Sabtu, 26 November 2011

Saling Tantang Via SMS, Pelajar Dua Sekolah di Bangkalan Terlibat Tawuran

Darah Madura - Dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda terlibat tawuran di Bangkalan, Madura. Belasan polisi yang mendatangi lokasi tawuran di lapangan pacuan kuda Kemayoran, Kota Bangkalan, langsung mengamankan puluhan pelajar yang berasal dari dua sekolah yang berbeda, yakni SMKN 1Bangkalan dan SMAN 3 Bangkalan.

Polisi pun kemudian memeriksa kendaraan dan tas mereka karena dikhawatirkan membawa senjata tajam. Sebilah pisau juga ditemukan di lokasi tawuran, namun tidak ada seorang pun yang mengakui sebagai pemiliknya.

Tawuran ini dipicu oleh saling ejek melalui SMS antara Rusdyanto siswa SMAN 3 Bangkalan dengan Rifki Oktavia pelajar SMKN 1 Bangkalan. Nah dari saling ejek itulah, keduanya saling tantang.
Menurut polisi, saling ejek tersebut diawali persoalan cewek diantara keduanya. Meski awalnya perselisihan dua orang, namun persoalan ini berkembang menjadi tawuran massal karena masing-masing pihak membawa teman-teman satu sekolahnya. Apalagi kedua sekolah tersebut memang sering kali terlibat perselisihan.
Salah seorang polisi menambahkan, tawuran antar kedua pihak ini adalah yang kedua kalinya hari ini. Tawuran pertama terjadi sabtu pagi di depan SMKN 1 Bangkalan, namun berhasil cepat dibubarkan. Saat itu kedua pihak berjanji berdamai. Namun ternyata beberapa jam kemudian berlanjut lagi di lokasi pacuan kuda ini.

Beberapa pelajar yang diduga sebagai pemicu tawuran kemudian dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara para pelajar lainnya langsung disuruh pulang setelah sempat diberi pengarahan oleh polisi. (Mad Topek)

Jumat, 25 November 2011

Proyek Rehab Sekolah Mangkrak, Ratusan Siswa Terlantar

Darah Madura - Kondisi pendidikan di daerah masih saja memprihatinkan. Seperti halnya yang menimpa ratusan siswa SDN Tambelangan II Kabupaten Sampang, Madura. Ratusan siswa tersebut terlantar dan tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam ruang kelas setelah proyek rehabilitasi bangunan sekolah mereka yang sedang dilakukan mangkrak.

Ruangan kelas yang biasanya digunakan pun tidak bisa dipakai karena sudah terlanjur dibongkar untuk rehabilitasi tersebut. Sejumlah material bangunan serta perkakas kayu yang sudah dibongkar dibiarkan tergeletak begitu saja di dalam ruangan kelas maupun di halaman sekolah.

Upaya renovasi bangunan sekolah yang memperoleh kucuran dana sebesar 190 juta rupiah ini terpaksa dihentikan setelah pihak ahli waris pemilik tanah mempersoalkan kembali status kepemilikan tanah tempat bangunan sekolah ini berdiri.

Sekolah yang dibangun pada tahun 1972 ini memang telah berulang kali digugat oleh ahli waris pemilik tanah. Namun hingga saat ini belum ada penyelesaiannya. Puncaknya, pihak ahli waris menghalangi proyek renovasi bangunan sekolah sebelum tanah yang diklaimnya tersebut dibebaskan terlebih dahulu oleh pemerintah setempat.

Mohammad Husni, ahli waris tanah ini mengatakan, jangan sampai ada aktivitas apapun di tanah tersebut selain aktivitas belajar mengajar.
“Kami kan sudah dengan legowo memperbolehkan aktivitas belajar mengajar. Namun kalau dibangun atau direhabilitasi bangunannya, itu lain persoalan mas,” tegas Husni.

Jika pembebasan tanah sekolah ini tidak segera dilakukan, semua aktivitas di sekolah ini pun terancam ditutup oleh pihak ahli waris tanah.

Akibat mangkraknya proyek rehabilitasi ini, sebanyak 193 siswa di sekolah ini kena getahnya. Mereka tidak memiliki ruangan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar. Beberapa siswa terlihat asyik bermain bola di halaman sekolah. Sementara para siswa putri hanya bias duduk-duduk di beranda kelas dan halaman sekolah mereka tersebut. Para siswa ini tetap masuk seperti biasa karena pihak sekolah memang tidak meliburkan mereka.

Sementara itu, Hanafi, kepala sekolah SDN Tambelangan II, menuturkan, dirinya tidak mengetahui persoalan sengketa tanah tersebut. Pihak ahli waris pun melakukan upaya penolakan rehabilitas ini melalui surat yang dikirim ke sekolah setelah proposal rehabilitasi sekolah direstui pemerintah.
“Saya khan orang baru disini, pak. Jadi tidak tahu betul persoalan ini. Maka saat akan mendapat kucuran dana rehabilitasi, ya saya langsung bikin proposal ke pemerintah dan akhirnya diumumkan dapat kucuran dana tersebut”, terang Hanafi kepada wartawan di halaman sekolah.

