Tampilkan postingan dengan label perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perikanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Pakan Lele Murah Memanfaatkan Daun-Daunan

 

Pakan lele adalah makanan untuk ikan lele yang merupakan sumber energi dan pertumbuhan serta perkembangbiakan lele. Pakan lele di alam adalah hewan-hewan kecil yang terdapat di sekitar habitat lele, di antaranya cacing, anak katak, plankton, jasad renik, dan hewan-hewan kecil lainnya. Seiring perkembangan teknologi, maka pakan lele ini telah banyak diproduksi secara masal oleh pabrik. Dengan pakan lele pabrikan ini, maka lele semakin mudah untuk dibudidayakan sebagai alternatif usaha untuk menambah penghasilan keluarga.

Dengan pakan lele pabrikan/pelet, umur pemeliharaan lele menjadi lebih cepat, dalam waktu maksimal 2 bulan, lele sudah siap untuk dipanen. Namun di balik kemudahan itu, sekarang ini timbul masalah baru, yaitu semakin mahalnya harga pakan lele pabrikan/pelet, sementara peningkatan harga jual lele belum bisa maksimal, atau bisa dikatakan bahwa harga lele dari dulu hingga sekarang tetap saja pada kisaran Rp. 10.000,- hingga Rp. 12.000,- per kg. Hal ini yang mengakibatkan para peternak lele merugi. Harga pakan semakin mahal tetapi harga lele tetap.

Hal ini perlu dicarikan solusinya. Berbagai usaha dan uji coba telah dilakukan oleh para peternak lele yang kreatif. Dengan mencoba meramu pakan lele sendiri agar biaya produksinya bisa ditekan serendah mungkin. Ada beberapa peternak yang belum menemukan resep yang ampuh, yang ada lele tidak mau besar. Tetapi ada juga peternak yang telah menemukan resep mujarab ramuan pakan lele sederhana yang kualitasnya hampir menyamai pakan pabrikan/pelet.

Berikut ini kami sampaikan trik dan tips bagaimana cara membuat pakan lele berkualitas dengan bahan yang murah yang mudah kita dapatkan di lingkungan sekitar kita. Resep ini telah banyak dipraktikan oleh para peternak lele dan hasilnya cukup memuaskan, jika ingin mencobanya, inilah resepnya:

Bahan-Bahan
  1. Daun turi
  2. Daun lamtoro
  3. Daun pepaya
  4. Daun kangkung
Resep ini tetap masih membutuhkan sumbangan protein dari pelet, namun jumlah pelet yang dibutuhkan tidak begitu banyak. Dalam waktu 2 bulan dengan bibit lele sebanyak 1000 ekor hanya membutuhkan pelet pabrikan sebanyak 42 kg. Sementara jika budidaya lele murni menggunakan pakan pelet, untuk 1000 ekor lele sampai panen membutuhkan pelet sebanyak 80 kg.

Cara Pemberian Pakan Lele
  1. Pada minggu I, benih lele ukuran 5-7 cm diberi pakan pelet sebanyak 2 kg, pada minggu II diberi pakan pelet sebanyak 3 kg, pada minggu III diberi pakan pelet sebanyak 4 kg.
  2. Pada minggu IV ini lele sudah mulai diberi makan daun-daunan dan masih tetap diberi pakan pelet. Pada minggu IV diberi pakan berupa pelet 4 kg, daun turi 2 kg, lamtoro, 1 kg, pepaya 2 kg, dan kangkung 1 kg. Daun-daunan tersebut harus dipotong kecil-kecil agar lele mudah untuk memakannya.
  3. Pada minggu V diberi pakan pelet 5 kg, turi 2 kg, lamtoro 1 kg, pepaya 2 kg, dan kangkung 2 kg.
  4. Pada minggu VI diberi pakan pelet 6 kg, turi 3 kg, lamtoro 2 kg, pepaya 3 kg, dan kangkung 3 kg.
  5. Pada minggu VII diberi pakan pelet 8 kg, turi 4 kg, lamtoro 2 kg, pepaya 4 kg, dan kangkung 4 kg.
  6. Pada minggu VIII diberi pakan pelet 10 kg, turi 5 kg, lamtoro 3 kg, pepaya 5 kg, dan kangkung 5 kg.
Setelah lele berumur IV minggu, pemberian daun-daunan dapat langsung diberikan tanpa dipotong kecil-kecil, karena pada umur IV minggu lele sudah mulai besar dan kuat. Daun kangkung dapat diganti dengan daun enceng gondok atau daun singkong. Demikian resep sederhana ini, mudah-mudahan bermanfaat. Mari kita selalu bertukan info yang bermanfaat, semoga mendapatkan berkah.

    Rabu, 08 Mei 2013

    Budidaya gurami alternatif usaha sampingan

     

    Budidaya gurami adalah usaha memelihara ikan gurami untuk mendapatkan keuntungan melalui pembenihan, pembibitan, dan atau pembesaran. Salah satu usaha yang dilakukan oleh para peternak sapi di Desa Tambaharjo adalah budidaya ikan gurami. Setelah sibuk seharian menggarap sawah dan memberi pakan ternak sapinya, para peternak yang tergabung dalam KTT SARASWATI memanfaatkan waktu luangnya untuk memberi makan ikan gurami di kolam. Budidaya gurami ini dipilih mengingat, jenis ikan ini tidak memerlukan perawatan khusus, asal diberi makan daun-daunan lama-kelamaan akan tumbuh menjadi besar tanpa harus membeli pelet mahal seperti pada budidaya lele.

    Beberapa orang anggota kelompok telah melakukan budidaya gurami. Ada yang memanfaatkan lahan kosong dengan dibuat kolam tanah, ada juga yang menggunakan kolam terpal. Budidaya gurami tidak membutuhkan biaya produksi yang mahal, karena tidak harus membeli pelet/pakan ikan pabrikan, cukup dengan memberi makan dengan dedaunan yang banyak tersedia di lingkungan sekitar desa Tambaharjo. Ikan gurami juga termasuk ikan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Harga ikan gurami saat ini Mei 2013 berkisar antara Rp. 31.000,- hingga Rp. 35.000,- per kg.


