substituen) adalah urea, SP-36, abu sisa pembakaran sampah/abu rumah tangga, serbuk kayu, kalsit. Starter digunakan EM4 (efective microorganism).

Peralatan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk organik antara lain bak (kotak kayu ukuran 1x1x1 m) 3 buah, sekop, ember, ayakan, termometer, karung/kampil, timbangan, kantong plastik, dan lain-lain. Langkah-langkah pembuatan pupuk organik dilakukan dengan tiga tahap sebagai berikut:



  1. Bahan kotoran ternak disiapkan dengan kelembaban sekitar 60 %. Bila bahan terlalu becek atau kelembaban lebih dari 60 % maka kotoran ternak didiamkan beberapa waktu hingga mencapai kelembaban yang diinginkan. Bila kotoran ternak terlalu kering, maka perlu disiram dengan air agar mencapai kelembaban 60 %. Setelah kotoran ternak kelembaban mencapai 60 %, selanjutnya ditambah dengan serbuk gergaji, starter, urea, dan SP-36, lalu dicampur hingga rata. Diamkan bahan ini selama 1 minggu.
  2. Bahan-bahan pada proses nomor 1 dibalik dengan cara dipindahkan ke bak yang lain. Pada saat pembalikan ini, dilakukan penambahan abu dan kalsit. Proses yang berlangsung sekitar 3 minggu ini perlu dijaga kelembabanya dan suhunya dengan cara pembalikan.
  3. Pada tahap yang terakhir ini, bahan kompos akan mengalami penstabilan, yaitu suhu mulai turun ke suhu normal dan bahan sudah berbentuk remah. Kondisi ini menandakan bahwa bahan kompos telah menjadi kompos (pupuk organik), sehingga siap digunakan. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengemasan agar dapat disimpan atau diangkut ketempat lain.
 Demikian cara pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi secara sederhana, semoga bermanfaat.

Kamis, 09 Mei 2013

Urine Sapi untuk Obat Penyakit Manusia


Urine sapi adalah hasil ekskresi dari alat pencernaan sapi. Urine sapi selain memiliki kandungan nutrisi dan zat hara yang menyuburkan tanah dan sangat dibutuhkan bagi tumbuhan, urine sapi bisa digunakan untuk mengusir serangga. Hal ini di sebabkan karena bau dari urine sapi itu sendiri yang khas dan menyengat yang sangat tidak disukai oleh serangga, sehingga serangga akan menghindar apabila mendapati bau tersebut berada di dekatnya. (Phrimantoro, 1995). Di balik itu semua, ada satu hal yang sangat aneh terjadi di Negara India seperti yang diberitakan oleh merdeka.com pada hari Senin tanggal 11 Maret 2013 dua bulan yang lalu.

Di India, tepatnya di Mangalore negara bagian Karnataka telah beredar sebuah obat yang mujarab yang sedang populer untuk penyembuhan berbagai macam penyakit manusia. Anehnya obat ini terbuat dari urine sapi. Di negara kita, untuk bahan pupuk organik saja masih banyak yang enggan memanfaatkannya, padahan sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa urine sapi sangat baik untuk tanaman pertanian, apalagi untuk obat yang harus diminum. Wih, apa kira-kira mereka mau minum ya.

Obat ini diberi nama Gomutra Arka yang telah diproduksi oleh Govanithashraya Trust. Urine sapi yang digunakan berasal dari berbagai jenis sapi
di India. Obat ini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit ginjal, penyakit kulit, dan asam urat. Secara ilmiah, obat ini dapat memurnikan darah dan memperpanjang hidup manusia. Jika memang benar adanya, ternyata urine sapi memiliki berjuta-juta manfaat bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Betapa Tuhan menciptakan alam dan isinya saling terkait dan mempengaruhi, tetapi manusianya yang kurang mengerti akan hal yang demikian, sehingga terkadang kurang arif dalam memanfaatkan kekayaan alam ini, sehingga bukan manfaat yang kita petik, malainkan mudarat yang diterima. Semoga dengan berita tersebut, kita mau membuka pikiran kita untuk berwawasan lebih maju dan mau memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan untuk kita melalui penciptaan alam semesta ini.

