Jumat, 09 Desember 2011

Batu Akik Batu Mulia Pacitan, Potensi Daerah Terpencil Yang Hampir Terlupakan

kerajinan batu akik pacitan
Salah satu nama daerah yang pasti akan terngiang oleh para pecinta batu mulia  di Jogjakarta mungkin juga di Indonesia ketika menyebut kata "akik" adalah Pacitan. Sebuah kabupaten yang memiliki kontur tanah bergunung-gunung. Daerah penghasil Batu mulia ini juga merupakan tempat kelahiran Presiden SBY. Ketika saya memasuki perbatasan antara Wonogiri dan Pacitan, saya melihat poster baliho besar sekali dengan foto Bapak Presiden  SBY , berbunyi "selamat datang di tempat kelahiran SBY" kurang lebih seperti itulah. Namun, kebesaran nama SBY tidak mampu membawa kesejahteraan para pengrajin batu akik di daerah ini. Saya bertemu dan sedikit ngobrol dengan beberapa pengrajin batu akik dari daerah Donorejo, Pacitan. Yang saya dengar, kebesaran nama batu akik Pacitan ternyata sudah hampir menjadi sejarah. Dulu mulai dari tahun 60-an banyak yang menggantungkan hidup pada hasil produksi batu akik, tapi sekarang tinggal segelintir orang yang masih bertahan.
batu akik pacitan
Daerah Perbukitan Pacitan tidak cuma menghasilkan batu akik atau nama kerennya agate, tapi juga terdapat banyak sekali mineral berharga lainnya antara lain Crystal Quartz (seperti gambar diatas). Banyak juga fosil kayu yang pastinya berumur jutaan tahun tersebar di berbagi tempat di Pacitan. Penduduk lokal daerah pegunungan kadang juga menemukan artefak-artefak jaman purba seperti kapak perimbas, mata panah, dll. Membuktikan bahwa daerah ini telah ditempati oleh manusia beratus tahun yang lalu.
kerajinan batu akik pacitan
Daerah pegunungan dan sungai di perbukitan Pacitan merupakan sumber berbagai jenis batu Agate seperti chalcedony, onyx, sardonyx, jasper, carnelian, dll. Para kolektor batu banyak yang mengincar batu agate gambar dengan kualitas bagus dari para pengrajin batu akik Pacitan. Batu natural Crystal dari daerah ini juga lumayan besar-besar dan bening.
kerajinan batu akik pacitan
Salah satu ciri khas dusun Donorejo adalah nama jalan yang unik. Setiap gang di dusun itu dinamai dengan nama jenis batu mulia kelas dunia. Walaupun batu-batu mulia seperti Emerald, Turqoise, atau Safir tidak ditemukan di daerah ini. Yang tidak saya temukan adalah nama Akik, mungkin mereka lupa menamai salah satu gang sesuai produksi utama mereka.


Peralatan asah batu di dusun ini lumayan lengkap (lebih lengkap dari bengkel di Jogja). Saya datang ke beberapa bengkel, kebanyakan mereka mempunyai pemotong batu yang lumayan besar, mampu memotong batu keras dengan sempurna. Hasil asahan batu akik di dusun ini pun luar biasa halus dan mantap. Namun sayang, kendala pemasaran dan promosi sungguh minim!
kerajinan batu akik pacitan

pengrajin batu akik pacitan
Dulu pemerintah daerah Pacitan membentuk sebuah wadah perkumpulan perajin batu akik, namanya UBIBAM (Unit Bina Industri Batu Mulia). Sekarang sepertinya sudah bubar atau sekarat. Saya telusur dengan bertanya ke beberapa pengrajin ternyata memang sudah sekarat. Perkumpulan itu harusnya menjadi wadah dari pemerintah untuk membantu para pengrajin memajukan usahanya, tapi ternyata para pengrajin akik di Donorejo merasa tidak diperhatikan dan dibantu.


Mengingat potensi yang begitu bagus dari daerah ini, sudah sewajarnya pemerintah membantu memajukan usaha rakyat ini. Tapi apa mau dikata, selama pemerintahan belum bersih dari Kolusi, Korupsi, dan Nepostisme rakyat kecil hanya menjadi tumbal kekuasan saja ( weh kok malah ke politik ni!!). Semoga Indonesia sembuh dari penyakin kronis ini!! Cintailah Produk-Produk Indonesia!! (kecuali produk Korupsi, Kolusi, nepostisme, dll ya!! MANTAP)

Kamis, 08 Desember 2011

Dianggap Tak Paham Budaya Lokal, Warga Tuntut Bubarkan BPWS

Darah Madura - Demo menuntut pembubaran Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) kembali dilakukan oleh warga Bangkalan, Madura. Dengan menaiki sepeda motor, puluhan warga menggelar aksinya di jalur timur sekitar 200 meter dari pintu tol Jembatan Suramadu. kamis pagi (08/12/2011). Dalam aksinya, warga membawa sejumlah poster yang berisi kecaman maupun tuntutan pembubaran terhadap BPWS.

