Sabtu, 16 Juli 2011

IPM Madura Rendah, PR Besar BPWS Untuk Kemajuan Madura Pasca Suramadu

Darah Madura - Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) tampaknya bakal punya pekerjaan rumah yang lumayan berat untuk mendongkrak pembangunan Madura. Selain fokus pada pembangunan insfrasruktur di Madura, BPWS juga harus memperhatikan pembangunan manusia di Madura. Pasalnya, berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), indeks pembangunan manusia (IPM) Madura masih di bawah rata-rata nasional dan regional. Tentu ini bakal menjadi tantangan tersendiri bagi BPWS.


Sebagaimana diketahui, BPWS merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat untuk memacu pertumbuhan pulau Madura pasca diresmikannya Jembatan Suramadu pada 10 Juni 2008 lalu.

Persoalan tersebut dilontarkan mantan Asisten Pembangunan dan Ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim Chairul Jailani, Sabtu (16/072011) saat pertemuan antara Badan Silaturahmi Ulama Pondok Pesantren (BASSRA) se Madura dengan Badan Pelaksana (BP) BPWS di Ponpes Nurul Amanah di Kec Tanah Merah, Bangkalan. Dalam pertemuan yang dipandu KH Nuruddin Ar Rahman ini, Chairul Jailani mengungkapkan Madura patut mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah pusat maupun provinsi.

Terkait hal tersebut, dijelaskan beberapa komponen yang harus diprioritaskan. Diantaranya sumber daya manusia (SDM) terkait fisik, pendidikan, dan ekonomi-sosial. ”Tiga hal itu yang harus menjadi fokus dan prioritas. Maka harus dirembugkan bersama antara BPWS dengan para stakeholder termasuk para ulama,” tuturnya. Dia menegaskan, IPM Madura merupakan ”pekerjaan rumah (PR)" BPWS yang harus mendapat perhatian khusus.

Pria yang kini aktif di Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Jatim) tersebut pun menjabarkan tingkat IPM di 4 kabupaten di Madura. ”Bangkalan 64, Pamekasan 64, Sumenep 65, yang terendah Sampang dengan angka 59. Mohon maaf para ulama Sampang, ini berarti butuh perhatian kita bersama,” tegasnya. Dia menambahkan, IPM di Madura masih kalah jauh dengan kabupaten-kabupaten terdekat yang masuk dalam lingkup Germa Kertosusila (Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan). ”Jadi tidak salah kalau BPWS nanti menggerojok Madura dengan penyiapan SDM,” tuturnya.

Namun yang terpenting, ikhtiar yang kokoh membangun jangan sampai meninggalkan kearifan lokal, yakni nilai-nilai budaya dan religius yang selama ini sangat kental di kalangan masyarakat Madura. Chairul Jailani pun meminta dukungan penuh para kiai Madura guna mengwujudkan hal tersebut.

”Saya kira untuk itu BPWS harus didukung para kiai. Mengapa? Karena BPWS ini merupakan akses pemerintah pusat membangun Madura. Di samping itu, para ulama seharusnya mendukung BPWS juga dalam proses pembangunan infrastruktur lainnya. Misalnya dalam hal pembebasan tanah untuk pembagunan. Jika tidak ada lahan untuk dibangun, bagaimana BPWS akan mempercepat pembagunan dan pertumbuhan ekonomi Madura,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BP-BPWS Mohamad Irian yang datang bersama para stafnya mengatakan pihaknya memang menaruh perhatian besar terhadap penyiapan SDM Madura. Dalam presentasi rencana kerjanya, Irian menyatakan peningkatan IPM merupakan bagian dari skenario besar membangun SDM Madura. ”Kami akan fasilitasi pembangunan SDM Madura untuk mengelola pembangunan yang juga akan berbasis religius,” terangnya. Saat ini, sambungnya, BPWS tengah memetakan SDM Madura dan potensi apa saja yang bisa dikembangkan. Sehingga, keberadaan potensi daerah dan kesiapan SDM akan saling mendukung.