Urine Sapi Banyak Manfaatnya

 

Urine sapi adalah air yang keluar dari alat kelamin sapi yang kita kenal dengan air kencing sapi. Bagi kebanyakan orang, urine sapi merupakan benda menjijihkan yang harus dibuang jauh-jauh. Selain bentuknya yang jorok, urine sapi ini dianggap sebagai zat yang mencemarkan udara karena baunya yang menyengat. Namun bagi sebagian orang yang mengetahuinya, urine sapi merupakan benda yang sangat banyak manfaatnya. Dengan sedikit olah, urine sapi ini menjadi benda yang berharga dalam bidang pertanian, yaitu sebagai pupuk organik yang sekaligus juga sebagai bahan pengusir hama tanaman yang sangat ampuh karena baunya yang menyengat. Urine sapi adalah hasil ekskresi dari alat pencernaan sapi. Urine sapi selain memiliki kandungan nutrisi dan zat hara yang menyuburkan tanah dan sangat dibutuhkan bagi tumbuhan, urine sapi bisa digunakan untuk mengusir serangga. Hal ini di sebabkan karena bau dari urine sapi itu sendiri yang khas dan menyengat yang sangat tidak disukai oleh serangga, sehingga serangga akan menghindar apabila mendapati bau tersebut berada di dekatnya. (Phrimantoro, 1995).

Pemanfaatan urine sapi masih jarang dilakukan oleh petani maupun peternak itu sendiri yang nota bene juga seorang petani. Hal ini karena kurangnya sosialisai oleh petugas dan pengetahuan para peteni dan peternak itu sendiri. Justru malah para blogger atau neter yang sering menggembor-gemborkan tentang pemanfaatan urine sapi bagi pertanian melalui tulisan dan artikel mereka pada media internet. Disadari atau tidak, dengan membiarkan urine sapi ini terbuang begitu saja, sesungguhnya kita telah menyia-nyiakan anugerah Tuhan yang sangat berharga.

Mengapa zaman dahulu sawah-sawah sangat subur dan jarang terserang hama, itu karena zaman dulu para petani sering menggembalakan kerbau maupun sapi di sawah, sehingga kotoran dan air kencingnya langsung masuk ke sawah yang akhirnya dapat menyuburkan tanah dan mengusir hama tanaman. Dengan penemuan baru di bidang pertanian, ternyata urine sapi bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pengusir hama tanaman yang sangat efektif dan murah, yaitu urine sapi dapat dioleh menjadi insektisida alami.

Insektisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh serangga pengganggu tanaman. Insektisida dapat membunuh serangga dengan dua mekanisme, yaitu dengan meracuni makanannya, dalam hal ini adalah tanaman dan dengan kontak langsung dengan serangga tersebut. Insektisida adalah suatu senyawa atau larutan di mana di dalamnya terdapat unsur-unsur kimia yang apabila tertelan atau terhirup oleh serangga akan mengacaukan system pencernaan serangga tersebut.

Saat ini produk  produk insektisida telah banyak berkembang, baik alami maupun sintetis. Akan tetapi prosentase petani lebih memilih menggunaka insektisida buatan pabrik dengan pertimbangan lebih praktis dan tidak repot serta ampuh dalam mengusir serangga. Padahal apabila di kaji lebih dalam, penggunaan insektisida sintetis dapat menurunkan kualitas produk pertanian. Hal ini disebabkan penyemprotan insektisida tidak hanya mengenai daun sebagai sasaran utama tetapi juga bagian lain tumbuhan temasuk buahnya. Sisa-sisa bahan kimia tersebut akan terus menempel dan terserap hingga mempengaruhi kualitas hasil panen yang akibatnya bila dikonsumsi manusia akan menimbulkan efek negative, misalnya pertumbuhan sel-sel yang tidak pada tempatnya.

Dengan alasan kesehatan dan nilai ekonomis tersebut di atas, maka hendaknya, kita para petani dan peternak memulai memanfatkan urine sapi ini, sebagai bahan organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kerusakan tanah akibat bahan kimia yang ditimbulkan oleh insektisida dan pupuk pabrikan, dan mengusir hama tanaman.

Kamis, 02 Mei 2013

Kelinci sebagai pilihan hewan ternak


Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang memiliki bulu tebal dengan telinga tegak panjang dan lebar. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae jenis pika yang pandai bersiul dan Leporidae. Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti anak kelinci. Pada awalnya kelinci dijinakkan sebagai hewan hias untuk dinikmati keindahannya, dan sebagai hewan percobaan, maka istilah kelinci percobaan sering dipakai orang untuk mengibaratkan sesuatu yang dijadikan percobaan. Selain itu, sebelumnya kelinci diburu orang di alam liar sebagai konsumsi yang dimanfaatkan dagingnya untuk bahan makanan. Kelinci memiliki daya adaptasi yang sangat baik, sehingga dapat hidup di berbagai belahan dunia.