Warga menganggap BPWS tidak mampu mengemban tugasnya, yakni percepatan dan peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Madura pasca peresmian Jembatan Suramadu dua tahun yang lalu. Warga pun mempertanyakan kinerja institusi yang dibentuk pemerintah pusat pada tahun 2008 tersebut.

Salah satu yang disorot adalah kegagalan BPWS melakukan pembebasan lahan seluas 600 hektar untuk keperluan rest area Suramadu. Hal ini terjadi karena BPWS menurut warga tidak bisa melakukan pendekatan secara arif dan bijak pada masyarakat setempat pemilik tanah.

Padahal, masyarakat Madura sangat berharap keberadaan suramadu nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Madura secara umum. Maka dengan segala kegagalan tersebut, warga pun menuntut pembubaran BPWS.
Humas BPWS, Faishal Yasir yang menemui massa, sempat terlibat adu mulut dengan perwakilan warga. Meski berupaya menampung aspirasi warga, namun Faishal Yasir membantah tudingan warga tersebut. Menurutnya, pihak bpws telah melakukan berbagai upaya merangkul warga dan tokoh masyarakat termasuk empat pemerintah kabupaten yang ada di Madura untuk bersama-sama membangun Madura.

Akibat adanya demo di jalur Suramadu ini, polisi harus bekerja keras agar arus lalu lintas yang menuju Jembatan Suramadu dan sebaliknya tidak terjadi kemacetan. (Mad Topek)

Hendak Memperbaiki Antena TV, Nelayan Camplong Tewas Kesetrum Listrik

Darah Madura - Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar mawas diri. Seorang warga di Sampang, Madura, tewas tersengat arus listrik saat hendak memperbaiki antena TV, kamis (08/12/2011). Nasib malang tersebut menimpa Anang, warga Camplong, Sampang, Madura. Suriyah, ibu korban, dan Elis, istri korban, tak kuat menahan sedih dan meratapi kepergian Anang.

Dengan dibantu ratusan tetangga dan sanak famili yang terus berdatangan, jenazah Anang langsung dimandikan di halaman rumah duka.

Anang harus meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke puskesmas setempat dengan kondisi yang sangat kristis.

Peristiwa mengenaskan ini dipicu antena televisi yang roboh di terjang angin. Antena tersebut kemudian menimpa kabel induk PLN bertegangan tinggi diatas rumah. Akibatnya, timbullah percikan api di rumah Anam, tetangga sebelah rumah korban.

Menurut keterangan saksi mata, korban yang melihat adanya percikan api tersebut lalu bergegas hendak memperbaiki sekaligus berusaha memutus aliran listrik pada kabel yang mengeluarkan api. Hal ini karena korban khawatir terjadi kebakaran.
Jenazah Korban Saat Digotong Warga Setempat

Namun naas. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kabel antena televisi yang di pegangnya korban ternyata ada aliran listrik bertegangan tinggi. Korban pun langsung terkapar. Dari hasil olah TKP pihak polsek setempat pun, peristiwa ini murni akibat kecelakaan.

Selain Anang, korban lainnya adalah Nasir, paman korban. Nasir yang hendak menolong Anang sempat ikut tersengat listrik. Nasir pun terpental begitu tersengat listrik tersebut. Tapi beruntung Nasir bisa diselamatkan dan kini dirawat di RSUD Slamet Martodirjo Kabupaten Pamekasan karena mengalami luka-luka di bagian tangannya.

Setelah selesai dimandikan dan disholatkan, jenazah Anang langsung dimakamkan di kompleks pemakaman desa setempat. (Mad Topek)

Rabu, 07 Desember 2011

Fenomena Cerai PNS di Kabupaten Bangkalan

Darah Madura – Kabar ini rasanya kurang enak didengar. Dari penelusuran kami di kantor Inspekstorat Kabupaten Bangkalan selasa (06/12/2011), ternyata Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, banyak yang mengajukan perceraian ke dinas inspektorat setempat. Ironisnya, mereka ini didominasi oleh tenaga pengajar baik laki-laki maupun perempuan alias guru!

“Dari 2010 hingga 2011 yang mengajukan percereian rata-rata dilakukan oleh guru,” terang Abdul Hakim, kepala Inspektorat kabupaten Bangkalan, saat ditemui di kantornya. Abdul Hakim menambahkan, alas an dari mereka ini kurang begitu jelas. Mereka hanya menyampaikan alasan klasik, tidak cocok lagi. Semudah itukah memutus tali cinta? Ah….

Dalam catatan pihak Inspektorat sendiri, terdapat 31 orang PNS yang mengajukan perceraian dalam kurun waktu 2010 - 2011. Namun demikian, tahun 2011 ini ada tren penurunan daripada tahun sebelumnya. “Kalau dibandingkan dengan tahun 2010, tahun ini ada penurunan sebesar 50 persen, dari angka perceraian 21 orang PNS turun menjadi 10 orang PNS di tahun 2011 ini yang mengajukan perceraian ke kami,” ujarnya.
Abdul Hakim menambahkan, semua PNS yang mengajukan perceraian sebelum jatuh talak, pihaknya selalu memberikan pembinaan terlebih dahulu sebanyak tiga kali dengan harapan suami istri tersebut mengurungkan niatnya bercerai.