    Diperkirakan lebaran Idul Fitri nanti harga gurami akan naik hingga mencapai angka Rp. 40.000,- per kg. Ini merupakan momen yang sangat bagus, karena diperkirakan, lebaran nanti, ikan gurami kami telah memasuki masa panen. Dengan modal hanya tenaga untuk mencari daun-daunan, kami akan mendapatkan keuntungan dari penjualan ikan gurami kami. Permodalan budidaya ikan gurami kelompok kami berasal dari bantuan pemerintah melalui program PUMP, sehingga setelah panen nanti, kami para anggota kelompok harus mengembalikan modal awal yang kami terima kepada kelompok ditambah 5 % dari keuntungan untuk tambahan kas kelompok.

    Pengembalian modal tersebut akan dibelikan bibit gurami lagi dan akan digulirkan kepada anggota yang lainnya, sedangkan keuntungan atau kelebihan nilai jual dari harga pokok, sepenuhnya menjadi hak para anggota masing-masing yang melakukan budidaya. Kunci keberhasilan kegiatan ini adalah kekompakan para anggota untuk bersama-sama mengatasi kesulitan yang kami hadapi. Dengan bersatu, sesuatu yang berat akan terasa ringan. Saling berbagi informasi dan pengalaman harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas masing-masing SDM kelompok.

    Ini adalah salah satu contoh kegiatan ekonomi pedesaan yang harus dikembangkan. Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk keberhasilan usaha ini, yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat Tambaharjo pada umumnya. Kegiatan semacam ini hendaknya harus didukung dan dikembangkan, agar penduduk desa Tambaharjo menjadi penduduk yang produktif, mengingat sebagian besar mata pencahariannya sehari-hari dengan bertani, sementara kegiatan bertani dalam satu tahun hanya membutuhkan waktu sebanyak 4 bulan, dan 8 bulan selebihnya dihabiskan dengan menganggur.

    Mudah-mudahan pemimpin desa Tambaharjo yang akan datang perduli dengan kegiatan semacam ini dan mau mendukung dan mengembangkannya bersama seluruh masyarakatnya.

    Selasa, 07 Mei 2013

    Kutu Air sebagai Pakan Benih Ikan


    Kutu air adalah hewan air yang tergolong ke dalam udang-udangan kecil sebagai jasad renik yang termasuk ke dalam Filum Arthropoda, kelas Crustacea, ordo Phylopoda, family Dephnidae, dan genus Daphnia. Kutu air dikenal sebagai pakan benih ikan. Jenis kutu air yang digunakan untuk pakan benih ikan adalah jenis Moina yang berukuran 500-1000 mikron dan Daphnia yang berukuran 1000 hingga 5000 mikron. Tempat hidup Moina dan Daphnia adalah di perairan tawar. Binatang ini memakan detritus dan tumbuh-tumbuhan kecil.

    Siklus hidup kutu air sangat singkat, yaitu dari telur hingga dewasa kira-kira hanya 4 sampai 5 hari. Umur hidup binatang ini juga tergolong singkat, yaitu antara 12 sampai 30 hari. Hewan ini banyak ditemukan di selokan-selokan yang airnya mengalir tidak deras. Biasanya para pembenih ikan mencarinya di selokan apabila mereka baru memijahkan ikannya. Dengan mencari di alam, kutu air ini tidak bisa didapatkan dalam jumlah yang banyak dan kemungkinan akan cepat habis.

    Untuk mengatasi kesulitan dan kelangkaan kutu air di alam, maka diupayakan untuk membudidayakannya sendiri, dengan cara mengkulturnya. Untuk mengkultur kutu air ini, dapat menggunakan wadah yang terbuat dari kayu yang dilapisi plastik/Terpal atau menggunakan kolam beton/semen, atau wadah lain yang dapat menampung air dan tidak bocor.

    Cara mengembangbiakkan kutu air ini sebenarnya sangat mudah, namun memerlukan ketekunan. Caranya adalah wadah/media pemeliharaan diisi dengan air yang bersih 30 sampai 60 cm tingginya. Karena kutu air tidak terlalu banyak membutuhkan sinar matahari, maka sebaiknya tempat pemeliharaan tidak langsung terkena cahaya matahari, yaitu agar di tempatkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari secara langsung.

    Media yang digunakan untuk budidaya kutu air adalah kotoran ayam atau bisa juga menggunakan pupuk kandang dari hewan lainnya. Caranya, kotoran ayam dikeringkan terlebih dahulu, setelah kering langsung dimasukkan ke dalam wadah media pemeliharaan. Perbandingan media berupa kotoran ayam dengan air adalah 1 kg kotoran ayam untuk 9 liter air. Media pemeliharaan tersebut, airnya harus mengalir terus menerus meskipun dalam debit yang kecil, atau dapat juga menggunakan aerator yang dapat dibeli di toko-toko peralatan perikanan terdekat dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp. 50.000,-.

    Hal yang tidak kalah pentingnya dalam kultur kutu air adalah pemberian pakan. Untuk pakan bisa digunakan bungkil kelapa yang diblender sampai halus dan dicampur dengan larutan kotoran ayam 1 liter dan diaduk hingga tercampur rata. Kemudian campuran tersebut diperas untuk diambil airnya. Nah air perasaan media itulah yang akan digunakan sebagai pakan kutu air.

    Setelah media budidaya kutu air didiamkan selama 10 hari, berarti media sudah siap, masukan air perasaan larutan kotoran ayam dan bungkil kelapa halus sebagai pakan, kemudian tebarkan bibit kutu air ke dalam kolam pemeliharaan. Bibit kutu air dapat diperoleh langsung dari alam atau membeli dari para peternak ikan lainnya. Apabila harus mencari dari alam, sediakan beberapa alatnya, yaitu lempengan putih, bisa kayu, keramik, atau benda lain yang berwarna putih yang berbentuk lempengan.

