Minggu, 12 Juni 2011

Madura....Berbanggalah! KRI Celurit - 641, Menjadi Nama Kapal Perang TNI AL Yang Baru.

Darah Madura - Celurit, senjata khas Madura dipakai sebagai salah satu nama Kapal Perang Indonesia (KRI) TNI AL. Saat pertama mendengar nama ini, saya kaget juga sih. Karena biasanya nama KRI lebih diidentikkan dengan nama pahlawan atau nama pulau tertentu di Indonesia. Apalagi saya sebagai orang Madura, tentu senang sekaligus bangga.


Adalah perusahaan galangan kapal PT Palindo Marine Industri di Batam memproduksi kapal perang Indonesia yang akan digunakan TNI AL dalam mengamankan perairan laut Indonesia.

"Indonesia patut berbangga karena memiliki putra putri yang mampu membuat kapal perang," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat meninjau pembuatan kapal perang (jumat, 10/06/2011).
Menhan Purnomo mengatakan pembuatan kapal perang yang diberi nama KRI Celurit-641 itu merupakan terobosan baru mulai 2011 ini yang membanggakan dari industri galangan kapal di Batam. KRI Celurit-641 yang merupakan buatan lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco), Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close In Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.

Diperkirakan kapal itu mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot dan menembakkan rudal C-705 hingga ratusan meter jauhnya. Kapal dengan teknologi tinggi itu memiliki spesifikasi panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun.

Menurut Purnomo, kontsruksi KRI Celurit cocok mengarungi wilayah NKRI yang dikelilingi pulau-pulau kecil. Desain dan teknologi yang dimiliki kapal diharapkan mampu membantu tugas TNI AL mengamankan NKRI dari segala ancaman di laut.
Di tempat yang sama, Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangkoarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio mengatakan KRI Celurit-461 akan memberikan dampak psikologis positif bagi jajaran TNI AL karena Indonesia mampu membuat kapal perang canggih dan cepat.

"Kapal ini memiliki teknologi yang tidak kalah bagusnya dari kapal-kapal buatan negara lain. Indonesia patut berbangga karena mampu memproduksi kapal perang sendiri," kata Marsetio.

Kapal pertama yang diproduksi PT Palindo Marine dinamakan KRI Celurit, mengambil filosofi senjata tradisional Madura.

Dari bentuknya yang menyerupai melengkung seperti tanda tanya, memiliki arti orang Madura tidak pernah puas akan fenomena yang ada dan ulet juga semangat dalam mempertahankan harga diri. Diharapkan awak KRI Celurit pun memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan arti celurit dari bentuknya.

Awak KRI Clurit juga diharapkan bijaksana dalam menggunakan senjata, sesuai dengan filosofi celurit yang tajam di bagian tengah, yang artinya penggunaannya merupakan jalan terakhir dari persoalan mempertahankan harga diri dan agama.

Filosofi ini yang ditanamkan dalam KRI Celurit, dengan harapan semangat tempur membela harga diri bangsa dan negara akan tetap tertanam terutama bagi seluruh personil TNI AL dan khususnya awak/ kru KRI Celurit - 641. Well done job, soldier! (Mad Topek)

Sumber data: Kantor Berita Antara

Selasa, 07 Juni 2011

Lamborghini Madura, Mobil Sporty Mewah Yang Ramah Lingkungan

Darah Madura - Lamborghini, siapa tak tahu merk dan lambang mobil sporty yang mewah ini. Perusahaan yang berbasis di Sant’Agata Bolognese, Bologna-Italia ini didirikan tahun 1963 oleh Ferruccio Lamborghini (1916-1993). Namun satu yang bikin bangga bagi orang Indonesia khusunya orang-orang Madura.


