Tampilkan postingan dengan label makanan semut rangrang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan semut rangrang. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

Ada Gula Ada Semut



kttsaraswati.blogspot.com - Ada gula ada semut, peribahasa ini masih berlaku hingga sekarang. Hubungannya dengan ternak semut rangrang adalah, bahwa gula adalah termasuk makanan yang penting untuk kelangsungan hidup dan produksi semut rangrang penghasil kroto. Gula juga merupakan unsur penting dalam kehidupan semut rangrang. Layaknya manusia yang membutuhkan air, semut rangrang juga membutuhkan air gula sebagai minuman dan penjaga stamina agar tetap prima dalam mengumpulkan makanan dan menjaga sarang dari serangan musuhnya. Berikut ini kami sajikan berbagai jenis makanan semut rangrang termasuk gula/air gula.

Layaknya manusia, semut juga membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Makanan semutsangat beragam, tergantung kondisi lingkungan sekitar habitatnya. Pada dasarnya tubuh semut membutuhkan dua zat yang sangat penting , yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai makanan yang mengandung protein yang tinggi dari alam, hampir 70% makanannya mengandung protein. Semut mendapatkan sumber protein dari alam yang sangat melimpah berupa serangga, ulat, dan hama tanaman buah lainnya.

Dalam hal budidaya semut rangrang, makanan yang seperti di habitat aslinya dapat digantikan dengan daging, ikan, ayam, tikus, ulat, capung, dan serangga lainnya. Semut rangrang penghasil kroto aktif mencari makanan sepanjang hari dan membawanya ke dalam sarang untuk seluruh anggota koloni semut tersebut. Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari.

Tidak hanya protein yang dibutuhkan oleh semut rangrang ini, si penghasil kroto ini juga memerlukan makanan tambahan berupa gula sebanyak 30% dari sari makanan yang didapat dari bunga dalam bentuk nektar. Untuk mendapatkan gula, semut rangrang lebih suka mencari cadangan gula seperti embun madu (yang dikeluarkan oleh serangga pengisap cairan tanaman) atau nektar. Embun madu tersebut diperlukan sebagai energi tambahan pada periode awal pembuatan sarang. Maka, ketika membangun sarang, semut rangrang mencari daun-daun muda yang dihuni oleh serangga penghasil embun madu dan memasukkannya ke dalam sarang.

Minuman pengganti yang dapat diberikan untuk ternak semut rangrang adalah cairan gula. Sangat mudah cara pemberiannya, cukup tempatkan gula pada wadah yang tipis seperti tutup galon minuman, tutup toples dan lainnya, kemudian tuangkan sedikit air untuk membasahi gula tersebut dan biarkan hingga larut sendiri atau bisa juga diaduk pelan supaya rata. Mengapa menggunakan wadah yang tipis, hal ini bertujuan untuk memudahkan semut dalam menjangkaunya. Air minum ini harus selalu ada sepanjang hari dan harus segera diisi kembali ketika telah habis.

Mudah bukan? Kalau kita tahu teorinya, apapun yang dianggap sulit akan menjadi mudah, yang penting adalah tindakan. Maksudnya, jika anda memiliki keinginan untuk mencoba budidaya semut emas ini, saran saya, jangan terlalu dipikir panjang lebar, langsung libas saja, mulai dari sekarang. Cari bibit di alam, kalau sulit, beli bibit dari para penangkar. Tidak tahu alamatnya, silahkan isi komentar di bawah ini, Insya Allah saya bersedia membantu. Sekedar sharing, saya juga belum lama beternak kroto, awalnya juga mendapatkan bibit dari membeli.


Demikian, semoga bermanfaat, terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf jika ada kekuarangan. Untuk komentar, silahkan isi di kotak berikut ini.

Kamis, 04 April 2013

Capung Salah Satu Makanan Kesukaan Rangrang


Capung dalam bahasa Jawa disebut dengan kinjeng adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Hewan ini banyak dijumpai di tempat yang banyak terdapat air, tempat mereka bertelur dan membesarkan anak-anaknya. Capung adalah salah satu hewan yang mempunyai sayap dan bisa terbang menyerupai helikopter. Hewan ini dapat kita temukan di pinggir-pinggir kali dan di sekitar rumah kita. Ternyata hewah ini bisa juga dimanfaatkan sebagai makanan semut rangrang. Capung merupakan salah satu makanan kesukaan semut rangrang.

Selain capung, semut rangrang juga menyukai berbagai macam serangga lainnya sebagai makanan mereka. Semut rangrang makan makanan yang banyak mengandung protein, ini berasal dari hewan-hewan kecil yang terdapat di alam. Selain serangga sebagai sumber protein (70%), semut rangrang juga membutuhkan gula sebanyak 30% sebagai minumannya. Hewan lain sebagai makanan rangrang, di antaranya adalah jangkrik, ulat, kupu-kupu, dan masih banyak lagi termasuk hama tanaman buah seperti kepik.

Kalau kita lihat dari makanannya, semut rangrang tergolong binatang karnivora, yaitu pemakan daging, sehingga bisa dipastikan telurnya (kroto) sangat banyak mengandung protein, sehingga sangat baik untuk makanan burung kicauan. Melihat begitu mudahnya makanan dan cara perawatan semut rangrang, maka ternak kroto menjadi semakin menguntungkan. Tetapi mengapa belum banyak orang yang melakukannya, sehingga pasokan kroto di pasaran masih sangat minim, hal ini yang menyebabkan melambungnya harga kroto. Di balik itu semua, ini menjadi sebuah keuntungan bagi para peternak kroto dan pencari kroto.


Dengan sedikit kerja keras, kita akan dapat memperoleh keuntungan yang besar, apalagi di musim penghujan dan hari raya, harga kroto sangat tinggi, bahkan di tingkat pengecer bisa mencapai Rp. 200.000,- per kilo gram. Berbeda dengan ternak lainnya, misalnya sapi, kambing, lele, gurame, dan lain-lain, yang membutuhkan biaya produksi yang sangat mahal dan waktu panen yang cukup lama. Bisa dikatakan bahwa, beternak semut rangrang penghasil kroto ini tidak membutuhkan biaya produksi, hanya modal awal saja ketika menyediakan bibit dan rak atau kandang tempat pemeliharaan.

Biaya produksi yang sangat murah, bahkan bisa dikatakan tidak ada membuat keuntungan beternak kroto menjadi semakin menguntungkan, coba bayangkan hanya dengan diberi makan capung atau orang jawa bila kinjeng, kita bisa memelihara semut rangrang sampai bisa menghasilkan telur emas. Capung atau kinjeng, jangkrik, belalang, dan ulat bisa kita dapatkan dengan mudah dari alam, kalaupun harus membeli jangkrik, dengan uang Rp. 5.000,- saja kita dapat memperoleh jangkrik dalam jumlah yang banyak, bahkan jangkrik tersebut, jika dibiarkan hidup untuk stok makan dapat dibiakkan pula.


Demikian sedikit gambaran tentang murah dan mudahnya beternak semut rangrang penghasil kroto, semoga bermanfaat, kita tidak tahu hasilnya selama kita belum menjalankannya. Mohon maaf atas segala kekurangan, terima kasih atas kunjungan anda.