    Masukkan lempengan ke dalam air selokan, jika di bagian atas lempengan terlihat seperti kumpulan awan, itu berarti terdapat kutu air. Untuk menangkapnya, gunakan saringan halus atau kain kasa, atau kain yang tipis. Penangkapan kutu air di alam hendaknya pada saat air masih jernih. Setelah bibit kutu air didapat, segera tebarkan ke media pemeliharaan agar tidak mati. Jangan lupa, air pada media pemeliharaan harus terus mengalir atau bisa gunakan aerator.

    Perkembangbiakkan kutu air sangat cepat, dalam waktu 7 hingga 10 hari, kutu air akan beranak pinak ribuan kali lipat dari jumlah bibit yang ditebarkan. Kepadatan kutu air akan mencapai 3000 hingga 5000 ekor per liter air, dan siap untuk dipanen.

    Demikian semoga bermanfaat.

    Kamis, 02 Mei 2013

    Mengenal lele lebih dekat


    Lele adalah ikan berkumis yang sangat dikenal oleh masyarakat sebagai ikan konsumsi sebagai lauk pendamping nasi. Lele mempunya bentuk badan yang berbeda dengan ikan lainnya. Kumis lele berguna sebagai alat penciuman yang berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan. Lele memiliki warna tubuh cokelat terang hingga gelap, bahkan ada juga yang berwarna hitam. Warna tubuh lele tidak berubah dari kecil hingga dewasa. berbeda dengan lele kampung, lele dumbo memiliki warna tubuh yang dapat berubah.

    Tubuh lele berbentuk memanjang dan di tengah tubuhnya memiliki potongan membulat dengan bentuk kepala pipih ke bawah dan bagian belakangnya berbentuk pipih ke samping. Bagian atas dan bawah kepala tertutup oleh tulang yang membentuk rongga di atas ingsang. Dalam rongga tersebut terdapat alat pernafasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Sirip ekor melengkung dan terpisah dengan sirip anal maupun sirip punggung. Pada bagian sirip dada dilengkapi dengan dua buah senjata tajam sebagai perlindungan diri dari serangan musuh yang banyak dikenal orang sebagai patil. Patil ini memiliki bisa sebagai alat pertahanan dari serangan lawan. Selain berfungsi sebagai alat perlindungan, patil ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk melompat dan merayap dari satu tempat ke tempat lain yang diinginkan jika dirasa tempat tersebut tidak aman.


    Ikan lele dapat ditemukan hampir di semua perairan air tawar, di antaranya, sungai, danau, sawah, dan waduk. Ikan lele adalah binatang malam, yaitu ikan yang aktif mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari lele bersembunyi di tempat yang aman, misalnya di lobang persembunyian. Ikan lele sangat mudah beradaptasi di segala perairan, sehingga mudah untuk dibudidayakan. Ikan lele dapat dipelihara pada genangan air yang memiliki kandungan oksigen rendah sekalipun, karena lele memiliki alat pernafasan tambahan yang disebut aborescen.

    Alat pernafasan tambahan pada lele merupakan lembaran membran yang berlipat-lipat penuh dengan kapiler darah yang terletak di dalam rongga udara sebelah atas insang. Kebiasaan ikan lele muncul di permukaan air adalah untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Ikan lele sangat kuat bertahan di berbagai kondisi air, meski tercemar oleh bahan organil sekalipun. Sehingga sangat cocok untuk ikan peliharaan yang dapat mendatangkan keuntungan.

    Lele adalah ikan pemakan daging yang dalam istilah biologinya adalah karnivora. Lele memakan apa saja yang berada di dekatnya, oleh karena itu lele juga dapat memakan lele lain yang lemah, atau dengan kata lain kanibal. Sifat kanibalisme ini muncul ketika lele peliharaan kekurangan makanan. Di alam bebas, makanan ikan lele adalah jasad renik seperti kutu air, cacing, siput, keong, jentik nyamuk, dan hewan kecil lainnya. Mudahnya mendapatkan pakan lele inilah yang mendorong para peternak lele membudidayakan hewan berkumis ini.

    Lele berkembang biak dengan telur. Induk lele jantan memiliki sifat kibuah sehingga dapat mengasuh anaknya lebih baik dari pada induk betinanya. Pemijahan ikan lele yang baik adalah pada musim penghujan. Induk jantan dan betina akan berpasangan mencari tempat sebagai sarang untuk bertelur jika gonat sudah matang. Setelah lele betina bertelur diikuti oleh induk jantan mengeluarkan spermannya untuk membuahi telur tersebut yang telah ditempelkan pada sarang. Dalam beberapa hari, telur lele akan menetas.

    Mengapa memilih budidaya gurami



    Gurami adalah ikan air tawar yang memiliki sisik di seluruh tubuhnya, bentuk ikan gurami lebar dan agak panjang. Gurami merupakan ikan budidaya yang sekarang ini sedang marak dibudidayakan oleh masyarakat, mengingat beberapa keunggulannya dibanding beberapa ikan budidaya air tawar lainnya. Meskipun ikan gurami dikenal sebagai ikan yang tergolong lambat pertumbuhannya, namun ikan ini banyak digemari para pembudidaya ikan sebagai salah satu andalan ikan budidaya yang memiliki harga cukup lumayan.

    Mengapa memilih ikan gurami untuk dibudidayakan? Beberapa alasannya adalah karena gurami memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh ikan lainnya. Beberapa keuntungan membudidayakan ikan gurami adalah sebagai berikut:

    Daging gurami sangat khas

    Ikan gurami memiliki serat daging yang kesat dan empuk dengan citarasa yang khas disempurnakan dengan rasa gurihnya yang mengundang ketagihan dengan cara pengolahannya yang sangat mudah, sehingga ikan ini sangat disukai banyak orang, terbukti di sepanjang jalan raya sekarang ini bermunculan warung makan dengan menu ikan gurami bakar. Dengan rasanya yang lezat dan nikmat sebagai lauk pendamping nasi, ikan ini menjadi primadona bagi pecinta ikan air tawar, sehingga harganyapun menjadi cukup mahal.