Beberapa negara yang telah membudidayakan kelinci sebagai hewan ternak di antaranya adalah Spanyol, Perancis, Cina, dan Indonesia. Masyarakat Indonesia dari zaman dahulu telah mengenal kelinci dan mulai diternakkan sejak 1912 yang diawali oleh seseorang dengan kebangsaan Belanda. Kelinci yang dibudidayakan didatangkan dari negara India dan Cylon. Sekarang ini ternak kelinci sudah banyak dilaksanakan oleh berbagai kalangan masyarakat dari kelas atas sampai kelas bawah dengan tujuan yang berbeda, dari mulai untuk hiburan sebagai hewan hias sampai hewan ternak yang dimanfaatkan dagingnya untuk bahan berbagai jenis makanan olahan.

Kelinci, selain dapat dimanfaatkan dagingnya juga dimanfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik yang sangat baik sebagai pupuk tanaman pengganti pupuk kimia pabrikan. Berbagai makanan dari olahan daging kelinci di antaranya adalah sate, rendang, abon, sosis, bakso, dan dendeng. Selain itu, daging kelinci juga dapat dibuat untuk pengganti ayam oleh para penjual mi ayam menjadi mi kelinci. Memang lucu kedengarannya, mi kelinci, namun hal itu sudah banyak dilakukan dan ternyata mendapat respon yang bagus oleh para konsumen.


Budidaya kelinci sangat mudah perawatannya. Kelinci dapat diandalkan sebagai ternak penyedia daging yang berkualitas, karena daging kelinci memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, rendah kolesterol, dan rendah asam lemak jenuh. Sekarang ini, ternak kelinci mulai dilirik para peternak karena mudahnya perawatannya, tidak membutuhkan tempat yang luas, dan makanannya tersedia gratis di alam. Selain itu perkembangbiakannya tergolong sangat cepat, dalam satu tahun kelinci dapat beranak sampai dengan 6 kali dengan sekali melahirkan bisa 4 sapi 8 anak.

Kulit kelinci juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kulit bulu kelinci dapat digunakan sebagai bahan pakaian berbulu, jaket, selendang, tas, dompet, dan boneka.

Jumat, 26 April 2013

Alasan beternak sapi


Sapi adalah hewan peliharaan berkaki empat yang sudah banyak dibudidayakan di suluruh penjuru dunia. Jenis sapi yang dibudidayakan sangat beragam sesuai dengan daerah asalnya. Pemerintah Indonesia sekarang ini sedang menggalakan budidaya sapi yang memiliki manfaat yang sangat banyak, yaitu selain untuk dimanfaatkan dagingnya, sapi juga dapat dimanfaatkan kotorannya. Mengapa pemerintah gencar dalam menggalakan ternak sapi bagi masyarakat pedesaan? Berikut ini alasannya:

Pemerintah mencanangkan pembangunan di bidang peternakan akhir-akhir ini. Pembangunan peternakan bertujuan untuk meningkatkan produk hasil ternak, pendapatan para peternak, membuka lapangan kerja baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan jumlah populasi ternak sapi di Indonesia khususnya di pedesaan yang memiliki sumber-sumber pakan alami yang melimpah, dan meningkatkan kualitas genetika keturunan ternak sapi. Untuk itu, pemerintah bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dengan upaya mengembangkan bidang peternakan, khususnya ternak sapi.

Suplai daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak mengalami kendala dan hambatan. Beberapa faktor penghambat pemenuhan target pencapaian pemenuhan akan protein hewani bagi masyarakat adalah minimnya pengetahuan peternak, salah satunya dalam budidaya penggemukan sapi. Ini sangat merugikan bagi para peternak. Produksi peternakan yang masih terbatas, memicu import daging sapi dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Solusinya adalah dengan meningkatkan perkembangan peternakan sapi pedaging dengan menerapkan peternakan berbasis teknologi maju seperti yang dilakukan oleh negara lain yang telah berhasil. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan petani peternak itu sendiri.

Selasa, 23 April 2013

Semut Rangrang Semakin Sulit Ditemukan Di Alam


Keberadaan semut rangrang di alam semakin sulit ditemukan, stok kroto yang mengandalkan dari alam lama-kelamaan akan habis juga. Hal ini menuntut pemikiran kita untuk mencari solusinya agar semut rangrang penghasil kroto tidak punah. Dua tahun yang lalu, saya masih ingat, ketika anak saya yang pertama yang bernama Dimas Ibnu Al Rasyid baru berumur satu tahun dan baru bisa berjalan, kami bermain-main di belakang rumah, tanpa sengaja anak saya itu menarik daun pohon ketapang yang tingginya baru sekitar 50 cm. Apa yang terjadi? Ketika daun ketapan itu dilepaskan memantul, yang terjadi adalah anak saya itu dikerumuni semut rangrang yang terpental dari pohon ketepeng kecil itu.