Kepala Unit Pelaksana Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Tambelangan, Sampang, Aminullah, mengatakan, pihaknya akan segera mencarikan jalan keluar persoalan ini dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang secepatnya.

Kasus sengketa tanah sekolah seringkali terjadi di Madura. Pasalnya, saat awal didirikan oleh pemerintah daerah setempat memang memakai tanah-tanah warga yang tidak terpakai. Namun hal tersebut kemudian menjadi persoalan jika pihak pemilik tanah maupun ahli warisnya mempersoalkan. Ironisnya, seringkali pula pemerintah daerah setempat seakan meremehkan kasus-kasus semacam ini. Padahal, kasus ini bisa diselesaikan dengan cara pembebasan tanah tersebut demi kepentingan pendidikan. (Mad Topek)

Kamis, 24 November 2011

TKI Suami Istri Asal Madura Terancam Hukum Pancung

Darah Madura - Kabar buruk tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terus saja terdengar. Kali ini menimpa Solehuddin dan Jumriyah asal Kabupaten Sampang, Madura. Kedua TKI yang merupakan pasangan suami istri ini terancam hukum pancung di Arab Saudi karena dituduh terlibat pembunuhan rekan sekerja mereka.

Kabar buruk ini tentu saja mengejutkan keluarga di kampung halaman mereka di desa Ragung, kecamatan Pangarengan, Sampang. Saat ditemui di rumah mereka, kamis (24/11/2011), kesedihan terpancar jelas dari tangisan Supatma, ibu kandung Jumriyah serta Husni Mubarok, putra pasangan TKI tersebut. Bahkan Husni tak kuasa menahan tangis kala diajak berbincang oleh sejumlah jurnalis yang mendatanginya.

Dari kabar yang diterima pihak keluarga, Jumriyah dan Solehuddin sudah menjalani hukuman penjara sejak bulan juli 2011 kemarin. Berita buruk ini berdasarkan informasi dari kerabat mereka yang juga bekerja di Arab Saudi, bukan dari pihak pemerintah maupun PT Devita Bersaudara, jasa pemberangkatan TKI yang memberangkatkan keduanya.
Keluarga Jumriyah dan Solehuddin belum bisa percaya jika keduanya terjerat kasus hukum, apalagi terlibat kasus pembunuhan. Namun kabar yang mereka dengar tak urung membuat pihak keluarga khawatir jika vonis hukuman pancung benar-benar dilaksanakan oleh pemerintah Arab Saudi sewaktu-waktu.

Pihak keluarga pun berharap, kedua orang anggota keluarga mereka ini bisa mendapat pembelaan dari pemerintah pusat termasuk kemungkinan membebaskan keduanya dari jerat hokum. Atau setidaknya meringankan beban hukuman mereka.
Yang membuat ironis pihak keluarga, pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, seolah menganggap remeh kasus ini. Hal ini terbukti, meski berulang kali mengirim surat kepada kedua lembaga ini, guna mendapatkan informasi serta kepastian hokum kasus Jumriyah dan Solehuddin, hingga kini belum ada tanggapan sama sekali.

Hal serupa juga dilakukan oleh pihak PT Devita Bersaudara yang seharusnya juga peduli terhadap nasib keduanya. Namun jasa pemberangkatan TKI yang memberangkatkan Jumriyah dan Solehuddin yang beralamat di Jalan Rawasari Jakarta Timur ini, juga tidak memberi respon apapun terkait surat-surat yang dikirimkan pihak keluarga Jumriyah-Solehuddin. (Mad Topek)

Guru Main Pukul, Ratusan Siswa Gelar Demo Di Halaman Sekolah

Darah Madura - Ratusan siswa SMAN 4 Bangkalan, Madura, menggelar aksi protes terkait tindakan kekerasan yang sering dilakukan oleh salah seorang guru mereka, kamis (24/11/2011). Dengan membawa sejumlah poster kecaman, mereka terlihat bersemangat meneriakan yel-yel, berorasi serta meneriakkan tuntutan mereka.

Madhawi, salah seorang siswa yang bertindak selaku korlap aksi, menuturkan, mereka tidak terima tindakan kekerasan terjadi di sekolahnya yakni berupa main pukul yang dilakukan salah seorang guru mereka. Mereka pun meminta oknum guru tersebut diberi sanksi tegas.

Madhawi juga mengatakan, dirinya pernah jadi korban pemukulan saat sedang upacara bendera. Oknum guru tersebut langsung menghampirinya dan memukul dirinya di depan para siswa lain tanpa ada teguran maupun penjelasan apa kesalahan nya terlebih dahulu.
Aksi main pukul oknum guru ini sudah pernah dilaporkan ke kepala sekolah maupun guru lainnya. Namun ternyata tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak sekolah. Padahal kasus pemukulan ini juga dialami oleh teman-temannya yang lain.