Ya, warga pulau yang terletak di Jawa Timur dan terkenal dengan sebutan pulau garam atau juga dikenal karena kerapan sapi nya ini, patut bangga. Pasal nya, apalagi kalau bukan karena Lamborghini menyematkan kata Madura pada salah satu unit produknya!
Adalah seorang bule bernama Slavche Tanevsky, seorang mahasiswa di Universitas Munich Applied Sciences, yang membuat sebuah desain mobil Lamborghini dengan nama Madura. Usut punya usut, katanya Madura disematkan karena sapi atau banteng dapat berlari cepat nan melesat sebagaimana pasangan sapi dalam kerapan sapi. berarti, kerapan sapi juga dikenal sampai Italia sono dong! Sip bin mantap!

Apalagi emang lambang dari Lamborghini berupa banteng siap nyeruduk. Mirip alias persis gaya sapi jantan Madura kala bersiap dalam pacuan kerapan sapi. Tul gak? Tuh mirip buka? mantap lagi dah!
Lamborghini Madura ini memiliki desain ramping, lebih terfokus, dan lebih agresif. Pada bagian depan, terdapat lampu yang sangat ramping dan intake udara besar. Di bagian belakang terdapat desain garis-garis yang menambah kegarangan mobil ini.
Menurut Tanevsky, “Lamborghini Madura adalah sebuah proposal untuk Lamborghini hibrida pertama yang dijadwalkan untuk tahun 2016. Mobil ini memakai sistem hibrida (hibrid), sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan. Mobil sistem hibrida (hibrid) tidak berarti kaku & tidak menarik, tetapi bisa juga terlihat tampan dan cepat. Dan menurut pendapat saya sistem propulsi baru ini harus terwakili pada tampak dari mobil.

“Madura adalah sebuah proposal untuk Lamborghini hibrida pertama dijadwalkan untuk 2016. Mobil ini lebih efisien dan ramah lingkungan, tidak berarti tidak boleh menarik, tampan dan cepat. (Tapi) menurut pendapat saya sistem propulsi baru ini harus terwakili pada mobil ini” kata Tanevsky.

Lamborghini Madura ini memiliki desain ramping, lebih terfokus, dan lebih agresif. Pada bagian depan, terdapat lampu yang sangat ramping dan intake udara besar. Di bagian belakang terdapat desain garis-garis yang menambah kegarangan mobil ini.
Ngiler gak tuh lihat mobil sporty nan mewah kayak gini? Rasanya begitu! Hehehehe
Madura ku....Kerapan Sapi ku....dan Lamborghini ku! Hehehehe
Bangga juga sih. Andai diproduksi oleh anak negeri sendiri ya! Apalagi produksi nya di Pulau Madura dan dirakit sama putra-putra Madura juga sekalian. Lebih bangga tentu!

dikutip dan diadaptasi dari KabarIT dari Worldcarfans dan Erizadwi.blogspot.com

Sate Gurami, Menu Gurami Berbumbu Sate Madura Yang Gurih dan Lezat!

Darah Madura - Salah satu makanan khas dari Madura yang begitu dikenal adalah kuliner atau makanan berupa sate. Namun seiring perkembangan jaman serta ada nya Jembatan Suramadu, para pemilik restaurant ataupun rumah makan kni makin kreatif menciptakan menu baru berbumbu sate Madura untuk menarik minat wisatawan mampir ke lokasi kuliner mereka. Salah satu nya yang kini cukup diminati adalah sate gurami.


Seperti namanya, sate gurami memang berbahan utama ikan gurami. Dilihat dari cara bikin nya pun cukup sederhana. Ikan gurami segar terlebih dahulu dibersihkan terutama sisik yang ada pada lapisan kulit luar. Setelah cukup bersih, daging gurami tersebut dipisahkan dari tulang nya kemudian diiris kecil-kecil seperti halnya mengiris daging untuk membuat sate pada umumnya. Selanjutnya, daging gurami ini dicampur dengan racikan atau adonan bumbu terlebih dahulu sebelum akhirnya dipanggang diatas bara.