Para ulama BASSRA yang hadir pun tampaknya menyadari betul hal tersebut. Kesiapan SDM Madura dalam menghadapi pembangunan merupakan hal pokok untuk segera tingkatkan semaksimal mungkin. ”Kami tidak mau nanti masyarakat menjadi penonton. Atau meski tidak jadi penonton, jadi buruh semua misalnya, kami juga tidak berharap demikian,” ujar KH Sufyan dari Sumenep. Dari diskusi tersebut muncul banyak usulan agar BPWS bisa meningkatkan SDM Madura yang diantaranya juga melibatkan pondok pesantren. Salah satu usulannya adalah membangun pondok pesantren berbasis teknologi. Nah, ini kayaknya usul cerdas bukan?

Hal lain mengenai kinerja BPWS juga muncul dalam pertemuan tersebut. Diantaranya berkaitan dengan pembebasan lahan untuk pembangunan rest area Suramadu sisi Madura yang akan dilaksanakan BPWS dalam waktu dekat. KH. Abdurrahman dari Bangkalan meminta BPWS tidak melibatkan pihak ketiga dalam pembelian lahan terhadap warga. ”Sebab, hal itu akan memunculkan konflik horisontal baru. Mohon ini diperhatikan betul agar pembangunan Madura bisa segera terwujud,” harapnya. (NARA - Mad Topek)

Minggu, 10 Juli 2011

hack unlimited HP + one hit SG all + Mp7 , dll



DOWNLOAD XHEAT DISINI !!!

Fitur:
-1 Hit ALl SG[Kecuali Sg Spas Cash]
-1 Hit Mp 7
-1 Hit K2
-1 Hit P90
-Unlimited darah
Hotkey :
-1 Hit = Auoto On
-Cheat Darah On = Numpad 1
-Cheat Darah Off = Numpad 2
NB:
-Work All WINDOWS
Pasword sudah ada didalam nya

Jumat, 08 Juli 2011





Fitur :
-1 Hit All SG
-Wallhack
-Croshair
-Crmas
-recoil

Hotkey
1 Hit Auto On
Wallhack Actived On/Off Menu = Insert
Cheat Wallhack On = Arah panah Kanan
Cheat Wallhack Off = Arah Panah kiri

Cara pakai :
-Buka PB launcher
-Buka Cheat keluar cmd.exe[berwarna hitam]
(tekan Enter enter saja juga bisa)
-Sampai injector membuka Beri tanda pada Wh On dan 1 Hit

-Start Pb kamu
-Auto Inject
-Masukan passwordnya

DownLoad:
DownLoad Cheat disini
Download password


Download Cheat.exe
Download Injector Disini

Fiturnya dah ada didalamnya . .


Cheat Fullhack


Download Disini



Fiture :
-1 hit AWP Dragown Point+ Brusst
-1 hit PSG point + Brusst
-no respon
-Pasang Bom 0 Detik
-Defuse 0 detik

hotkey :
1 Hit + Brust = auto On
Psang Bom 0 Detik = Insert
No Respon = Insert
Defuse 0 Detik =Insert

Sabtu, 02 Juli 2011

Unik, Laki-Laki Memiliki Kuku Panjang Pada Jari-Jari Tangannya

Jadi Pusat Perhatian Orang Kala Ke Swalayan

Darah Madura - Memiliki rambut panjang atau gondrong sudah jamak kita lihat pada seorang laki-laki. Namun jika laki-laki mempunyai kuku-kuku panjang pada jari-jari tangannya, sangat jarang kita lihat. Apalagi kuku-kuku panjang tersebut mencapai dua puluh sentimeter.


Marlan, 41 tahun, warga desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan – Madura ini lah laki-laki yang memiliki kuku-kuku panjang. Sepotong rokok pun dengan mudah dan nikmatnya ia pegang di sela-sela jari tangan kirinya yang berkuku panjang tersebut.