    Gurami mudah dibudidayakan

    Ditinjau dari makanannya, ikan gurami termasuk jenis ikan yang sangat mudah dipelihara. Ikan ini tidak membutuhkan perawatan khusus dalam budidaya pembesarannya. Ikan gurami dapat memakan apa saja, sehingga mudah pemeliharaannya. Di alam bebas, gurami memakan apa saja yang ada di sekitar habitatnya. Pada masyarakat umum, pakan gurami biasanya terdiri dari daun-daunan, seperti daun keladi, daun kangkung, sawi/cesin, bahkan termasuk daun-daunan yang tumbuh di permukaan air sawah sebagai pengganggu petani juga bisa digunakan untuk pakan gurami.


    Gurami dapat dibudidayakan di berbagai media air

    Ikan gurami memiliki sifat yang mudah beradaptasi, sehingga dapat hidup di mana saja termasuk di air tergenang. Biasanya budidaya gurami dilakukan pada media kolam tanah di areal persawahan yang luas dengan air yang mengalir. Namun sekarang ini telah banyak dilakukan budidaya gurami pada media air tergenang, seperti kolam terpal, kolam beton/cor/semen, dan kolam tanah dengan air tergenang atau diam tanpa ada pembuangan atau pemasukan air sirkulasi.

    Mudah berkembang biak

    Ikan gurami termasuk ikan yang sangat mudah berkembang biak. Ikan gurami sangat mudah dibenihkan. Menurut seorang pembudidaya yang kami temui di desa Wijahan, Sumpiuh, Banyumas, ikan gurami mudah untuk dipijahkan. Untuk ukuran kolam satu meter persegi, kita dapat menebar indukan jantan satu dan betina empat, dalam waktu yang tidak lama, ikan gurami akan melakukan perkawinan dan membuat sarang untuk bertelur. Telur ikan gurami yang dihasilkan dari satu indukan dapat mencapai seribu hingga enam ribu butir telur sekali bertelur.

    Gurami mudah dipasarkan

    Ikan gurami termasuk ikan air tawar yang laku dipasaran. Dalam skala bisnis, ikan ini dapat dipasarkan dalam berbagai ukuran. Ikan gurami dapat diproduksi dan dipasarkan dari ukuran benih hingga ukuran ikan konsumsi. Pemasaran hasil produksi ikan gurami ini bisa dilakukan sejak mulai dari telur, larva, ukuran biji oyong yang berumur satu bulan, ukuran daun kelor dengan umur 2 bulan, ukuran jari manusia dengan umur 3 bulan, ukuran karcis umur empat bulan, ukuran korek api umur lima bulan, dan ukuran selebar telapak tangan manusia dewasa dengan umur 6 bulan. Hasil produksi di atas dipasarkan dengan tujuan untuk dibudidayakan selanjutnya sesuai dengan target masing-masing pembudidaya, sedangkan untuk ukuran konsumsi, ikan gurami biasanya mulai dijual sebagai ikan konsumsi dengan bobot mulai dari 1 kg.

    Selasa, 30 April 2013

    Budidaya lele sangkurian dengan kolam terpal



    Lele Sangkuriang adalah hewan jenis ikan berkumis yang merupakan lele dumbo strain baru hasil dari rekayasa genetic yang dilakukan oleh BBAT Sukabumi. Rekayasa genetika ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ikan lele budidaya untuk menambah keuntungan secara ekonomis. Salah satu keunggulannya adalah masa panen yang semakin cepat, sehingga dapat menekan biaya produksi pakan ternak.

    Seperti kita ketahui, bahwa lele adalah hewan sejenis ikan yang merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia. Budidaya lele dipilih oleh para peternak dengan alasan mudahnya cara budidayanya dan masa panennya yang tergolong cukup singkat.

    Lele dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit dengan sumber air yang terbatas. Budidaya lele tidak memerlukan perawatan yang merepotkan. Ikan berkumis ini dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar rumah kita yang notabene sempit sekalipun. Budidaya lele dapat dilakukan dengan menggunakan kolam tanah, kolah semen, bahkan kolam Terpal.


    Kemudahan inilah yang membuat masyarakat Indonesia melirik budidaya lele. Selain itu, yang lebih penting adalah mudahnya pemasaran ikan ini. Segala jenis usaha, kunci suksesnya adalah pada pemasaran. Untuk budidaya lele sangkuriang, pemasaran tidak menjadi masalah. Ikan ini laris manis di pasaran. Hampir semua orang menyukai kelezatan daging ikan berkumis ini, selain rasanya yang lezat, ikan lele juga banyak mengandung vitamin dan protein, harganyapun sangat terjangkau.

    Prospek cerah budidaya lele sangkuriang ini, akhir-akhir ini semakin cerah, mengingat harga ayam pedaging semakin melambung, sehingga para konsumen beralih untuk mengkonsumsi lele. Protein dari lele sangkuriang ini sangat baik untuk anak-anak. Keuntungan lain budidaya lele sangkuriang adalah makanannya yang sangat mudah, selain pellet, lele ini juga suka dengan segala jenis hewan, kita dapat memanfaatkan keong sebagai sumber makanannya. Keong ini tersedia melimpah di areal persawahan.

    Tren sekarang, budidaya lele dilakukan pada kolam terpal. Selain praktis, ekonomis, juga tidak membutuhkan lokasi dan air yang banyak. Dengan menggunakan kolam terpal, ikan lele dapat terhindar dari pemangsaan ikan liar pada masa kecilnya. Dengan menggunakan kolam Terpal, penggantian air sangat mudah dapat dilakukan, Apalagi ketika musim panen tiba, kita tinggal membuka pembuangan air. Berbagai kemudahan bisa kita dapatkan pada budidaya lele pada media kolam Terpal.

