Tampilkan postingan dengan label ternak semut rangrang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ternak semut rangrang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

Ratu Semut Rangrang Kunci Sukses Budidaya kroto

 
KTT Saraswati, Tambaharjo, Adimulyo, Kebumen - Ratu semut rangrang adalah salah satu bagian dari keluarga koloni rangrang. Ratu semut rangrang bertugas menghasilkan telur sebagai sarana berkembang biak untuk meneruskan generasi kerajaan kroto. Selama ini banyak blog yang memberikan contoh dengan gambaran tentang ratu, namun itu semua malah membingungkan bagi para pemula ketika ingin mengetahui seperti ratu semut rangrang yang sebenarnya. Sampai kami harus membeli bibit semut rangrang dari peternak yang sudah sukses, itupun sampai sekarang kami belum pernah melihat apakah koloni semut rangrang yang kami beli itu ada ratunya atau tidak kami belum pernah melihatnya.

Dengan rasa keingintahuan yang tinggi, kami selalu mencari sarang semut rangrang dari alam. Akhirnya, tadi sore, sekitar pukul 17.00 WIB kami berhasil menemukan beberapa sarang semut rangrang, namun hanya dua sarang yang kami ambil, karena sarang lainnya telah ditinggalkan oleh penghuninya karena krotonya telah diambil oleh para pencari kroto. Dua buah sarang yang kami peroleh, kemudian kami tempatkan dalam sebuah kantong atau kandi, kami ikat dan kami bawa pulang, dengan harapan, pada sarang yang kami peroleh terdapat ratu semut rangrang.

Selepas maghrib, kami pindahkan semut rangrang dan krotonya ke dalam sarang buatan, yaitu toples. Cara pemindahannya sebenarnya cukup mudah, akan tetapi karena sifat semut rangrang yang agresif menyerang siapa saja yang mengganggunya, maka biasanya orang akan merasa takut dan enggan untuk melakukannya. Dengan sedikit keberanian, proses pemindahan koloni semut rangrang ke sarang buatan berupa toples akan sangat mudah dilakukan, dengan sedikit resiko terkena gigitan semut. Proses pemindahannya adalah sebagai berikut.

Cara memindahkan koloni semut rangrang dari sarang alam ke sarang buatan

Setelah mengambil sarang dari alam, kemudian kita siapkan tempat untuk memisahkan antara koloni semut rangrang dengan sarang berupa daun dari alam, resikonya adalah tergigit semut rangrang, jangan khawatir, itu tidak menjadi masalah, sebenarnya juga tidak terlalu sakit, dan sebentar saja rasa sakitnya hilang. Tempat untuk memisahkan sarang berupa daun dengan koloni semut rangrang adalah berupa bak plastik besar yang biasa digunakan untuk mencuci. Kemudian baluri sisi dalam bak tersebut dengan tepung kanji untuk mencegah semut rangrang melarikan diri, karena dengan tepung kanji, semut rangrang tidak akan bisa naik karena permukaan menjadi licin, sehingga semut rangrang akan tetap berada di bawah bak.


 Setelah sarang berupa daun berhasil kita keluarkan/buang, kemudian koloni semut rangrang yang berupa semut rangrang, kroto, dan mungkin juga ratunya kita masukkan ke dalam toples yang sebelumnya telah kita lobangi seperti postingan terdahulu. Kita tinggal tuang saja koloni semut rangrang ke dalam toples sebagai sarang baru. Kemudian toples yang telah berisi koloni semut rangrang tadi kita tempatkan pada rak yang kakinya telah ditempatkan pada wadah berisi air untuk menghindari semut rangrang berpindah ke sarang lain.