“Sekolah kami kan bukan sekolah militer, mas. Tapi bapak guru itu ringan tangan. Salah dikit main pukul”, tegas Madhawi yang diamini oleh rekan-rekannya.

Aksi ini pun menarik perhatian pihak sekolah. Sejumlah guru langsung turun tangan berusaha menenangkan para siswanya dan meminta mereka kembali ke dalam kelas masing-masing. Namun upaya ini gagal. Para siswa terus berorasi di halaman sekolah dan mengancam akan mogok belajar.
Terkait aksi pemukulan oknum guru ini, sejumlah guru SMAN 4 Bangkalan membenarkan bahwa kasus tersebut memang terjadi. Terutama pemukulan yang menimpa Madhawi karena terjadi di ruang terbuka yakni halaman sekolah serta disaksikan orang banyak.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moh Mohni menyatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah dan siswa yang jadi pemukulan termasuk oknum guru tersebut. Jika benar terjadi seperti yang diceritakan para siswa, Dinas Pendidikan berjanji akan memberi sanksi tegas bagi yang bersangkutan.

Aksi protes siswa ini baru berhenti, setelah para guru berjanji akan segera menyelesaikan kasus kekerasan yang menimpa mereka secepatnya. Para siswa pun kemudian bersedia kembali ke kelas masing-masing. (Mad Topek)

Rabu, 23 November 2011

Ratusan Warga Blokir Pintu Tol Suramadu

Darah Madura - Ratusan warga Bangkalan, Madura menggelar aksi demo di pintu tol Jembatan Suramadu, rabu siang (23/11/2011). Begitu turun dari kendaraan yang mengangkut, mereka langsung memblokir jalan sisi timur, sekitar dua ratus meter dari pintu tol Suramadu yang menuju Surabaya. Warga membawa belasan poster yang berisi kecaman maupun kritikan terhadap Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) yang dibentuk pemerintah sejak 3 tahun lalu tersebut.

Untuk mengantisipasi kericuhan/ dan mencegah massa masuk ke areal tol Jembatan Suramadu, puluhan personil kepolisian melakukan barikade terhadap massa. Nah, karena dihalangi inilah massa sempat hendak memblokir juga jalan sisi barat dari arah Surabaya. Namun upaya ini kemudian berhasil langsung dihalau polisi.
Dari selebaran yang dibagikan massa, BPWS yang mempunyai tugas utama untuk melakukan percepatan dan peningkatan perekonomian Madura pasca peresmian SUramadu, telah dianggap gagal mengwujudkan hal tersebut meski memperoleh kucuran dana ratusan milliar rupiah dari pemerintah pusat. Bahkan BPWS dituding juga melakukan diskriminasi terhadap warga Madura dengan tidak mempekerjakan warga setempat .

Massa pun sempat terlibat adu mulut dengan Suhardiyanto, Kepala Divisi Pengendalian dan Pembangunan BPWS yang menemui massa karena BPWS dianggap terlalu sering ingkar janji terhadap warga.
Humas BPWS, Faishal Yasir Arifin, membantah tudingan dan anggapan warga tersebut. Menurutnya, pihak BPWS telah berupaya keras memberdayakan masyarakat Madura termasuk terus melakukan pemberdayaan terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Bangkala, Madura.

Faishal juga menambahkan, pihaknya juga terus melakukan promosi dan penjajagan potensi investasi yang ada di Madura dengan pihak asing utamanya dengan Jepang dan China serta negara-negara Asia Tenggara. Tentu saja menurut Faishal hal tersebut butuh proses berkelanjutan dan bertahap untuk mengwujudkan masyarakat Madura yang sejahtera dengan tidak meninggalkan tradisi dan cirri khasnya yang agamis. (Mad Topek)

Sabtu, 19 November 2011

Pirus atau Turqoise, Batu Lunak dengan Warna Biru sampai Hijau yang Memukau

batu pirus
Batu Pirus atau disebut sebagai Turqoise memukau para pecinta batu dengan warna biru langit atau bahasa kerennya "sky-blue turqoise"! Walaupun batu ini bukan batu keras tapi banyak diminati para gemstone lovers di seluruh dunia.
batu pirus persia
Batu Pirus dengan kwalitas terbaik dengan warna "blue-sky Turqoise" berasal dari Iran atau Persia. Tempat tersebut mempunyai kwalitas batu pirus yang tak tertandingi. Pirus hijau dari Tibet juga menjadi buruan orang. Beberapa tempat juga terdapat batu Pirus dengan kwalitas bagus seperti Mexico, USA, Chile, Australia, dan China. Pirus China seperti gambar dibawah ini banyak beredar di Indonesia.

batu pirus turquoise

batu pirus
Batu ini sudah dipakai oleh manusia sejak 3000 tahun yang lalu. Batu Pirus dipercaya mampu memberi peringatan kepada si pemakai dengan perubahan warnanya, peringatan akan bahaya dan penyakit. Batu Pirus mempunyai kekerasan sekitar 6 skala moch, dan mempunyai sifat mudah pecah jadi harus hati-hati dalam penggunaan sehari-hari.

TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES(2007)