Tampilkan postingan dengan label lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lele. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Pakan Lele Murah Memanfaatkan Daun-Daunan

 

Pakan lele adalah makanan untuk ikan lele yang merupakan sumber energi dan pertumbuhan serta perkembangbiakan lele. Pakan lele di alam adalah hewan-hewan kecil yang terdapat di sekitar habitat lele, di antaranya cacing, anak katak, plankton, jasad renik, dan hewan-hewan kecil lainnya. Seiring perkembangan teknologi, maka pakan lele ini telah banyak diproduksi secara masal oleh pabrik. Dengan pakan lele pabrikan ini, maka lele semakin mudah untuk dibudidayakan sebagai alternatif usaha untuk menambah penghasilan keluarga.

Dengan pakan lele pabrikan/pelet, umur pemeliharaan lele menjadi lebih cepat, dalam waktu maksimal 2 bulan, lele sudah siap untuk dipanen. Namun di balik kemudahan itu, sekarang ini timbul masalah baru, yaitu semakin mahalnya harga pakan lele pabrikan/pelet, sementara peningkatan harga jual lele belum bisa maksimal, atau bisa dikatakan bahwa harga lele dari dulu hingga sekarang tetap saja pada kisaran Rp. 10.000,- hingga Rp. 12.000,- per kg. Hal ini yang mengakibatkan para peternak lele merugi. Harga pakan semakin mahal tetapi harga lele tetap.

Hal ini perlu dicarikan solusinya. Berbagai usaha dan uji coba telah dilakukan oleh para peternak lele yang kreatif. Dengan mencoba meramu pakan lele sendiri agar biaya produksinya bisa ditekan serendah mungkin. Ada beberapa peternak yang belum menemukan resep yang ampuh, yang ada lele tidak mau besar. Tetapi ada juga peternak yang telah menemukan resep mujarab ramuan pakan lele sederhana yang kualitasnya hampir menyamai pakan pabrikan/pelet.

Berikut ini kami sampaikan trik dan tips bagaimana cara membuat pakan lele berkualitas dengan bahan yang murah yang mudah kita dapatkan di lingkungan sekitar kita. Resep ini telah banyak dipraktikan oleh para peternak lele dan hasilnya cukup memuaskan, jika ingin mencobanya, inilah resepnya:

Bahan-Bahan
  1. Daun turi
  2. Daun lamtoro
  3. Daun pepaya
  4. Daun kangkung
Resep ini tetap masih membutuhkan sumbangan protein dari pelet, namun jumlah pelet yang dibutuhkan tidak begitu banyak. Dalam waktu 2 bulan dengan bibit lele sebanyak 1000 ekor hanya membutuhkan pelet pabrikan sebanyak 42 kg. Sementara jika budidaya lele murni menggunakan pakan pelet, untuk 1000 ekor lele sampai panen membutuhkan pelet sebanyak 80 kg.

Cara Pemberian Pakan Lele
  1. Pada minggu I, benih lele ukuran 5-7 cm diberi pakan pelet sebanyak 2 kg, pada minggu II diberi pakan pelet sebanyak 3 kg, pada minggu III diberi pakan pelet sebanyak 4 kg.
  2. Pada minggu IV ini lele sudah mulai diberi makan daun-daunan dan masih tetap diberi pakan pelet. Pada minggu IV diberi pakan berupa pelet 4 kg, daun turi 2 kg, lamtoro, 1 kg, pepaya 2 kg, dan kangkung 1 kg. Daun-daunan tersebut harus dipotong kecil-kecil agar lele mudah untuk memakannya.
  3. Pada minggu V diberi pakan pelet 5 kg, turi 2 kg, lamtoro 1 kg, pepaya 2 kg, dan kangkung 2 kg.
  4. Pada minggu VI diberi pakan pelet 6 kg, turi 3 kg, lamtoro 2 kg, pepaya 3 kg, dan kangkung 3 kg.
  5. Pada minggu VII diberi pakan pelet 8 kg, turi 4 kg, lamtoro 2 kg, pepaya 4 kg, dan kangkung 4 kg.
  6. Pada minggu VIII diberi pakan pelet 10 kg, turi 5 kg, lamtoro 3 kg, pepaya 5 kg, dan kangkung 5 kg.
Setelah lele berumur IV minggu, pemberian daun-daunan dapat langsung diberikan tanpa dipotong kecil-kecil, karena pada umur IV minggu lele sudah mulai besar dan kuat. Daun kangkung dapat diganti dengan daun enceng gondok atau daun singkong. Demikian resep sederhana ini, mudah-mudahan bermanfaat. Mari kita selalu bertukan info yang bermanfaat, semoga mendapatkan berkah.