Dalam proses pemisahan sarang daun dengan koloni tersebut, kami melihat adanya kejanggalan. Ada sekerumunan semut rangrang yang saling bertumpukan seolah-olah sedang berebut sesuatu dan itu terjadi terus menerus, semut rangrang tersebut tidak mau ada yang pergi. Kami mencoba untuk mengusiknyapun semut rangrang itu tetap berkerumun tidak mau bubar. Sebenarnya apa yang mereka kerumuni? Jangan-jangan itu ratunya? Seperti yang terjadi pada lebah, ratu mereka selalu dikerumuni oleh para lebah sebagai bentuk perlindungan.



Selama setengah jam kami perhatikan sambil membuang sisa-sisa daun sarang dari dalam bak, kami tidak sabar akhirnya kami mengambil lidi dan mengusik sekali lagi kerumunan tersebut dengan lebih keras. Apa yang terjadi, kami kaget namun dengan rasa senang, gembira dan puas, akhirnya apa yang selam ini kami cari datang juga. Ternyata benar yang mereka kerumuni itu adalah ratu semut rangrang sebagai bentuk perlindungan terhadap ratu mereka yang bertugas untuk bertelur guna meneruskan keturunan mereka agar tidak punah. Perasaan senang, kaget, gembira, dan puas bercampur jadi satu, akhirnya kami menemukan dengan kerja kami sendiri, melihat dengan mata kepala kami sendiri, apa itu yang dinamakan ratu semut rangrang.

Ratu Semut Rangrang


Bentuknya sama seperti semut rangrang lainnya, yang membedakan adalah warnanya, ratu semut rangrang berwarna merah kehijauan, sedangkan semut rangrang berwarna merah kecoklatan. Perbedaan yang lebih mencolok adalah dari ukurannya, ukuran tubuh ratu adalah 5 hingga 10 kali lipat besarnya dari tubuh semut rangrang. Bagian ekornya terlihat sangat besar yang menandakan itu berisi telur yang siap dikeluarkan. Dengan ukurannya yang begitu besar, maka layak dalam setiap sarang dapat menghasilkan kroto hingga 1 ons perbulan. Mohon maaf fotonya kurang jelas karena itu screen shoot dari video mp4. Untuk mendapatkan gambar foto yang jelas kami mengalami kesulitan karena semut rangrang sangat sulit dipisahkan dengan ratunya, juga karena kami takut akan mengganggu ratunya.


Untuk lebih jelasnya, berikut ini videonya:


Demikian pengalaman kami, semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih atas kunjungan anda, pertanyaan bisa disampaikan lewat kotak komentar di bawah ini. Tunggu posting kami selanjutnya tentang budidaya semut emas penghasil kroto. Mari kita kupas tuntas segalanya tentang perkrotoan.

Rabu, 10 April 2013

Cara Merawat dan Memelihara Semut Rangrang pada Sarang Toples


Budidaya semut rangrang penghasil kroto sekarang ini sedang marak, karena menjanjikan penghasilan yang luar biasa dan tidak terbatas, mengingat stok di alam kian hari kian menipis, sedangkan permintaan pasar akan telur semut rangrang atau yang lebih dikenal dengan kroto in sangat tinggi, sehingga harganyapun terus meroket. Ini sesuai dengan prinsip ekonomi. Anggap saja kita sudah memiliki atau memelihara semut rangrang penghasil kroto, yang kita lakukan agar semut dapat tumbuh sehat dan berkembang yang pada akhirnya menghasilkan telur/kroto yang banyak adalah sebagai berikut.

Seperti halnya ternak-ternak lainnya, semut rangrang juga membutuhkan tempat tinggal yang bersih dan nyaman untuk dapat berkembang biak dan dapat menghasilkan kroto emas yang melimpah. Ketersediaan pakan dan minuman yang cukup, sehingga kroto menjadi betah di sarang toples. Meskipun demikian tetap saja semut rangrang akan berusaha untuk keluar dari sarang buatan ini karena memang tempat baru ini sangat berbeda jauh dengan habitat aslinya, seperti manusia juga akan susah tidur jika tinggal di rumah orang lain.