“Kami berharap untuk tahun tahun kedepan angka tersebut terus menurun dengan meningkatnya keharmonisan dari masing-masing pasangan hidup PNS,” pungkasnya. Semoga ya pak….bu! (Mad Topek)

Gedung Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Halaman dan Gudang Sekolah

Darah Madura - Pasca ambruknya tembok dua ruang kelas di SDN Pangilen I di Kabupaten Sampang, Madura, selasa pagi kemarin, proses belajar mengajar pun menjadi terganggu. Agar tetap bisa belajar, untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah ini dipindahkan ke halaman sekolah.

Saat didatangi rabu pagi (07/12/2011), terlihat para siswa kelas lima bergotong royong menggangkat bangku dan kursi belajar mereka ke halaman sekolah. Sementara siswa kelas empat yang tembok kelas nya juga roboh tanpa sebab tersebut, menggotong bangku dan kursi belajar mereka ke gudang sekolah.

Meski harus belajar di ruang terbuka yakni di halaman sekolah dan tanpa atap, para siswa kelas lima nampak tetap bersemangat menuntut ilmu. Sebuah papan tulis pun dipasang oleh para guru di depan siswa yang gigih belajar ini.

Beruntung cuaca atau sinar matahari tidak begitu terik. Namun demikian tentu saja para siswa dan guru tetap cepat kegerahan di ruang bukan seperti ini. Dengan memakai buku-buku mereka, sejumlah siswa terlihat mengipasi tubuhnya sambil mendengarkan pelajaran dari guru mereka.
Menurut pihak sekolah, hal ini terpaksa dilakukan karena memang belum ada ruang kelas pengganti bagi siswa yang tembok kelasnya ambruk. Sehingga dalam kondisi semacam ini, para siswa akan dipulangkan lebih cepat karena sinar terik matahari maupun jika turun hujan.

“Ya mau bagaimana lagi mas. Kondisinya memang mengharuskan seperti ini. Daripada tidak belajar sama sekali. Makanya kami berharap pihak Pemkab Sampang dan dinas terkait (Dinas Pendidikan Sampang) segera menindaklanjuti persoalan ini”, ujar Sumarjono, Kepala Sekolah SDN Pangilen I.

Jika siswa kelas V di halaman sekolah, lain halnya para siswa kelas IV. Untuk sementara waktu mereka ditempatkan di gudang sekolah. Namun jika dilihat, kondisi bangunan gudang ini pun tidak layak ditempati. Di berbagai sudut ruangan terdapat keretakan pada tembok serta ada lobang tembok yang jebol karena termakan usia.

Kondisi ruangan gudang tersebut sama nasibanya dengan ruangan kelas lain yang dipakai oleh para siswa kelas I, II, III dan siswa kelas VI. Bangunan bekas sekolah rakyat (SR) yang dibangun tahun 1921 ini memang diharapkan segera direnovasi total demi kenyamanan dan keamanan para siswa maupun guru pengajar.
Sementara itu, Mohammad Bahri, Kasi Sarana dan Pengawasan Pembangunan Dinas Pendidkan Sampang, saat dihubungi mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk membangun tenda darurat di halaman sekolah. Hal ini menurut Bahri, agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan dan ujian tengah semester yang akan dilaksanakan pecan depan.

Pihak dinas pendidikan pun berjanji akan secepatnya mengalokasikan dana renovasi total terhadap 9 ruangan di sekolah tersebut yang usianya telah mencapai 90 tahun tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tembok dua rungan kelas SDN Pangilen I Sampang, a agi Madura, ambruk tanp sebab selasa pagi kemarin menjelang masuk kelas. Beruntung, sejumlah siswa yang berada di dalam kelas berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban. (Mad Topek)

Blue Safir Star Birma vs Black Golden Star Safir

blue star sapphire
Batu Blue Sapphire Star Burma dengan warna biru mantap. Batu terikat dengan ring perak bertatahkan zirkon. Batu berkelas ini milik rekan saya di Jogja, ditawarkan dengan harga Rp. 15 jt rupiah. Bagi kolektor batu mulia kelas wahid harga Rp. 15 juta bukan termasuk harga mahal. Transaksi batu mulia di Jogjakarta lumayan bagus. Kadang rekan saya sekali jual beli safir atau zamrud bisa senilai 100 juta - 300 juta rupiah.





black golden star sapphire
Batu Black Safir Golden Star mantap. Starnya kuning keemasan dengan ukuran batu lumayan besar. Harga batu ini jauh dibawah harga blue safir diatas. Ditawarkan dengan harga Rp. 3 juta, batu ini terikat dengan ring perak. Posisi batu ada di Jogjakarta bila ingin melihat langsung.



black golden star sapphire