    Kamis, 25 April 2013

    Prospek Cerah Budidaya Gurami


    Gurami yang memiliki nama latin osphronemus gouramy adalah merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan akhir-akhir ini karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan gurami merupakan produk andalan bagi para petani ikan, karena mudahnya perawatan dan harganya yang cukup tinggi. Hanya saja ada satu kendala yang masih merupakan hambatan bagi mereka, yaitu bahwa pertumbuhan ikan gurami sangat lambat, sehingga kurang cepat masa panennya.

    Untuk mengatasi hal itu, dituntut kreatifitas para petani ikan untuk mencari solusi pakan gurami yang dapat mempercepat pertumbuhaannya. Cara yang bisa ditempuh, salah satunya adalah dilakukan dengan memperbaiki kualitas pakan ikan tersebut. Untuk membuat pakan gurami yang berkualitas dengan biaya produksi yang rendah, kita dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang seluk beluk ikan gurami.

    Gurami adalah ikan pemakan daun-daunan dan tumbuhan di alam, sehingga para petani ikan selama ini hanya mengandalkan daun-daunan sebagai pakan gurami, sehingga pertumbuhan ikan gurami sangat lambat. Untuk mengatasi lambatnya pertumbuhan gurami, bisa dilakukan dengan pemberian pakan tambahan berupa protein hewani. Gurami yang diberi pakan campuran tersebut, pertumbuhannya akan relatif lebih cepat.

    Faktor penting untuk memperbaiki pertumbuhan ikan gurami adalah dengan menyediakan pakan yang memadai dengan jumlah yang cukup, terus-menerus, dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Pakan tambahan yang dibeli dari pabrik berupa pelet harganya sangat mahal, sehingga para petani lebih memilih pemberian pakan secara alami dengan daun-daunan.

    Dengan alasan tersebut di atas, mari kita bersama-sama mencari solusinya untuk mencari pakan alternatif gurami yang murah namun memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

    Selasa, 23 April 2013

    Prospek Cerah Budidaya Sidat

    Budidaya Sidat Masih Sepi Peminat
    Sumber: http://www.trobos.com/

    Secara alami negeri ini surga bagi sidat berkembangbiak. Selama sidat belum dapat dipijahkan di kolam budidaya, maka Indonesia diuntungkan.

    Dalam beberapa tahun terakhir ikan sidat asal beberapa negara produsen seperti Jepang (jenis Anguilla japonica) dan Eropa  (jenis Anguilla anguilla danAnguilla rostrata) produksinya terus merosot. Penurunan ini disebabkan antara lain karena konsumsi berlebih, sementara benih yang dikembangkan masih mengandalkan hasil tangkapan alam yang sangat terpengaruh oleh perubahan iklim global. Sampai hari ini, teknologi budidaya belum berhasil memijahkan ikan sidat di kolam-kolam budidaya.


    Fakta ini tak urung membuat dunia mulai mengalihkan minatnya ke sidat asal daerah tropik. Dan sidat asal Indonesia adalah salah satu yang banyak diburu untuk mengisi pasokan. Indonesia, memiliki potensi dan keragaman jenis ikan sidat yang tinggi. Dari 18 spesies sidat di dunia, 12 spesies diantaranya terdapat didaerah perairan Indonesia seperti pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

    Dibenarkan H Ishitani,President Director PT Jawa Suisan Indah – bergerak di bisnis budidaya pembesaran dan produksi fillet sidat yang berlokasi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat— perburuan benih sidat bahkan sudah mengarah pada maraknya ekspor ilegal. “Terutama jenis Anguilla bicolor, jenis ini banyak dicari karena rasanya enak untuk dibuat olahan hilir yang namanya kabayaki,” ungkap dia.

    Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor PER.19/MEN/2012, jelas menyebutkan larangan bagi siapapun membawa sidat yang berukuran kurang dari atau sama dengan 150 gram per ekor, keluar dari wilayah negara Republik Indonesia. Tujuannya, melindungi sumber daya benih sidat nasional agar tidak terkuras, serta mendorong budidaya pembesaran dikembangkan di dalam negeri, sehingga menggerakkan perekonomian masyarakat.

    Dijabarkan oleh Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Dwika Herdikiawan permen larangan ekspor benih yang terbaru ini mempermudah pengawasan pihak karantina dalam mencegah ekspor ilegal benih sidat. Sebelumnya pengaturan larangan bersifat 3 dimensi, ukuran panjang sampai 35 cm dan/atau berat sampai 100 gram per ekor dan/atau berdiameter 2,5 cm. “Tapi sekarang cukup dengan menyebut dilarang mengekspor ukuran kurang atau sama dengan 150 gram,” tegasnya. Artinya benih ukuran glass eel (0,17 gram), elfer (3 gram) maupun finger ling (20 gram), haram hukumnya di perdagangkan ke luar negeri.

    Ekspor Benih Ilegal
    Faktanya, benih sidat terutama ukuran glass eel banyak dijual ke luar negeri tanpa dokumen resmi. Dikatakan Ishitani yang rutin menyerap benih dari para penangkap benih, ekspor ilegal telah memicu lonjakan harga benih sidat di pasar dalam negeri. Harga benih yang 3 tahun lalu hanya Rp 300 – 400 ribu per kg, kini mencapai Rp 1,5 juta per kilogramnya. “Pasalnya pelaku ekspor ilegal berani menawar lebih tinggi kepada penangkap benih. Kita harus berani membeli dengan harga tinggi juga. Kalau tidak, tidak akan dapat benih,” ujarnya. Ia menambahkan, di Jepang benih dibanderol sampai Rp 200 juta per kg.

    Nur Kholik, pelaku pembesaran benih (pendederan) sidat asal Bogor, Jawa Barat, membenarkan pasokan sidat dunia menurun jauh akibat susutnya benih, terutama jenis Anguilla japonica asal Jepang. Sementara, benih Anguilla spp di Indonesia masih berlimpah dan pemanfaatannya melalui budidaya yang intensif dan pengolahan produk oleh pelaku dalam negeri masih terbatas sekali. ”Inilah yang memicu pencurian benih sidat dari wilayah Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan industri budidaya dan industri pengolahan sidat di beberapa negara,” jelasnya. Ekspor ilegal benih terjadi karena iming-iming harga yang  sangat tinggi.