Setelah semut yang kita ambil dari alam  kita tempatkan kedalam toples dan kita biarkan selama 2-3 jam agar semut beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lalu tutup kita buka,dan semut-semut akan keluar berhamburan ke lingkungan sekitarnya.Tetapi adapula yang masih di dalam toples menjaga telur dan anak-anak semut  (larva dan pupa). Semut yang keluar  berhamburan akan mengelilingi  tempat toples di mana diletakkan. Mereka, semut rangrang akan mencoba mencari tahu jalan mana yang akan membawa dia kembali kesarang yang lama. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh semut yang tidak kita ketahui dan ini dapat merugikan kita adalah semut dapat berpindah melalui sesuatu yang menempel pada sarang, misalnya kayu, sapu, daun, atau apapun itu yang dapat menghubungkan sarang dengan dunia luar, jika itu terjadi akibatnya semut akan memindah seluruh anggota koloni termasuk krotonya ke tempat yang mereka anggap aman, ini adalah suatu kerugian bagi kita karena kita lalai.

Meskipun kita sudah memakai media air sebagai pagar pembatas agar semut tidak bisa keluar, namun kita tetap harus waspada denga apa yang bisa dilakukan oleh sicerdik ini. Semut  yang tak berhasil menemukan media untuk menyeberang keluar dari sarang baru akan  mencoba dengan menyeberangi air sebagai pagar pembatas, walaupun dengan resiko tercebur dan mati.  Situasi ini biasanya karena saling dorong antar gerombolan semut. Jika jarak tepi air dengan media sarang terlalu dekat, maka semut rangrang akan bisa menyeberangi air pembatas. Maka idealnya jarak tepi tempat air dengan sarang toples harus lebih dari 10 cm, sehingga semut rangrang tidak bisa menyeberang.

Hal aneh lain yang tidak kita duga  adalah bahwa semut berani menjatuhkan diri untuk keluar dari sarang toples tersebut. Yang lebih aneh lagi adalah bahwa semut rangrang dapat membuat jembatan penyeberangan, seperti yang dilakukan oleh manusia. Semut tidak sebodoh yang kita kira, jika beberapa hal di atas yang telah mereka coba tidak berhasil, maka mereka tidak kehabisan akal mencoba hal ekstrim yang lain, yaitu akan mencoba untuk membuat jembatan semut rangrang. Ini kedengarannya aneh bukan, tapi itulah kecerdikan semut emas ini. Bagaimana caranya? Caranya, yaitu dengan saling bertumpuk sehingga bisa lebih tinggi atau lebih jauh jangkauannya, setelah dapat menjangkau seberang air, jembatan ini akan digunakan untuk menyeberang/lewat oleh semut lain untuk menyeberangi air. Sungguh usaha yang sangat luar biasa, pantang menyerah dan penuh kecerdikan.

Hal-hal di atas harus kita atasi dengan baik, dengan demikian semut rangrang tidak akan kabur dan tetap tinggal di sarang toples dan menghasilkan kroto untuk kita ambil manfaatnya. Selamat mencoba semoga sukses dan mari kita saling sharing pengalaman untuk meningkatkan kompetensi kita di bidang perkrotoan, sebagai tambang emas baru bagi mereka yang mau melakukannya.

Rabu, 03 April 2013

Langkah Awal Ternak Kroto


KTT Saraswati Desa Tambaharjo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah - Ternak rangrang atau kroto merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang telah mengetahui akan hal ini, akan tetapi mereka masih bingung harus mulai dari mana? Baiklah pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan gambaran langkah awal beternak semut rangrang penghasil kroto. Berikut ini ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk memulai usaha budidaya semut rangrang penghasil kroto.
Bibit semut rangrang penghasil kroto dari alam

Yang pertama adalah mencari benih atau bibit langsung dari alam. Pada daerah-daerah tertentu, keberadaan sarang semut rangrang sudah sangat sulit dijumpai, termasuk di desa kami Tambaharjo, sarang semut rangrang sudah sangat sulit dijumpai, padahal satu tahun yang lalu masih sangat banyak, bahkan di samping dan di belakang rumah kami juga masih banyak. Akan tetapi, jika kita mau mencari dengan tekun dan pantang menyerah, ternyata di daerah-daerah tertentu masih banyak juga. Sebagai contoh, kemarin kami iseng-iseng mencari ke desa sebelah dan al hasil alhamdulillah kami menemukan sarang meskipun sarang baru, hal itu membuktikan bahwa alam masih mau bersahabat dengan kita.