Setiap satu ekor ikan gurami besar, rata-rata menghasilkan 15 tusuk sate gurami. Yang perlu diperhatikan, daging sate gurami yang telah ditata pada tusukan sate tersebut, cukup dipanggang sebentar saja hingga dirasa cukup matang dan tidak boleh gosong.

Sebagaimana bumbu sate pada umumnya, sate gurami juga memakai bumbu kacang serta kecap. Setelah matang, sate gurami pun siap disajikan, baik dengan memakai nasi maupun lontong, sate gurami sama cocoknya disantap.

Gunawan, pemilik tempat kuliner RM Tera' Bulen yang menyajikan sate gurami tersebut mengatakan, rahasia kelezatan sate gurami terletak pada adonan bumbu yang dicampurkan dengan daging sate gurami saat hendak dipanggang.

Mau tahu harga per porsi nya? Hanya 20 ribu rupiah saja yang terdiri atas 10 tusuk sate gurami. Meski lebih mahal dari harga sate jenis lain, arasanya cukup sebanding dengan rasa gurih dan kelezatan kuliner satu ini. Hal tersebut diungkapkan Voniwati, salah seorang pelanggan tetap sate gurami. Wanita paruh baya ini biasa menyantap sate gurami beserta keluarganya yang memang sama-sama menyukai sate gurami. Menurut Vonny, sate gurami memang berbeda dengan sate pada umumnya. Selain daging lebih empuk karena dari daging ikan gurami, kenikmatan sate gurami terletak pada lezatnya rasa bumbu sate gurami yang sangat melekat pada daging satenya.

Jika anda berkesempatan datang ke Madura via Jembatan Suramadu, alangkah baiknya sejenak melepas lelah sambil menikmati sate gurami Madura ini di RM Tera' Bulen di jalan Raya Burneh, sekitar 20 menit dari Jembatan Suramadu. (Mad Topek)

Kisah Mula Pulau Madura dan Senjata Pusaka Bangkalan

Darah Madura - Diceritakan bahwa Pulau madura ini bermula terlihat oleh pelajar-pelajar pada jaman purbakala sebagai pulau yang terpecah-pecah sehingga merupakan bebrapa puncak-puncak tanah yang tinggi (yang sekarang menjadi puncaknya bukit-bukit di Madura) dan beberapa tanah datar yang rendah apabila air laut surut kelihatan dan apabila air laut pasang tidak kelihatan (ada di bawah air). Puncaknya-puncak yang terlihat iru diantaranya yang sekarang disebut Gunung Geger didaerah Kabupaten Bangkalan dan Pegunungan Pajudan di daerah Kabupaten Sumenep.



Diceritakan bahwa pada jaman purba ada suatu negara yang bernama negara Mendangkawulan yang didalamnya terdapat subuah kraton yang bernama Willing Wesi. Rajanya bernama Sanghiangtunggal. Menurut dugaan orang, Madura dikiranya ada disuatu tempat didekat Gunung Semeru didekat puncakala yang bernama Gunung Bromo. Jaman tersebut kira-kira sekitar tahun 929 Masehi.

Raja tersebut mempunyai seorang putri yang masih gadis. Pada suatu hari, putri tersebut bermimpi kemasukan rembulan dari mulutnya terus masuk ke dalam perutnya dan tidak keluar lagi. Setelah beberapa bulan setelah kejadian itu, putri tesebut menjadi hamil dan tidak ketahuan siapa ayah dari calon bayi tersebut. Beberapa kali ayahnya bertanya tentang sebab musababnya, tapi putrinya sama sekali tidak menjawab karena iapun juga tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya.

Raja tadi amat marah dan memamnggil Patihnya yang bernama Pranggulang. Patih tersebut diperintah untuk membunuh putri tersebut dan membawa kepala putrinya ke hadapan raja tersebut. Apabila Patih tersebut Patih tersebut tidak sanggup memperlihatkan kepala putrinya itu maka Patih tidak diperkenankan menghadap raja dan tidak dianggap lagi sebagai Patih dikerajaannya.