    Kamis, 02 Mei 2013

    Mengenal lele lebih dekat


    Lele adalah ikan berkumis yang sangat dikenal oleh masyarakat sebagai ikan konsumsi sebagai lauk pendamping nasi. Lele mempunya bentuk badan yang berbeda dengan ikan lainnya. Kumis lele berguna sebagai alat penciuman yang berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan. Lele memiliki warna tubuh cokelat terang hingga gelap, bahkan ada juga yang berwarna hitam. Warna tubuh lele tidak berubah dari kecil hingga dewasa. berbeda dengan lele kampung, lele dumbo memiliki warna tubuh yang dapat berubah.

    Tubuh lele berbentuk memanjang dan di tengah tubuhnya memiliki potongan membulat dengan bentuk kepala pipih ke bawah dan bagian belakangnya berbentuk pipih ke samping. Bagian atas dan bawah kepala tertutup oleh tulang yang membentuk rongga di atas ingsang. Dalam rongga tersebut terdapat alat pernafasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Sirip ekor melengkung dan terpisah dengan sirip anal maupun sirip punggung. Pada bagian sirip dada dilengkapi dengan dua buah senjata tajam sebagai perlindungan diri dari serangan musuh yang banyak dikenal orang sebagai patil. Patil ini memiliki bisa sebagai alat pertahanan dari serangan lawan. Selain berfungsi sebagai alat perlindungan, patil ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk melompat dan merayap dari satu tempat ke tempat lain yang diinginkan jika dirasa tempat tersebut tidak aman.


    Ikan lele dapat ditemukan hampir di semua perairan air tawar, di antaranya, sungai, danau, sawah, dan waduk. Ikan lele adalah binatang malam, yaitu ikan yang aktif mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari lele bersembunyi di tempat yang aman, misalnya di lobang persembunyian. Ikan lele sangat mudah beradaptasi di segala perairan, sehingga mudah untuk dibudidayakan. Ikan lele dapat dipelihara pada genangan air yang memiliki kandungan oksigen rendah sekalipun, karena lele memiliki alat pernafasan tambahan yang disebut aborescen.

    Alat pernafasan tambahan pada lele merupakan lembaran membran yang berlipat-lipat penuh dengan kapiler darah yang terletak di dalam rongga udara sebelah atas insang. Kebiasaan ikan lele muncul di permukaan air adalah untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Ikan lele sangat kuat bertahan di berbagai kondisi air, meski tercemar oleh bahan organil sekalipun. Sehingga sangat cocok untuk ikan peliharaan yang dapat mendatangkan keuntungan.

    Lele adalah ikan pemakan daging yang dalam istilah biologinya adalah karnivora. Lele memakan apa saja yang berada di dekatnya, oleh karena itu lele juga dapat memakan lele lain yang lemah, atau dengan kata lain kanibal. Sifat kanibalisme ini muncul ketika lele peliharaan kekurangan makanan. Di alam bebas, makanan ikan lele adalah jasad renik seperti kutu air, cacing, siput, keong, jentik nyamuk, dan hewan kecil lainnya. Mudahnya mendapatkan pakan lele inilah yang mendorong para peternak lele membudidayakan hewan berkumis ini.

    Lele berkembang biak dengan telur. Induk lele jantan memiliki sifat kibuah sehingga dapat mengasuh anaknya lebih baik dari pada induk betinanya. Pemijahan ikan lele yang baik adalah pada musim penghujan. Induk jantan dan betina akan berpasangan mencari tempat sebagai sarang untuk bertelur jika gonat sudah matang. Setelah lele betina bertelur diikuti oleh induk jantan mengeluarkan spermannya untuk membuahi telur tersebut yang telah ditempelkan pada sarang. Dalam beberapa hari, telur lele akan menetas.