Untuk mendapatkan bibit dari alam, memang kita harus sedikit ekstra bekerja, kita harus memanjat pohon dengan resiko terkena gigitan semut rangrang. kita harus mempersiapkan beberapa alat yang harus kita bawa ketika berburu bibit langsung dari alam. Belum lagi, tidak mudah menemukan tempat atau pekarang yang terdapat sarang semut rangrang. Namun jika kita pantang menyerah, kita pasti dapat menemukannya. Jika sudah menemukan sarang, kita harus mempersiapkan alat-alat untuk mengambilnya, yaitu berupa sabit, pisau, atau gunting taman untuk memotong ranting sarang, karung, kandi, atau wadah plastik untuk menampung sementara sarang untuk dibawa pulang. Karung ini harus kita sediakan lebih dari satu, jika kita ingin mendapatkan sarang lebih dari satu dengan lain pohon. Mengapa demikian, karena semut rangrang yang beda koloni, beda pohon, mereka akan saling serang, sehingga dapat merusak semut, bahkan dapat menimbulkan kematian.

Setelah sarang kita dapatkan dari alam, langkah selanjutnya, kita bawa pulang untuk dibersihkan dan dikeluarkan dari sarang, ini adalah proses yang lumayan sulit, karena pada proses ini, resiko tergigit rangrang sangat besar, padahal sebenarnya gigitan rangrang tidak terlalu sakit, sebentar saja sembuh, tetapi mungkin karena jumlahnya yang cukup banyak sehingga terkadang kita merasa kaget dan takut, tetapi lama-lama kita juga akan terbiasa dengan gigitan semut kroto ini, sehingga tidak merasa sakit lagi, alias kebal.

Semut kita keluarkan dari sarangnya berikut dengan krotonya dengan cara membuang satu persatu daun yang menjadi sarangnya. Setelah semut dan kroto bersih dari daun dan ranting basah semua, "maaf jadi bernyanyi" selanjutnya semut dan kroto kita masukkan ke sarang baru yang sudah kita persiapkan sebelumnya (tentang cara membuat sarang baru, silahkan lihat posting selanjutnya). Setelah semut rangrang dan kroto masuk ke sarang baru, kemudian kita tutup rapat sarang baru selama 2 hingga 3 jam agar semut beradaptasi dengan lingkungan sarang baru tersebut. Setelah 2 sampai 3 jam, kemudian tutup lobang sarang kita buka, agar semut mendapat udara segar.


Bibit Semut Rangrang Penghasil Kroto dari Membeli

Cara yang kedua ini sangatlah praktis, kita tidak akan direpotkan dengan ritual seperti pada cara di atas, kita tinggal merogoh kantong kemudian membayar dan barang kita terima dengan kondisi baik dan siap dibudidayakan. Kita hanya tinggal mempersiapkan rak untuk tempat budidayanya saja, kita tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk mencarinya. Yang lebih penting lagi, dengan membeli bibit dari peternak lain, kita tidak ikut merusak habitat aslinya di alam. Padahal keberadaan semut rangrang di alam sangat membantu para petani dalam mengendalikan hama tanaman.

Cara yang kedua ini sangat kami anjurkan untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam kita yang kian hari kian memprihatinkan. Jika ada yang berminat, kami bersedia menyalurkan atau memberikan informasi kepada anda tentang di mana dapat memperoleh bibit semut rangrang dengan mudah dan murah. Seperti yang kami lalukan, yaitu kami membeli bibit dari Bapak Chasiat Prabowo di Godean Jogjakarta.