Maka berangkatlah Patih dengan membawa sang Putri keluar dari Kraton menuju hutan rimba. Setelah sampai disuatu tempat didalam hutan belantara, maka Patih menghunus pedangnya dan mulai memegang leher Putri tersebut, akan tetapi hampir pedang tersebut sampai ke lehernya pedang tersebut terjatuh ketanah.

Setelah kejadian tersebut sang Patih termenung dan berpikir bahwa hamilnya Putri tersebut tentu bukan dari kesalahannya, tetapi tentu ada hal yang luar biasa dan akhirnya Patih Pranggulang mengalah untuk tidak kembali ke rajanya dan mulai saat itu ia berubah nama menjadi Kijahi polengĂ­ (Poleng artinya dalam Bahasa Madura yakni kain tenunan Madura) dan ia merubah pakaian yaitu memakai kain, baju dan ikat kepala dari kain poleng. Ia memotong kayu-kayu untuk dijadikan perahu (oleh orang Madura dinamakan Ghitek atau orang Jawa bilang Getek).

Sebelum Putri tadi diberangkatkan, Kijahi Poleng memberikan beberapa bekal berupa buah-buahan serta berpesan bahwa jika sang Putri memerlukan pertolongannya supaya sang Putri menghentakkan kakinya ketanah sebanyak 3 kali maka seketika itu Kijahi Poleng datang untuk menolongnya.

Putri tersebut oleh Kijahi Poleng didudukkan diatas ghitek itu yang kemudian ditendangnya Ghitek tersebut menuju "Madu Oro" (pojok di ara-ara) artinya pojok menuju ke arah yang luas. Diceritakan bahwa sebab inilah Pulau ini bernama Madura. Ada juga yang mengatakan bahwa nama Madura itu dari perkataan "Lemah Dhuro" artinya tanah yang tidak sesungguhnya yaitu apabila air laut pasang tanahnya tidak kelihatan, apabila air laut surut maka tanah akan kelihatan.

Singkat cerita Ghitek tersebut terdampar di Gunung Geger (disitu asalnya tanah Madura) dan memang menurut Babad-babad apabila ada yang tertulis perkataan tanah Madura, maka yang dimaksudkan adalah Kabupaten Bangkalan juga termasuk Kabupaten Sampang, sedangkan apabila ada yang menyebutkan daerah-daerah disebelah Timur dari daerah-daerah tersebut maka dimaksudkan adalah Kabupaten Sumenep atau Sumekar atau Sumanap dan dituliskannya Pamekasan.

Pada suati ketika perut sang Putri mulai terasa sakit seolah akan menemui ajalnya, disitu ia menghentakkan kakinya ketanah 3 kali guna meminta pertolongan Kijahi Poleng. Maka seketika itu Kijahi Poleng datang dan iapun bila bahwa sang Putri akan segera melahirkan. Tidak lama kemudian lahirlah seorang anak laki-laki yang roman mukanya amat bagus yang kemudian diberi nama "Raden Segoro" (Segoro artinya lautan). Keluarga itu menjadi penduduk pertama di Madura. Setelah itu Kijahi Poleng menghilang lagi, tetapi ia sering datang mengunjungi sang Putri dengan membawa makanan atau buah-buahan.

Diceritakan bahwa perahu-perahu orang dagang yang berlayar dari beberapa kepulauan di Indonesia apabila pada waktu malam hari melalui lautan dekat tempatnya Raden Segoro tersebut, maka mereka melihat cahaya yang terang seolah-olah cahaya rembulan, maka merekaakan berhenti untuk berlabuh ditempat itu (Geger Madura) dan akan membuat selamatan makan minum disitu serta memberi hadiah kepada yang bersahaja itu.