    Nur Kholik menyebut indikasi adanya pengiriman benih Anguilla spp yang mengisi pasar China, Taiwan, Hongkong, Korea dan Jepang. Karena itu ia memberi saran, perlu ada pengaturan secara komprehensif untuk izin pengeluaran benih sidat Anguilla spp dari wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) melalui pembatasan jumlah (kuota) dan jangka waktu tertentu. “Ditambah perhitungan yang matang untuk mempercepat akselerasi pengembangan industri budidaya dan pengolahan sidat,” imbuh dia.

    Menanggapi ini, Dwika mengakui pihaknya mendapat informasi adanya ekspor benih sidat  dengan modus operandi dicampur bersama pengiriman ikan hias. Meski tak menampik pernah satu kali menemukan kasusnya, Dwika berdalih diperlukan pembuktian yang lebih dalam lagi.

    Sulitnya Pakan Sidat
    Ketersediaan benih yang melimpah seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mengembangkan budidaya di dalam negeri. Belum berkembangnya usaha budidaya sidat dalam negeri bukan tanpa sebab. Salah satu yang utama adalah belum tersedianya pakan khusus ikan sidat.

    Diungkapkan Kholik, pakan buatan (pellet) dalam negeri yang khusus untuk sidat belum ada, sehingga selama ini pembudidaya menggunakan pakan ikan kerapu (protein tinggi) untuk pembesaran. Sementara untuk skala industri, terutama perusahaan asing sebagian mendatangkan pakan dari Jepang, Taiwan atau China. “Pakan ini berbentuk tepung yang aplikasinya dicampur air, dan diberikan berupa pasta. Atau impor dari Denmark berbentuk pellet dan crumble,“

    Kholik memperkirakan pabrik pakan dalam negeri belum memproduksi pakan sidat karena keterbatasan teknologi (pakan berbentuk pasta) dan estimasi kebutuhan yang belum besar sehingga tidak ekonomis. Kata dia, ini harus menjadi perhatian semua stakeholder (pemangku kepentingan). Meliputi pembudidaya sidat (industri dan masyarakat  pelaku usaha budidaya), pabrik pakan, Asosiasi Budidaya Sidat Indonesia (Sibusido)  dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai regulator kebijakan dan fasilitator.

    Ujang Kusnadi, Technical Service & Sales Aquafeed Operation PT Suri Tani Pemuka –salah satu pabrikan pakan ikan— mengakui, pakan khusus sidat belum diproduksi oleh pabrikan lokal, karena proteinnya harus tinggi dan penggunanya masih sedikit. “Protein harus di kisaran 40 % - 50 %. Saat ini pembudidaya sidat menyiasati dengan menggunakan pakan udang,” jelasnya.

    Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 15 Januari -14 Februari 2013

    Senin, 11 Maret 2013

    Menyiasati Mahalnya Pakan Lele

     

    Cara Mengatasi Mahalnya Pakan/Fur Lele

    Kabar yang sering kita dengar dari para peternak lele adalah tentang kerugian yang mereka alami, jarang sekali peternak lele menceritakan tentang keutungan yang besar, sebagian dari mereka mengatakan bahwa dalam beternak lele dapat kembali modal saja sudah untung. Itu adalah fenomena yang terjadi pada saat ini akibat dari mahalnya pakan lele pabrikan.
    Apakah akan terus seperti ini? Siapa yang bertanggung jawab atas kejadian seperti ini? Tentunya ini adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Para peternak lele sudah mencoba berbagai cara untuk mengakali mahalnya pakan lele, dengan mengganti pakan alami, membuat pakan dengan oplosan sendiri, dan lain-lain. Namun demikian tetap saja hasilnya kurang memuaskan. Pertumbuhan lele bukannya semakin cepat malah semakin lambat.

    Berikut ini akan disampaikan hasil kunjungan KTT Saraswati kepada seorang peternak lele yang beralamat di Desa Mangunharjo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Propinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan cara yang kami peroleh berdasarkan pengalaman peternak tersebut bermanfaat bagi peternak lele lainnya. Paling tidak ini akan memberikan sedikit angin segar untuk menambah penghasilan/keuntungan bagi peternak lele di Indonesia pada umumnya.

    Pak Narko namanya, Beliau adalah seorang mantan Kepala Desa yang menekuni di bidang perlelean sudah bertahun-tahun. Beliau mempunyai kiat untuk menyiasati mahalnya pakan lele akhir-akhir ini. Dan hasilnya dengan cara tersebut Pak Narko dapat meningkatkan keuntungannya dalam beternak lele. Apakah kiatnya? mari kita bahas dengan seksama mudah-mudahan bermanfaat.


    Ternyata tidak ada kiat khusus yang dilakukan oleh peternak ini. Beliau hanya melakukan ritual biasa yang mungkin sudah banyak diketahui oleh para peternak lele lainnya. Namun ini sudah terbukti berhasil dapat meningkatkan keuntungan, terbukti Pak Narko masih eksis beternak lele hingga hari ini dan selalu mendapatkan keuntungan dari beternak lelenya tersebut.

    Kiatnya adalah dengan merendam pur/pakan lele terlebih dahulu sebelum diberikan kepada lelenya. Awalnya ketika kami melihat ke kolam Pak Narko kami merasa bahwa itu biasa-biasa saja seperti halnya kolam lele lainnya. Ketika kami melihat peternak ini sedang memberi pakan, ternyata ada yang aneh. Pakan yang ditaburkan tidak seperti biasanya layaknya peternak lain. Pakan ini terlihat menggumpal ketika ditebarkan. Setelah ditanya, ternyata jawabannya "Fur nya saya rendam dulu mas dengan air?" Mengapa direndam?

    Dengan merendam pakan, maka pakan akan mengembang menjadi bertambah besar, sehingga ini akan menghemat biaya, lele akan cepat kenyang ketika diberi pakan yang direndam terlebih dahulu, sehingga yang biasanya satu kolam diberi setengah ember pur kering, ini dengan seper empat ember rendaman saja lele sudah kenyang. Trik ini sudah beliau coba bertahun-tahun dan hasilnya ternyata bagus, dapat menekan biaya produksi, dan akhirnya dapat meningkatkan/menambah penghasilan.