Demikian informasi tentang bagaimana memulai sebuah usaha budidaya semut rangrang penghasil kroto. Semoga bermanfaat, terima kasih atas kunjungan anda, Nantikan Posting selanjutnya, tentang cara pembuatan sarang baru dengan bahan yang murah dan mudah kita temukan dilingkungan rumah kita.

Selasa, 02 April 2013

Kroto

 

Kroto adalah telur semut rangrang yang berwarna putih yang yang sebenarnya adalah larva dan pupa dalam proses metamorfosis semut dari telur menjadi semut. Telur ini di masyarakat lebih dikenal dengan nama kroto. Biasanya kroto digunakan untuk makanan burung kicauan, kegunaan lain adalah sebagai pakan umpan memancing. Meskipun kelihatannya kegunaannya sangat minim di kalangan tertentu, namun perlu kita ketahui bahwa kalangan tertentu itu ternyata kalangan atas yang nota bene, mereka tidak memikirkan harga untuk mendapatkan kroto ini.

Inilah salah satu penyebab tingginya harga kroto di pasaran. Selain itu ketersediaannya yang semakin menipis di alam menambah tinggi harga kroto. Ini merupakan peluang bisnis baru bagi mereka yang mengetahuinya. Alasan penggunaan kroto sebagai pakan burung adalah bahwa kroto kaya akan protein dan vitamin untuk menjaga kesehatan dan stamina burung kicauan. Selama ini kroto masih menjadi pakan paling berkualitas untuk burung kicauan meskipun di pasaran telah banyak dijual pakan burung buatan, namun kroto dirasa lebih baik karena masih alami.

Di alam, semut biasanya bersarang di pohon pohon yang tinggi, akan tetapi sering kita jumpai pula di pohon yang rendah, namun itu biasanya hanya sarang para semut pekerja dan semut prajurit. Jenis pohon yang disukai semut rangrang antara lain rambutan, mangga, dan jambu. Semut ini juga senang membuat sarang di pohon jati, sukun, dan mengkudu. Ukuran sarang cenderung mengikuti ukuran daun.

Pencarian kroto di alam menyebabkan keberadaanya semakin sulit ditemukan, ini akan sangat merugikan, karena agar kita tahu bahwa ternyata semut rangrang adalah merupakan predator alami yang dapat memberantan hama tanaman. Bisa kita perhatikan, pohon yang terdapat semut rangrang biasanya tidak terserang ulat dan pohon yang tidak ada semut rangrangnya biasanya mudah terserang ulat. Mengapa demikian? Semut rangrang yang hidup di alam biasanya memakan ulat dan hewan hama lainnya yang menyerang pohon.

Kehidupan semut rangrang memang identik dengan kehidupan masyarakat perdesaan. Bagi sebagian orang, kroto dari semut rangrang merupakan sumber penghasilan baru dan dianggap sebagai salah satu cara bagi masyarakat miskin untuk memperoleh penghasilan tambahan. Sebuah penghasilan yang bisa diperoleh secara cuma-cuma dan tanpa mengganggu waktu dan kegiatan bertani mereka. Dengan cara yang praktis dan mudah saja mereka bisa mendapatkan kroto semut rangrang tersebut.


Namun mereka tidak menyadari, bahwa pengambilan kroto langsung dari alam akan menyebabkan punahnya populasi semut rangrang, yang akibatnya predator alami menjadi berkurang dan justru hama tanaman akan semakin berkembang. Untuk mencegah hal itu, para pakar telah melakukan uji coba untuk beternak semut kroto ini secara modern, sehingga tidak merusak habitat aslinya di alam.

Untuk mengetahui bagaimana cara beternak semut rangrang secara modern, dapat disimak pada postingan selanjtnya. Demikian semoga bermanfaat.