Itu membuktikan bahwa, dua tahun yang lalu semut rangrang penghasil kroto masih sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah kita. Tapi apa yang terjadi sekarang ini? Sangat sulit untuk menemukan semut emas itu. Pada waktu itu di sekeliling rumah kami masih banyak sarang semut rangrang. Di pohon mangga, pohon ketapang, dan pohon popoan (bahasa Jawa), akan tetapi sekarang ini sudah tidak ada. Salah siapa itu? Tidak ada yang salah, memang itulah proses alam yang tergantung pada campur tangan manusia, manusia berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari alam, sementara belum banyak manusia yang mau perduli kepada alam itu sendiri.

Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, sudah dapat dipastikan, semut rangrang penghasil kroto akan punah juga. Namun alahamdulillah ada beberapa pemikir yang jenius yang telah berhasil mengembangkan budidaya kroto atau budidaya semut rangrang penghasil kroto.

Atas dasar alasan tersebut, maka kami kelompok tani ternak Saraswati berusaha untuk membudidayakannya. Berawal dari membeli bibit dari Yogyakarta dengan harga Rp. 150.000,- per sarang, kami membeli dua sarang, selanjutnya kami berniat untuk mengembangkannya dengan menambah sarang kami dari alam, sehingga dengan demikian, meskipun keberadaan semut rangrang penghasil kroto dari alam lama-lama habis, kita masih bisa melestarikannya dengan usaha budidaya ternak kroto secara modern dengan media barang bekas yang mudah kita dapatkan di rumah kita.

Marilah kita jaga alam kita ini, kita rawat dengan arif dan bijaksana, kita perbaiki alam kita dari kerusakan, karena sesungguhnya alam ini adalah titipan dari anak cucu kita yang sudah pasti akan diminta kembali oleh mereka bila sudah saatnya. Dengan membudidayakan semut rangrang, berarti kita turut menjaga kelestarian binatang pembantu petani ini dalam melawan hama tanaman, terutama tanaman buah.

Demikian semoga bermanfaat.

Rabu, 17 April 2013

Pakan Ternak Murah

KTT Saraswati, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah - Solusi Pakan Ternak Murah dalam usaha budidaya/peternakan dan perikanan.

Pakan ternak adalah suatu hal yang paling penting dalam usaha peternakan. Pakan ternak sangat berpengaruh pada besar kecilnya pendapatan atau keuntungan dalam beternak. Mengingat pentingnya pakan ternak, banyak perusahaan peternakan yang melakukan uji coba untuk menemukan pakan alternatif yang mudah, murah, dan bergizi. Akan tetapi di kalangan peternak tradisional biasanya hanya mengandalkan alam untuk kebutuhan pakan ternaknya atau bahkan mereka hanya mengandalkan pakan dari membeli pakan pabrikan.

Inilah yang membedakan peternak tradisional dangan peternak modern yang telah menggunakan teknologi maju dalam beternak dan selalu berinovasi mencari terobosan pakan ternak murah. Keengganan para peternak tradisional biasanya karena mereka belum mengetahui akan adanya teknologi dan penemuan baru tentang pakan ternak murah, informasi yang mereka peroleh sangat minim, sehingga untuk menyediakan pakan ternak, mereka cenderung untuk mengandalkan dari ketersediaan alam saja. Padahal kalau kita tahu bahwa, penemuan baru dalam dunia peternakan sangatlah banyak manfaatnya.

Langsung saja kami sampaikan beberapa alternatif pakan ternak murah.

Yang pertama pakan sapi murah, seperti pada postingan terdahulu, kami telah memberikan informasi tentang pakan sapi yang mudah dan murah namun tetap memiliki nilai gizi yang tinggi, yaitu jerami atau limbah tanaman padi. Jerami sangat melimpah, apalagi di pedesaan, bahkan saking banyaknya terkadang jerami dibakar oleh pemiliknya. Bagaimana jerami bisa menjadi pakan ternak yang bernilai gizi tinggi? Jawabanya adalah dengan difermentasi terlebih dahulu.

Yang kedua pakan lele murah, seperti postingan terdahulu, telah kami sampaikan alternatif pakan dalam budidaya lele dumbo, yaitu dengan memanfaatkan kototran sapi sebagai pakan lele pengganti pur/pakan pabrikan. Caranya adalah dengan difermentasi terlebih dahulu agar kandungan gas-nya menghilang, juga untuk menumbuhkan jasat renik dan cacing sebagai sumber makanan lele yang banyak mengandung protein sehingga tidak kalah dengan pakan pabrikan.