Setelah berumur dua tahun Raden Segoro sering bermain-main di tepi lautan, dan pada suatu hari dari arah lautan datanglah dua ekor naga yang amat besarnya mendekatinya. Dengan ketakutan, maka Raden Segoro berlari sambil menangis dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Merasa khawatir takut anaknya dimakan ular naga tersebut, maka ibunya memanggil Kijahi Poleng. Dan seketika itu Kijahi Poleng datang menemui si Ibu, maka si ibu menceritakan kejadian yang menimpa putranya tersebut. Kemudian kijahi Poleng mengajak Raden Segoro bermain-main di tepi laut.

Tidak beberapa lama datanglah dua ekor naga raksasa itu, lalu Kijahi Poleng menyuruh Raden Segoro agar memegang ekor ular dan membantingkannya ke tanah. Raden Segoro menolak permintaan Kijahi Poleng, tetapi karena paksaan tersebut akhirnya Raden Segoro memenuhi permintaa tersebut. Kemusian dipegangnya dua ekor naga raksasa tersebut dan dibantingkannya ke tanah. Seketika itu juga dua ekor ular naga raksasa tersebut burubah menjadi dua bilah tombak. Kedua bilah tombak tersebut kemudian diberikan kepada Kijahi Poleng untuk dibawa menghadap ibunya raden Segoro. Tombak satunya diberi nama "Kijahi (si) Nenggolo" dan satunya diberi nama "Kijahi (si) Aluquro"

Pada usia 7 tahun Raden Segoro pindah dari Gunung Geger ke Desa Nepa. Nama Nepa itu karena disitu banyak sekali pohon Nepa. Pohon nepa atau Bhunyok yaitu pohon sejenis kelapa tapi lebih kecil dan tidak besar seperti halnya pohon kelapa, daunnya dapat dibuat atap tumah, yang masih muda dapat dibuat rokok (seperti Klobot). Desa tersebut letaknya berada di daerah Ketapang Kabupaten Sampang dipantai sebelah Utara (Java Zee) dan hingga sekarang masih banyak keranya.

Pada suatu ketika, Negara Mendangkawulan kedatangan musuh dari Tjina. Didalam peperangan tersebut Raja Mendangkawulan berkali-kali kalah sehingga rakyatnya hampir habis dibunuh oleh musuh. Didalam keadaan bingung dan susah tersebut, suatu malam Raja Mendangkawulan bermimpi bertemu dengan orang tua yang berkata bahwa di sebelah pojok Barat Daya dari Kraton tersebut ada Pulau bernama Madu Oro (Lemah Dhuro) atau Madura. Disitu berdiam seorang anak muda bernama Raden Segoro. Raja disuruhnya untuk meminta pertolongan kepada Raden Segoro apabila ingin memenangkan peperangan.

Keesokan harinya Raja memerintahkan Pepatihnya supaya membawa beberapa prajurit ke Madura sesuai dengan Mimpinya tersebut. Sesampianya di Madura, Pepatih langsung menemui Raden Segoro dan menceritakan tentang kejadian yang menimpa kerajaannya serta meminta pertolongan Raden Segoro untuk membantunya. Dan juga meminta ijin kepada ibunya agar ibunya mengijinkan putranya untuk membantunya. Si ibu memanggil Kijahi poleng untuk mendampingi Raden Segoro guna membantu peperangan raja itu dari serangan musuh (Tjina). Kemudian berangkatlah Raden Segoro, Kijahi Poleng serta Pepatih dan prajuritnya menuju Kraton Mendangkawulan dengan membawa pusaka tombak Kijahi Nenggolo.

Kijahi Poleng ikut serta akan tetapi tidak kelihatan oleh yang lain kecuali Raden Segoro. Dan sesampainya di negara tersebut, Raden Segoro langsung berperang dengan tentara Tjina dengan didampingi oleh Kijahi Poleng. Pusaka Kijahi Nenggolo hanya ditujukan kearah tempat sarang-sarang musuh maka banyak musuh yang mati karena mendadak menderita sakit dan tidak lama kemudian semua musuh lari meninggalkan negara Mendangkawulan.