    Selasa, 30 April 2013

    Budidaya lele sangkurian dengan kolam terpal



    Lele Sangkuriang adalah hewan jenis ikan berkumis yang merupakan lele dumbo strain baru hasil dari rekayasa genetic yang dilakukan oleh BBAT Sukabumi. Rekayasa genetika ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ikan lele budidaya untuk menambah keuntungan secara ekonomis. Salah satu keunggulannya adalah masa panen yang semakin cepat, sehingga dapat menekan biaya produksi pakan ternak.

    Seperti kita ketahui, bahwa lele adalah hewan sejenis ikan yang merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia. Budidaya lele dipilih oleh para peternak dengan alasan mudahnya cara budidayanya dan masa panennya yang tergolong cukup singkat.

    Lele dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit dengan sumber air yang terbatas. Budidaya lele tidak memerlukan perawatan yang merepotkan. Ikan berkumis ini dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar rumah kita yang notabene sempit sekalipun. Budidaya lele dapat dilakukan dengan menggunakan kolam tanah, kolah semen, bahkan kolam Terpal.


    Kemudahan inilah yang membuat masyarakat Indonesia melirik budidaya lele. Selain itu, yang lebih penting adalah mudahnya pemasaran ikan ini. Segala jenis usaha, kunci suksesnya adalah pada pemasaran. Untuk budidaya lele sangkuriang, pemasaran tidak menjadi masalah. Ikan ini laris manis di pasaran. Hampir semua orang menyukai kelezatan daging ikan berkumis ini, selain rasanya yang lezat, ikan lele juga banyak mengandung vitamin dan protein, harganyapun sangat terjangkau.

    Prospek cerah budidaya lele sangkuriang ini, akhir-akhir ini semakin cerah, mengingat harga ayam pedaging semakin melambung, sehingga para konsumen beralih untuk mengkonsumsi lele. Protein dari lele sangkuriang ini sangat baik untuk anak-anak. Keuntungan lain budidaya lele sangkuriang adalah makanannya yang sangat mudah, selain pellet, lele ini juga suka dengan segala jenis hewan, kita dapat memanfaatkan keong sebagai sumber makanannya. Keong ini tersedia melimpah di areal persawahan.

    Tren sekarang, budidaya lele dilakukan pada kolam terpal. Selain praktis, ekonomis, juga tidak membutuhkan lokasi dan air yang banyak. Dengan menggunakan kolam terpal, ikan lele dapat terhindar dari pemangsaan ikan liar pada masa kecilnya. Dengan menggunakan kolam Terpal, penggantian air sangat mudah dapat dilakukan, Apalagi ketika musim panen tiba, kita tinggal membuka pembuangan air. Berbagai kemudahan bisa kita dapatkan pada budidaya lele pada media kolam Terpal.

    Rabu, 17 April 2013

    Pakan Ternak Murah

    KTT Saraswati, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah - Solusi Pakan Ternak Murah dalam usaha budidaya/peternakan dan perikanan.

    Pakan ternak adalah suatu hal yang paling penting dalam usaha peternakan. Pakan ternak sangat berpengaruh pada besar kecilnya pendapatan atau keuntungan dalam beternak. Mengingat pentingnya pakan ternak, banyak perusahaan peternakan yang melakukan uji coba untuk menemukan pakan alternatif yang mudah, murah, dan bergizi. Akan tetapi di kalangan peternak tradisional biasanya hanya mengandalkan alam untuk kebutuhan pakan ternaknya atau bahkan mereka hanya mengandalkan pakan dari membeli pakan pabrikan.

    Inilah yang membedakan peternak tradisional dangan peternak modern yang telah menggunakan teknologi maju dalam beternak dan selalu berinovasi mencari terobosan pakan ternak murah. Keengganan para peternak tradisional biasanya karena mereka belum mengetahui akan adanya teknologi dan penemuan baru tentang pakan ternak murah, informasi yang mereka peroleh sangat minim, sehingga untuk menyediakan pakan ternak, mereka cenderung untuk mengandalkan dari ketersediaan alam saja. Padahal kalau kita tahu bahwa, penemuan baru dalam dunia peternakan sangatlah banyak manfaatnya.