Yang ketiga pakan semut rangrang murah, budidaya kroto sekarang ini sedang marak dilakukan oleh para peternak, tidak terkecuali kelompok kami. Ternak semut rangrang penghasil kroto sangat mudah dilakukan bagi yang mengetahuinya. Sama seperti pada ternak lainnya, kunci utama keberhasilan ternak kroto ini juga tergantung pada pakan. Pakan semut rangrang sangat banyak macamnya dan pakan ini dengan sangat mudah bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar kita. Misalnya capung, jangkrik, tulang, dan ulat. Pakan yang kami anggap paling murah adalah ulat, yaitu ulat daun pisang. Ulat daun pisang sangat banyak dan bisa kita temukan di mana saja sepanjang ada tanaman pisang.

Yang keempat pakan kambing murah, ternak kambing biasanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, karena di sana banyak terdapat rumput yang tumbuh subur sebagai makanan utama kambing. Namun, bagaimana pada musim kemarau, di mana rumput dan daun-daunan mengering? Hal ini menjadi kendala bagi para peternak. Solusinya adalah dengan menggunakan teknologi modern dengan membuat pakan buatan yang bahannya mudah dan murah serta tersedia dengan melimpah di sekitar kita. Apakah itu? Jawabannya adalah gedebog pisang. Para ilmuwan/peneliti telah menemukan resepnya agar beternak kambing menjadi mudah dan tanpa menyita waktu untuk merumput, yaitu dengan fermentasi gedebog pisang. Hal ini telah banyak dilakukan oleh para peternak modern dan terbukti berhasil, dalam 3 bulan kambing mereka bertambah berat hingga mencapi 30 kg dan siap jual.

Demikian beberapa pilihan beternak yang dapat kita lakukan, semoga bermanfaat. Untuk detail tentang fermentasi gedebog pisang, tunggu postingan berikutnya. Terima kasih atas kunjungan anda, mohon maaf atas segala kekeliruan.

Selasa, 16 April 2013

Rahasia Budidaya Kroto


KTT SARASWATI, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah - Rahasia Budidaya Semut Rangrang Penghasil Kroto.

Budidaya kroto atau semut rangrang penghasil kroto sekarang ini sedang marak dilakukan oleh para peternak, alasannya adalah karena harga kroto yang kian hari kian melambung dan dapat memberikan inkam atau penghasilan tambahan yang sangat menjanjikan jika ditangani dan dijalankan dengan penuh ketekunan. Budidaya kroto ini telah banyak dilakukan oleh mereka yang telah mengetahui tekniknya, akan tetapi bagi sebagian orang yang belum tahu benar teknik budidayanya merasa kesulitan, sementara, ilmu tentang budidaya semut rangrang penghasil kroto ini tergolong masih sangat mahal. Teknik budidaya kroto yang benar masih susah didapatkan baik secara on line maupun off line.

Dengan alasan demikian maka,kami kelompok ternak Saraswati akan memberikan sedikit demi sedikit tentang ilmu dan teknik budidaya semut rangrang penghasil kroto berdasarkan pengalaman yang telah dan sedang kami lakukan tentang budidaya kroto ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua sebagai alternatif tambahan penghasilan bagi anggota kelompok Saraswati khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Setelah kami melakukan teknik budidaya kroto, dapat kami simpulkan bahwa ternak semut rangrang termasuk mudah untuk dilakukan. Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan cara ternak kroto.

Yang pertama, seperti pada postingan kami sebelumnya tentang bagaimana kita bisa mendapatkan bibit semut rangrang? Yaitu bisa dengan membeli dari peternak yang telah berhasil dan dapat juga dengan mengambil langsung dari alam. Dengan pengambilan langsung dari alam, diharapkan kita dapat menemukan ratu semut sebagai penghasil telur (kroto). Karena telur semut rangrang yang dihasilkan langsung dari ratu semut kualitasnya sangat bagus, untuk itu harus diupayakan dalam pengambilan sarang dari alam dilakukan dengan sangat hati-hati, agar sarang tidak rusak dan ratu semut tidak terjatuh dan hilang.

Apakah sarang yang kita dapatkan langsung dari alam ada jaminan akan ada ratunya? Tidak, beberapa sarang yang telah kami peroleh langsung dari alam, ternyata setelah kami teliti, baru satu sarang yang terdapat ratu semutnya, seperti gambar dan video pada postingan kami sebelumnya. (mohon maaf kami tidak menyertakan link pada postingan sebelumnya, untuk melihat postingan sebelumnya, anda bisa melihat daftar isi atau sitemap blog kami pada sidebar). Akan tetapi, meskipun kita tidak mendapatkan ratu semut, jangan khawatir, karena ternyata telur semut rangrang atau yang lebih dikenal dengan kroto itu tidak hanya dihasilkan oleh ratu semut saja.