Raja Mendangkawulan mengadakan pesta besar untuk merayakan kemenangan perang dan memberi penghormatan besar kepada Raden Segoro serta memberi gelar "Raden Segoro alias Tumenggung Gemet" yang artinya semua musuh apabila bertarung dengannya maka akan habis (Gemet = Bahasa Madura)

Raden Segoro berhajat untuk mengambil anak mantu kepada Tumenggung Gemet dan menghantarkan dia (suruhan Pepatih dan tentara kehormatan) dengan disertai surat terima kasih kepada ibunya. Raja menanyakan siapa ayahnya, maka Raden Segoro akan menanyakan kepada ibunya nanti. Kemudian Raden Segoro mohon ijin kepada Raja Mendangkawulan untuk kembali ke Madura.

Setelah sampai, maka Raden Segoro kembali menanyakan perihal ayahnya kepada ibunya. Ibunya merasa kebingungan dan menjawabnya bahwa ayahnya adalah seorang siluman. Maka seketika itu pula lenyaplah ibu dan anaknya serta rumahnya yang disebut kengan sebutan Kraton Nepa.

Demikian riwayat asal usul tanah Madura, yang oleh orang tua-tua dikesankan bahwa Raden Segoro telah membalas hutang-hutangnya yang menghinakan ibunya dengan pembalasan yang baik yaitu menolong didalam peperangan.

Diceritakan pula bahwa dikemudian hari Kijahi Nenggolo dan Kijahi Aluquro oleh Raden Segoro diberikan kepada Pangeran Demong Plakaran (Kijahi Demong) Bupati Arosbaya (Bangkalan). Dan mulai saat itu kedua bilah tombak tersebut (Kijahi Nenggolo dan Kijahi Aluquro) menjadi Senjata pusaka Bangkalan.


diadaptasi dari:
Sejarah Tjaranya Pemerintahan Daerah di Kepulauan Madura
Karya R. Zainal Fattah (R. Tumenggung Ario Notoadikusumo)

Hutan Kerajaan Kera Nepah, Diyakini Jelmaan Patih dan Prajurit Pembangkang

Darah Madura - Sebuah hutan kecil di Kabupaten Sampang – Madura menyimpan kekayaan satwa kera yang populasinya mencapai ribuan ekor. Hutan kecil yang dihuni ribuan kera ini terdapat di desa Bateoh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang.


Para pengunjung atau wisatawan biasanya akan melemparkan kacang yang mereka bawa sebagai makanan bagi para kera tersebut. Meski hewan ini masih tergolong kera liar, mereka sangat jarang menyerang pengunjung. Apalagi jika wisatawan rajin melemparkan kacang pada mereka.

Kera – kera penghuni hutan yang hanya memiliki luas tidak lebih dari 15 hektar ini, terlihat saat pagi dan sore hari. Mereka biasanya tidak asal keluar atau tidak gampang terlihat.

Jika tidak ingin pulang dengan hanya melihat rimbunan pepohonan, alangkah baiknya jika para wisatawan mengajak juru kunci hutan ini, yakni Abdul Aziz Jaying. Sang juru kunci akan turun langsung/ dengan panggilan khusus agar kera datang.

Abdul Aziz Jaying juga menjelaskan, tanpa panggilan khusus tersebut biasanya para kera ini enggan untuk keluar menemui pengunjung. Menurutnya, sejak jaman dulu memang begitulah para nenek moyangnya memanggil kera-kera di Hutan Nepah.
Dari babat tanah Madura, Abdul Aziz Jaying menceritakan bahwa awalnya Hutan Nepah ini merupakan sebuah kerajaan kecil yang didirikan seorang raja bernama Raden Segoro, cucu Raja Giling Wesi dari Jawa.

Di tengah keberhasilan Raden Segoro memimpin kerajaan nepah tersebut, seorang patih yang di percayainya membangkang terhadap Raden Segoro, sehingga sang patih dikutuk menjadi seekor kera bersama beberapa pengikut lainnya yang juga membangkang. Karena itulah Hutan Nepah ini juga disebut hutan kerajaan kera.