Marlan menuturkan, sejak kecil memang terbiasa memelihara kukunya. Namun karena masih usia sekolah, dia kerap dimarahi gurunya agar memotong kuku – kuku nya. Barulah sejak tiga belas tahun yang lalu, kuku pada tangan kiri nya tidak pernah ia potong lagi.
Meski tidak pernah dipotong, beberapa kali kuku – kuku panjang Marlan patah dalam ukuran kecil. Agar tidak patah, Marlan pun sangat mengandalkan tangan kanan nya dalam beraktifitas sehari-hari nya.

Untuk memelihara kuku-kuku panjang nya, Marlan memakai kapas basah serta ampelas kecil terutama untuk menjaga agar kuku-kuku nya tetap terlihat bersih.

Seringkali karena keunikan dan keanehan pada jari-jari tangan kiri nya tersebut, Marlan menjadi pusat perhatian saat dia bepergian, termasuk kala berbelanja di toko maupun swalayan.
Laki-laki yang memiliki istri dengan dua orang anak ini juga mengatakan, sang istri pernah memintanya, untuk memotong kuku-kuku nya tersebut. Namun Marlan selalu menolak nya. Meski menolak permintaan sang istri, menurut Marlan, yang terpenting ia tetap mampu memberikan nafkah bagi sang istri, baik lahir maupun batin.

Walaupun ber-kuku panjang, Marlan tetap hidup normal layak nya manusia biasa seperti hal nya berbaur dengan para tetangga, termasuk tetap bekerja sebagai peternak bebek dan sapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun demikian, para tetangga nya tersebut cukup heran dengan keunikan serta ketelatenan Marlan dalam merawat kuku-kuku panjang nya ini.

Selain beternak bebek dan sapi, marlan juga memelihara kucing anggora sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari nya. (Mad Topek).

Unik Nih Gan, Nenek Melahirkan Bayi Kembar Tiga

Darah Madura - Seorang nenek berusia 42 tahun di Kabupaten Sampang – Madura melahirkan bayi kembar tiga secara normal. Selain Dinilai langka, kini bayi kembar tiga tersebut selalu dikunjungi warga karena dianggap mendatangkan keberuntungan.
Pasangan suami istri yang dikaruniai bayi kembar tiga tersebut adalah Abdul Basit dan Misnati, warga dusun Bulabuh Desa Malakah, Kecamatan Jrengik – Sampang.


Misnati, nenek bercucu satu dari anak perempuan pertamanya ini, melahirkan bayi kembarnya secara normal dalam usia kandungan sembilan bulan. Bayi – bayi ini berjenis kelamin satu laki-laki dan dua perempuan dengan bobot dua kilogram masing-masing bayi.

Sebelum melahirkan bayi kembar tiga ini, Misnati telah memiliki enam anak dan satu meninggal dunia dengan kelahiran tanpa ada yang kembar sebelum nya.

Abdul Basit, ayah sang bayi, mengatakan, sebelum melahirkan bayi kembarnya, pasangan keluarga sederhana ini tidak ada firasat apapun. Sehingga kelahiran bayi dengan kembar tiga ini pun tak disangka sebelumnya. Saat diperiksakan ke bidan desa pun, sang bidan juga tidak menyebutkan bahwa istri nya akan melahirkan anak kembar.

Karena wajah ketiga bayi kembar ini sangat mirip, kedua orang tuanya memberikan nama yang mirip pula, yakni Rena, Reni dan Rendi.

Bayi kembar dengan usia genap satu minggu ini pun tiap hari dikunjungi warga maupun pihak kerabat untuk menimangnya. Hal ini karena peristiwa kelahiran bayi kembar dinilai unik dan tidak pernah terjadi di desanya. Selain penasaran dengan kondisi sang bayi, warga yang datang berharap ketularan bisa memiliki bayi kembar yang dipercaya akan mendapatkan rejeki melimpah

Bayi yang dilahirkan secara normal inipun mendapatkan ASI bantuan dengan susu formula untuk memenuhi kebutuhan bayi terhadap gizi. Selain itu pemberian susu tersebut guna meringankan beban ibu sang bayi saat ketiganya haus mendapatkan ASI. (Mad Topek)