Selain ratu semut, ternyata kroto juga dapat dihasilkan oleh semut prajurit yang berubah fungsi. Mengapa demikian? Untuk melanjutkan trah keturunan kerajaan semut, jika dengan mengandalkan ratu saja, maka generasi penerus kerajaan semut rangrang penghasil kroto lama-kelamaan akan musnah. Oleh karena itu jika dalam sebuah koloni semut tidak terdapat ratu maka, beberapa semut prajurit akan berubah fungsi sebagai penghasil telur menggantikan keberadaan ratu semut. Sehingga kita tidak perlu khawatir jika tidak memiliki ratu semut. Dengan semut prajuritpun, semut akan bisa berkembang dengan baik sehingga dapat menghasilkan kroto sebagai telur emas.


Dari mana asal ratu semut? Ratu semut berasal dari telur ratu semut atau telur prajurit yang berubah fungsi. Ratu semut biasanya muncul pada awal musim penghujan, kemudian disusul dengan munculnya pejantan tangguh yang siap mengawini ratu semut. Setelah kawin dan bertelur, biasanya ratu semut akan terbang dan mencari lokasi lain untuk berkembang biak. Mengapa demikian? Karena fungsi ratu semut adalah untuk menyebarkan semut rangrang agar cepat berkembang biak. Wah tidak bertanggung jawab itu ratu. Memang, hal ini dilakukan demi kelangsungan singgasana kerajaan perkrotoan, dengan jalan melebarkan daerah kekuasaan mereka.

Bagaimana penerapannya pada ternak kroto secara modern? Penerapannya sangat mudah, kita hanya tinggal memperbanyak koloni semut, niscaya telurnyapun akan otomatis banyak, semakin banyak jumlah semut rangrang maka semakin banyak pula telur/kroto yang dihasilkan. Bagaimana cara mendapatkan semut rangrang yang banyak? Nah inilah kunci sukses budidaya semut rangrang penghasil kroto emas, yaitu dengan jalan memperbanyak koloni, baik dengan ratu semut ataupun tanpa ratu semut. Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara memperbanyak koloni semut rangrang? Ada beberapa cara untuk memperbanyak koloni semut rangrang, yaitu bisa dengan membelinya, mencarinya di alam, dan satu cara lagi dengan kesabaran menanti semut berkembang sendiri, menunggu telur-telurnya menetas yang lama-kelamaan kan berkembang menjadi banyak, itu berarti kita jangan dulu-dulu memanen krotonya, kita fokuskan untuk membuat atau memperbanyak koloni terlebih dahulu. Setelah koloni semut rangrang yang kita pelihara bertambah banyak dan dirasa cukup bisa menghasilkan emas, kita bisa mulai memanennya.

Demikian sedikit pengetahuan kami, mudah mudahan bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan anda, mohon maaf bila terdapat kekeliruan.

Kamis, 11 April 2013

Ratu Semut Rangrang Kunci Sukses Budidaya kroto

 
KTT Saraswati, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen - Ratu semut rangrang adalah salah satu bagian dari keluarga koloni rangrang. Ratu semut rangrang bertugas menghasilkan telur sebagai sarana berkembang biak untuk meneruskan generasi kerajaan kroto. Selama ini banyak blog yang memberikan contoh dengan gambaran tentang ratu, namun itu semua malah membingungkan bagi para pemula ketika ingin mengetahui seperti ratu semut rangrang yang sebenarnya. Sampai kami harus membeli bibit semut rangrang dari peternak yang sudah sukses, itupun sampai sekarang kami belum pernah melihat apakah koloni semut rangrang yang kami beli itu ada ratunya atau tidak kami belum pernah melihatnya.

Dengan rasa keingintahuan yang tinggi, kami selalu mencari sarang semut rangrang dari alam. Akhirnya, tadi sore, sekitar pukul 17.00 WIB kami berhasil menemukan beberapa sarang semut rangrang, namun hanya dua sarang yang kami ambil, karena sarang lainnya telah ditinggalkan oleh penghuninya karena krotonya telah diambil oleh para pencari kroto. Dua buah sarang yang kami peroleh, kemudian kami tempatkan dalam sebuah kantong atau kandi, kami ikat dan kami bawa pulang, dengan harapan, pada sarang yang kami peroleh terdapat ratu semut rangrang.

Selepas maghrib, kami pindahkan semut rangrang dan krotonya ke dalam sarang buatan, yaitu toples. Cara pemindahannya sebenarnya cukup mudah, akan tetapi karena sifat semut rangrang yang agresif menyerang siapa saja yang mengganggunya, maka biasanya orang akan merasa takut dan enggan untuk melakukannya. Dengan sedikit keberanian, proses pemindahan koloni semut rangrang ke sarang buatan berupa toples akan sangat mudah dilakukan, dengan sedikit resiko terkena gigitan semut. Proses pemindahannya adalah sebagai berikut.