Keberadaan ribuan kera di Hutan Nepah ini tidak hanya diketahui masyarakat sekitar. Namun juga warga dari luar Kabupaten Sampang maupun dari luar Madura yang sengaja datang berkunjung ke kawasan hutan ini terutama saat liburan.

Lokasi ini memang cocok untuk menjadi wana wisata atau wisata hutan baik untuk keluarga maupun siswa sekolah, agar mengetahui langsung kekayaan hayati negeri ini. Apalagi lokasi hutan kera Nepah ini tepat berada di pinggir pantai Nepah yang juga bisa menjadi tempat rekreasi. (Mad Topek)

Bebek Jontor Ole Olang, Kuliner Pedas!!!

Darah Madura - Bagi anda penggemar masakan bebek, mungkin anda perlu mencoba kuliner bebek yang satu ini, Bebek Jontor Ole Olanng. Rasanya gurih namun yang pasti pedas!

Kuliner bebek Jontor di Ole Olang Resto ini, kini menjadi salah satu masakan bebek yang disukai masyarakat di Bangkalan - Madura.


Leila, si pemilik resto mengungkapkan, bebek jontor hasil racikan nya memang berbahan dasar daging bebek yang terlebih dahulu harus direbus bersama air bumbu sekitar 1 - 2 jam. Selain bertujuan menghilangkan bau, juga agar daging bebek yang dikenal alot ini menjadi empuk.

Setelah itu barulah digoreng hingga garing. Sementara itu bumbu pedas harus dipersiapkan, yakni terdiri atas sejumlah bumbu dapur serta jangan lupa, cabe rawit sebanyak 15 hingga dua puluh biji setiap porsinya. Setelah diulek halus, barulah adonan bumbu ini juga digoreng.
Kemudian bumbu yang baru selesai digoreng tersebut ditaburkan diatas dan di sela-sela daging bebek yang sudah digoreng sebelumnya. "Dijamin bagi anda pecinta masakan bebek pedas, kuliner bebek jontor ini cocok bagi anda", kata Leila berpromosi.

Satu porsi bebek jontor ini seharga 60 ribu rupiah. Mahal? tidak juga. Karena satu porsi bebek jontor tersebut bisa dinikmati 3 hingga 4 orang.

Anita, salah seorang pencinta masakan bebek mengungkapkan, rasa pedas pada bebek jontor tersebut terasa menyatu dengan rasa gurih dari daging bebek yang empuk.

Jika anda berkesempatan ke Bangkalan - Madura via jembatan Suramadu, mungkin ada baiknya anda mampir di kawasan wisata kuliner di jalan Ketengan - Burneh, Bangkalan, untuk merasakan sensasi pedas bebek jontor ole olang ini. (Mad Topek)

Sabtu, 04 Juni 2011

Iket Spesial bikin Batu Makin Istimewa


batu akik ijo

Tampilan batu mulia biasanya dipengaruhi model dan jenis ikat yang dipakai. Untuk jenis permata yang sangat berkilau mungkin ikat tidak akan terlalu mempengaruhi daya tariknya. Akan tetapi, untuk jnis batu semi permata seperti agate, jenis dan model ikat batu akan sangat berpengaruh terhadap penampilan batu.

iket perak special 
 Seperti terlihat pada gambar, batu-batu semi precious tampak lebih berwibawa dan indah dalam balutan model ikat special. Penampilan batu-batu dengan ikat-ikat special seperti itu mempunyai daya tarik lebih. Yang tadinya biasa menjadi luar biasa.



chrisoprase
 Namun bagi beberapa orang, penampilan tidaklah penting, yang paling penting adalah inner beauty yang terdapat dalam batu itu. Tiap batu mempunyai keindahan didalamnya atau difisik luarnya yang mungkin tidak semua orang bisa merasakan atau melihatnya.
Natural Amethyst