    Bagaiman dengan masa panennya? Masa panennya juga sama dengan lele yang diberi pakan dengan fur kering. Pak Narko ini bukan peternak kecil yang sedang coba-coba. Beliau sudah membudidayakan lele selama bertahun-tahun dan sampai sekarang masih tetap jaya. Itu terbukti dengan jumlah kolam yang beliau miliki jumlahnya sekitar 50 kolam. Kolamnya pun terbilang sederhana, hanya memakai plastik biasa yang agak tebal, plastik bukan terpal. Mengapa memakai plastik?


    Menurut pengalamannya plastik lebih awat, lebih tanah panas matahari ketimbang terpal, harganyapun murah dibandingkan dengan harga terpal.

    Demikian yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya. Terima kasih atas kunjungan anda, mohon maaf atas segala kekuarangan.

    Selamat mencoba trik ini. Semoga sukses.

    Minggu, 03 Februari 2013

    Pakan Gurame murah

    Alam diciptakan untuk manusia dengan segala manfaatnya. Hal-hal yang dianggap tidak berguna oleh orang lain, bagi orang yang kreatif akan menjadi sangat berguna dan menguntungkan. Kita harus dituntut kreatif mengatasi segala macam masalah. Kita harus pandai mencari solusi terhadap kesulitan yang kita hadapi.

    Dalam bidang peternakan, banyak yang bisa kita manfaatkan yang dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal, seperti pada postingan saya terdahulu tentang pakan lele murah.

    Postingan kali ini, tentang hal yang serupa, yaitu tentang pakan gurame murah. Itu semua adalah pemanfaatan sumber daya alam yang jarang dilirik oleh manusia. Dengan sedikit kerja, kita dapat memanfaatkan apa yang ada di alam menjadi sesuatu yang menghasilkan.

    Berawal dari persoalan mahalnya harga pakan gurame pabrikan, kemudian munculah suatu ide uji coba untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Banyak sekali jenis makanan gurameh yang bisa kita manfaatkan, seperti Kalaya, Kalaya/lumbu, sunti, suweg, enceng gondok, dan lain-lain (maaf jika menggunakan bahasa lokal).

    Selain pakan tersebut di atas, ada satu pakan lagi yang sering kita lihat di sawah dan belum dimanfaatkan. berawal dari cerita teman yang sama-sama beternak gurame. Bapak Tibyanul Amili, beliau adalah pegawai di lingkungan UPT Pertanian Kecamatan Adimulyo. Beliau sering memberikan tips-tips jitu yang berhubungan dengan pertanian dan peternakan termasuk juga perikanan. Salah satunya yaitu tentang pakan gurame murah. Teman saya ini sangan kreatif dan inovatif, saya sering minta nasehat kepadanya tentang permasalahan perikanan yang saya alami. Kegiatan beliau sepulang dari kantor biasanya, mencari rumput untuk sapinya, memberi makan ayam, dan memberi makan ikan guramenya. Kami akrab karena kami sama-sama menjadi anggota kelompok tani ternak "SARASWATI" sejak tahun 2005. Selain itu kami membentuk sub kelompok MINA SARASWATI yang bergerak dibidang perikanan. Kelompok kami membudidayakan beberapa jenis ikan, seperti gurame, lele, patin, nila, dan ikan hias.

    Apakah itu pakan gurame murah?
    Baiklah langsung saja lihat fotonya.
    Namanya adalah dampyang (bahasa kebumen). Tumbuhan ini hidup di sawah, terapung di antara tanaman padi. Bagi para petani, tumbuhan ini sangat mengganggu tanaman mereka, sehingga oleh mereka tanaman ini berusaha dibuang, namun karena pertumbuhannya yang sangat cepat, sehingga tidak akan bisa habis jika hanya mereka (petani) yang membuangnya.

    Ternyata bantuan tangan kita bisa membantu mengatasi persoalan petani tersebut. Bagaiman caranya, yaitu dengan memanfaatkan tumbuhan tadi sebagai pakan gurame. Jika setiap peternak gurame mau mengambil tumbuhan dampyang dari sawah, maka lama-lama tumbuhan itu akan berkurang, dan para petani sudah terkurangi bebannya.

    Kembali lagi ke pembahasan, kita bisa langsung memberikan tumbuhan dampyang tersebut ke kolam. Setelah kita ambil dari sawah, kemudian kita bisa langsung taburkan ke kolam (bentuk daunnya kecil-kecil mengambang di air)

    Bagaimana cara mengambilnya?

    Mudah saja, kita bisa menggunakan seser kecil, kita bisa langsung turun ke sawah dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman padi, atau seser bisa diberi tangkai dengan bambu yang panjangnya disesuaikan dengan keinginan kita. Bisa anda lihat gambar di samping, betapa sangat mengganggu tumbuhan dampyang tersebut terhadap tanaman padi. Hampir seluruh permukaan air tertutupi oleh tanaman tersebut. Akibatnya cahaya matahari tidak bisa menembus air sawah karena tertutup tanaman tersebut.

    Dengan mengambil tanaman tersebut, berarti kita sedikit mengurangi beban para petani, asal cara pengambilannya berhati-hati agar tidak merusak tanaman padi. Tapi untuk mengambil tanaman tersebut dengan cara turun langsung ke sawah dapat menyebabkan gatal-gatal di kaki kita, karena pada akar tanaman tersebut banyak dihuni oleh ribuan hewan-hewan kecil yang dapat menggigit kaki kita. Jangan hiraukan rasa gatal, ternyata hewan-hewan kecil tersebut berguna, karena dapat memberikan nutrisi tambahan bagi ikan gurema, karena ikut termakan ikan pada saat diberikan, "Lezaaaaaaaaaaaaaaaaaat", kata ikan gurame.