Cara memindahkan koloni semut rangrang dari sarang alam ke sarang buatan

Setelah mengambil sarang dari alam, kemudian kita siapkan tempat untuk memisahkan antara koloni semut rangrang dengan sarang berupa daun dari alam, resikonya adalah tergigit semut rangrang, jangan khawatir, itu tidak menjadi masalah, sebenarnya juga tidak terlalu sakit, dan sebentar saja rasa sakitnya hilang. Tempat untuk memisahkan sarang berupa daun dengan koloni semut rangrang adalah berupa bak plastik besar yang biasa digunakan untuk mencuci. Kemudian baluri sisi dalam bak tersebut dengan tepung kanji untuk mencegah semut rangrang melarikan diri, karena dengan tepung kanji, semut rangrang tidak akan bisa naik karena permukaan menjadi licin, sehingga semut rangrang akan tetap berada di bawah bak.


 Setelah sarang berupa daun berhasil kita keluarkan/buang, kemudian koloni semut rangrang yang berupa semut rangrang, kroto, dan mungkin juga ratunya kita masukkan ke dalam toples yang sebelumnya telah kita lobangi seperti postingan terdahulu. Kita tinggal tuang saja koloni semut rangrang ke dalam toples sebagai sarang baru. Kemudian toples yang telah berisi koloni semut rangrang tadi kita tempatkan pada rak yang kakinya telah ditempatkan pada wadah berisi air untuk menghindari semut rangrang berpindah ke sarang lain.


Dalam proses pemisahan sarang daun dengan koloni tersebut, kami melihat adanya kejanggalan. Ada sekerumunan semut rangrang yang saling bertumpukan seolah-olah sedang berebut sesuatu dan itu terjadi terus menerus, semut rangrang tersebut tidak mau ada yang pergi. Kami mencoba untuk mengusiknyapun semut rangrang itu tetap berkerumun tidak mau bubar. Sebenarnya apa yang mereka kerumuni? Jangan-jangan itu ratunya? Seperti yang terjadi pada lebah, ratu mereka selalu dikerumuni oleh para lebah sebagai bentuk perlindungan.



Selama setengah jam kami perhatikan sambil membuang sisa-sisa daun sarang dari dalam bak, kami tidak sabar akhirnya kami mengambil lidi dan mengusik sekali lagi kerumunan tersebut dengan lebih keras. Apa yang terjadi, kami kaget namun dengan rasa senang, gembira dan puas, akhirnya apa yang selam ini kami cari datang juga. Ternyata benar yang mereka kerumuni itu adalah ratu semut rangrang sebagai bentuk perlindungan terhadap ratu mereka yang bertugas untuk bertelur guna meneruskan keturunan mereka agar tidak punah. Perasaan senang, kaget, gembira, dan puas bercampur jadi satu, akhirnya kami menemukan dengan kerja kami sendiri, melihat dengan mata kepala kami sendiri, apa itu yang dinamakan ratu semut rangrang.

Ratu Semut Rangrang


Bentuknya sama seperti semut rangrang lainnya, yang membedakan adalah warnanya, ratu semut rangrang berwarna merah kehijauan, sedangkan semut rangrang berwarna merah kecoklatan. Perbedaan yang lebih mencolok adalah dari ukurannya, ukuran tubuh ratu adalah 5 hingga 10 kali lipat besarnya dari tubuh semut rangrang. Bagian ekornya terlihat sangat besar yang menandakan itu berisi telur yang siap dikeluarkan. Dengan ukurannya yang begitu besar, maka layak dalam setiap sarang dapat menghasilkan kroto hingga 1 ons perbulan. Mohon maaf fotonya kurang jelas karena itu screen shoot dari video mp4. Untuk mendapatkan gambar foto yang jelas kami mengalami kesulitan karena semut rangrang sangat sulit dipisahkan dengan ratunya, juga karena kami takut akan mengganggu ratunya.


Untuk lebih jelasnya, berikut ini videonya:


Demikian pengalaman kami, semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih atas kunjungan anda, pertanyaan bisa disampaikan lewat kotak komentar di bawah ini. Tunggu posting kami selanjutnya tentang budidaya semut emas penghasil kroto. Mari kita kupas tuntas segalanya tentang perkrotoan.