    Langsung saja kami sampaikan beberapa alternatif pakan ternak murah.

    Yang pertama pakan sapi murah, seperti pada postingan terdahulu, kami telah memberikan informasi tentang pakan sapi yang mudah dan murah namun tetap memiliki nilai gizi yang tinggi, yaitu jerami atau limbah tanaman padi. Jerami sangat melimpah, apalagi di pedesaan, bahkan saking banyaknya terkadang jerami dibakar oleh pemiliknya. Bagaimana jerami bisa menjadi pakan ternak yang bernilai gizi tinggi? Jawabanya adalah dengan difermentasi terlebih dahulu.

    Yang kedua pakan lele murah, seperti postingan terdahulu, telah kami sampaikan alternatif pakan dalam budidaya lele dumbo, yaitu dengan memanfaatkan kototran sapi sebagai pakan lele pengganti pur/pakan pabrikan. Caranya adalah dengan difermentasi terlebih dahulu agar kandungan gas-nya menghilang, juga untuk menumbuhkan jasat renik dan cacing sebagai sumber makanan lele yang banyak mengandung protein sehingga tidak kalah dengan pakan pabrikan.

    Yang ketiga pakan semut rangrang murah, budidaya kroto sekarang ini sedang marak dilakukan oleh para peternak, tidak terkecuali kelompok kami. Ternak semut rangrang penghasil kroto sangat mudah dilakukan bagi yang mengetahuinya. Sama seperti pada ternak lainnya, kunci utama keberhasilan ternak kroto ini juga tergantung pada pakan. Pakan semut rangrang sangat banyak macamnya dan pakan ini dengan sangat mudah bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar kita. Misalnya capung, jangkrik, tulang, dan ulat. Pakan yang kami anggap paling murah adalah ulat, yaitu ulat daun pisang. Ulat daun pisang sangat banyak dan bisa kita temukan di mana saja sepanjang ada tanaman pisang.

    Yang keempat pakan kambing murah, ternak kambing biasanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, karena di sana banyak terdapat rumput yang tumbuh subur sebagai makanan utama kambing. Namun, bagaimana pada musim kemarau, di mana rumput dan daun-daunan mengering? Hal ini menjadi kendala bagi para peternak. Solusinya adalah dengan menggunakan teknologi modern dengan membuat pakan buatan yang bahannya mudah dan murah serta tersedia dengan melimpah di sekitar kita. Apakah itu? Jawabannya adalah gedebog pisang. Para ilmuwan/peneliti telah menemukan resepnya agar beternak kambing menjadi mudah dan tanpa menyita waktu untuk merumput, yaitu dengan fermentasi gedebog pisang. Hal ini telah banyak dilakukan oleh para peternak modern dan terbukti berhasil, dalam 3 bulan kambing mereka bertambah berat hingga mencapi 30 kg dan siap jual.

    Demikian beberapa pilihan beternak yang dapat kita lakukan, semoga bermanfaat. Untuk detail tentang fermentasi gedebog pisang, tunggu postingan berikutnya. Terima kasih atas kunjungan anda, mohon maaf atas segala kekeliruan.

    Jumat, 18 Mei 2012

    lele

    Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.

      Lele dumbo bisa dipijahkan secara alami. Caranya, siapkan bak berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 30 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; pasang hapa halus sesuai ukuran bak; masukan ijuk secukupnya; masukan 1 ekor induk betina yang sudah matang gonad pada siang atau sore hari; masukan pula 1 ekor induk jantan; biarkan memijah; esok harinya, tangkap kedua induk dan biarkan telur menetas di tempat itu.

     Penetasan telur lele dumbo dilakukan dalam bak tembok. Caranya, siapkan sebuah bak tembok ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi bak tersebut dengan air setinggi 30 cm dan biarkan alirkan air selama penetasan; pasang hapa halus yang ukurannya sama dengan bak; beri pemberat agar hapa tenggelam (misalnya kawat behel yang diberi selang atau apa saja); tebarkan telur hingga merata ke seluruh permukaan hapa; biarkan telur menetas dalam 2 – 3 hari