    Setelah diseser, tampatkan tumbuhan tersebut di ember atau bisa juga di dalam kantong/kasang/kandi/apalah itu namanya di daerah masing-masing. Setelah itu, dibawa pulang dan dapat langsung disebarkan ke kolam. Ikan gurame akan berterima kasih kepada kita karena telah merawat dan memberi makan setiap hari, sehingga balasannya, ikan itu menjadi gemuk dan siap disantap.

    Ikan gurame saya sangat suka dengan tumbuhan tersebut, saya memberikan pakan tersebut pada sore hari. Takarannya adalah bebas, bisa sebanyak-banyaknya karena tumbuhan itu hidup dan akan berkembang biak jika tidak habis dimakan oleh ikan. Ikan gurame saya sangat menyukai itu, sehingga berapapun yang saya berikan akan disantap habis (atau mungkin gurame saya kelaparan kali, hingga rakus).

    Untuk pembuktian hasilnya belum bisa saya sampaikan karena, saya juga masih mencoba, tetapi menurut teman saya di atas, tumbuhan itu sangat bagus untuk pakan gurame.

    Demikian, mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan anda. Kami membutuhkan saran dan kritik yang membangun untuk memperbaiki blog ini menjadi lebih baik melalui kotak komentar di bawah ini.

    Kamis, 10 Januari 2013

    Meraup Untung dari Budidaya Ikan Cupang

    Hari gini bingung cari kerjaan?

    Mudah-mudahan postingan kali ini akan membantu anda mengatasi kesulitan mencari pekerjaan. Yaitu tentang teknik budidaya ikan cupang. Teman saya tetangga desa, adalah seorang penjual ikan hias yang telah lama berkecimpung di dunia ikan hias. Omset tiap minggunya sekarang mencapai 1000 ekor, itupun sering kehabisan stok, karena ternyata sekarang yang membeli ke tempat teman saya itu adalah pedagang eceran keliling yang setiap pedagang minimal mengambil ikan cupang 50 ekor. Prospeknya begitu menjanjikan.
    Bagaimana teknik budidayanya?

    Pilih ikan cupang jantan dan betina yang sehat yang ditandai dengan terlihat lincah. Pilih yang sejenis agar mudah untuk menjodohkannya. Buatlah kolam sederhana, bisa terbuat dari plastik ataupun sterofoam, juga bisa dengan bak semen. Kolam sederhana berukuran 50 x 100 cm dengan ketinggian dinding kolah 20 cm sedangkan ketinggian air 10 cm.

    Menjodohkan ikan cupang

    Pilihlah ikan cupang betina yang gemuk dan sedang bertelur yang ditandai dengan perut buncit. Selanjutnya pilih ikan cupang jantan yang sejenis dengan betinanya, pilih yang lincah dan agresif yang menandakan bahwa pejantan itu sehat dan siap untuk mengawini ikan cupang betina. Ambil bekas wadah cat isi 5 kg, buang bagian bawahnya, sehingga wadah cat tadi berlobang atas dan bawahnya. Letakkan wadah cat tersebut berdiri di dalam kolam. Kemudian ambil wadah transparan untuk menempatkan ikan betina, untuk wadah transparan, anda bisa menggunakan gelas, botol air mineral yang sudah dipotong, toples kecil, atau wadah sejenis, yang penting ikan betina yang berada di dalamnya dapat terlihat jelas oleh ikan jantan.

    Setelah kedua wadah siap, masukkan ikan jantan ke dalam wadah cat tersebut. Masukkan ikan cupang betina ke dalam wadah kedua tadi, sebagai contoh gelas saja. Letakkan gelas berisi ikan cupang betina ke dalam wadah bekas cat tadi. Ketinggian air kolam jangan melebihi tinggi gelas, ketinggian air di dalam gelas 90% dari tinggi gelas. Setelah keduanya dimasukkan, kemudian biarkan beberapa hari, jangan lupa tetap diberi makanan berupa jentik nyamuk atau kutu air.

    Ciri-ciri cupang sudah berjodoh/siap kawin

    Setelah beberapa hari dibiarkan, ikan akan berinteraksi, ikan cupang jantan akan tertarik dengan betinanya, demikian juga sebaliknya. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung utnuk tempat telur dipermukaan air. Ketika ikan cupang betina siap kawin, maka dia akan melompat dari dalam gelas menuju ke wadah cat plastik tadi. Itulah tandanya ikan cupang siap kawin.

    Setelah ikan cupang betina melompat, selanjutnya gelas segera diambil, biarkan kedua ikan bercumbu. Kurang lebih dua hari kemudian ikan betina akan bertelur digelembung yang dibuat oleh ikan cupang jantan. Setelah cupang betina bertelur, cupang jantan akan segera membuahinya. Setelah cupang betina selesai bertelur (kira-kira satu hari), kemudian ikan cupang betina diangkat dan ditempatkan di tempat pemulihan supaya gemuk dan siap bertelur lagi.

    Selanjutnya biarkan ikan cupang jantan merawat telur tersebut. Kurang lebih 3 hari telur akan menetan, biarkan cupang jantan mengasuh anaknya selama dua hari. Setelah hari ketiga, cupang jantan diangkat. Biarkan anak cupang berkembang di dalam kolam wadah cat, jangan lupa diberi makan cacing sutera atau kutu air. Setelah anak ikan cupang berumur sepuluh hari tempat/wadah cat bisa diangkat supaya anak ikan bergerak bebas di dalam kolam.

    Dalam satu kolam, Anda dapat menempatkan wadah cat sebanyak mungkin, selama kolam masih cukup. Proses pendederan ikan cupang tersebut di atas dapat diulang-ulang terus, sehingga produksi ikan cupang akan berkesinambungan.

    Anda tidak akan tahu hasilnya jika belum mencobanya. Silahkan coba trik di atas, jika ada yang ingin ditanyakan, atau kritik karena artikel saya ada yang salah, mohon tulis dikotak komentar di bawah ini.

    Terima kasih atas kunjungan Anda, kami tunggu kunjungan Anda kembali, semoga artikel ini bermanfaat.