Rabu, 10 April 2013

Penyakit Reproduksi pada Ternak Sapi


KTT Saraswati Desa Tambaharjo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen - Ternak sapi adalah alternatif usaha yang telah dilaksanakan oleh masyarakat desa. Apalagi setelah pemerintah menggalakkan program budidaya sapi untuk tujuan swasembada daging sapi pada tahun 2014 nanti. Kelompok kami telah melakukan ternak sapi sejak tahun 2005, suka duka telah banyak kami lalui. Hingga saat artikel ini ditulis kami masih aktif budidaya sapi. Ada yang pembibitan dan sebagian ada yang penggemukan. Alasan pembibitan adalah untuk meningkatkan populasi sapi PO kami sedangkan alasan penggemukan agar hasilnya lebih cepat dinikmati sebagai tambahan inkam keluarga.

Suka duka yang kami alami kami rasakan bersama, segala masalah kami hadapi bersama. Namun ada beberapa masalah yang harus ditangani oleh petugas kesehatan hewan terkait, yaitu masalah penyakit reproduksi pada ternak sapi kami. Beberapa sapi yang kami pelihara, ada yang belum bisa bunting, padahal sudah berkali-kali kami kawinkan, baik dengan inseminasi buatan (IB) atau dengan kawin benggala. Ada juga sapi kami yang kurus dan nafsu makannya berkurang.

Permasalahan di atas bertolak belakang dengan tujuan pendirian kelompok ternak kami. Ada beberapa anggota yang merasa sedih bahkan merugi karena sapinya belum bisa bunting, padahal telah dipelihara sekian lama, dengan alasan demikian, sebagian anggota meminta kepada pengurus agar menukar dengan sapi yang untuk penggemukan. Memang, pembangunan peternakan sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang bertujuan mencukupi kebutuhan pangan yang bergizi, meningkatkan pendapatan petani dan penyediaan lapangan kerja melalui peningkatan populasi dan produksi hasil ternak. Pembangunan peternakan tersebut harus mampu menyentuh langsung kehidupan petani peternak dan masyrakat pada umumnya.

Dalam hal ini sub sektor peternakan merupakan salah satu alternatif usaha yang dapat meningkatkan pendapatan dan menampung tenaga kerja tanpa penambahan lahan. Salah satu hambatan yang kami hadapi dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak adalah adanya berbagai penyakit reproduksi yang merupakan faktor yang langsung berpengaruh terhadap populasi dan pengembangan ternak. Penyakit reproduksi pada ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petani khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Karena selain merusakkan kehidupan ternak, dan mneghambat perkembangan populasi juga dapat menular kepada manusia. Kasus gangguan reproduksi yang ditandai dengan rendahnya fertilitas induk, akibatnya berupa penurunan angka kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet, sehingga mempengaruhi penurunan populasi sapi dan pasokan penyediaan daging secara nasional.

Diantara gangguan reproduksi yang cukup mempengaruhi produktivitas ternak yaitu kemajiran pada ternak betina. Kemajiran ternak betina bisa disebabkan oleh infeksi penyakit ataupun non infeksi seperti gangguan hormon, kelainan bawaan, patologi kelamin dan pakan yang kurang nutrisi. Kerugian ekonomi akibat serangan penyakit dapat ditekan jika diagnosa, pencegahan, ataupun pengobatan dilakukan sedini mungkin, secara cepat dan tepat agar penyakit tidak menyebar ke ternak lain. Dan keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi ternak.

Penyakit reproduksi pada ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petani ternak kelompok Saraswati khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Karena selain merusakkan kehidupan ternak, dan mneghambat perkembangan populasi juga dapat menular kepada manusia. Diantara gangguan reproduksi yang cukup mempengaruhi produktivitas ternak yaitu kemajiran pada ternak betina. Kemajiran ternak betina bisa disebabkan oleh infeksi penyakit ataupun non infeksi seperti gangguan hormon, kelainan bawaan, patologi kelamin dan pakan yang kurang nutrisi. Kerugian ekonomi akibat serangan penyakit dapat ditekan jika diagnosa, pencegahan, ataupun pengobatan dilakukan sedini mungkin, secara cepat dan tepat agar penyakit tidak menyebar ke ternak lain. Dan keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi ternak.

Kemajiran ternak betina yang disebabkan oleh infeksi-infeksi penyakit yang umum dan sering terjadi di lapangan. Diantaranya penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur yang sering oleh aspergillus fumigatus, virus seperti IBR, bakteri seperti Brucellosis, dan parasit seperti Trichomoniasis. Pada umumnya pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi kandang yang bagus, vasksinasi, isolasi sedini mungkin jika ada hewan yang terserang infeksi penyakit kemajiran dan pemberian nutrisi yang baik pada hewan yang bunting.