Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Manfaat Pohon Kelapa



Pohon kelapa adalah tumbuhan yang berasal dari pesisir Samudera Hindia dan telah menyebar ke seluruh daeran beriklim tropik. Pohon kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 meter. Tumbuhan ini dapat tumbuh di tempat yang ketinggiannya hingga mencapai 1.000 meter di atas permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, ia akan mengalami pelambatan pertumbuhan. Pohon kelapa tumbuh dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Pohon kelapa memiliki akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol.

Pohon kelapa mudah beradaptasi pada lahan berpasir seperti di pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik). Pohon kelapa yang memiliki nama latin Cocos nucifera adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Semua bagian tumbuhan kelapa dapat dimanfaatkan sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir.

Kelapa adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan dari tumbuhan ini. Bentuk buah kelapa ada yang bulat dan ada yang lonjong, berwarna, hijau dan kuning, jika sudah tua berwarna coklat. Buah kelapa tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tuanya buah; embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk berkecambah yang oleh orang Jawa disebut kentos.

Manfaat pohon kelapa

Dari ujung bawah sampai ujung atas bagian dari pohon kelapa bisa dimanfaatkan. Akarnya bisa digunakan untuk obat, batangnya untuk bahan bangunan, daunnya untuk dibuat atap, daun yang masih muda yang disebut janur dapat digunakan untuk hiasan upacara pernikahan dan untuk bungkus lemper, makanan khas Jawa yang terbuat dari beras ketan dan parutan kelapa. Selain sabut, tulang daun pohon kelapa juga bisa dibuat sapu lidi dan tusuk sate.

  
Manfaat buah kelapa

Demikian juga dengan buahnya, buah kelapa banyak manfaatnya, mulai dari sabutnya, bisa dijadikan sapu dan kerajinan yang berniali ekonomis tinggi, seperti sandal, kasur, matras, dan lain-lain, tempurung kelapa bisa dibuat arang yang sangat laku di pasaran untuk membakar sate, arang tempurung kelapa memiliki nilai jual yang lumayan tinggi, selain itu, tempurung juga dapat dibuat kerajinan tangan, buah kelapa bisa dibuat minyak kelapa dan santan untuk bumbu masakan, dan air kelapa bisa dimanfaatkan untuk membuat nata de coco. Sisa parutan kelapa bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, seperti ayam, itik, bebek, dan ternak lainnya.

Minggu, 05 Mei 2013

Cara Membuat Fungisida Organik

Fungisida adalah  zat yang sering digunakan oleh para petani untuk membasmi cendawan atau jamur penyebab penyakit pada tanaman. Fungisida adalah pestisida yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan cendawan atau jamur penyebab penyakit atau bahkan membunuhnya. Bentuk-bentuk fungisida di antaranya cair, gas, butiran, dan serbuk. Penggunaan fungisida biasanya untuk membunuh cendawan yang terdapat pada benih, umbi, transplan akar, dan organ propagatif lainnya. Fungisida juga berfungsi untuk melindungi tanaman muda dari cendawan patogen. Para petani biasanya menggunakan fungisida dengan alasan mudah cara aplikasinya terhadap tanaman.

Penggunaan fungisida dapat pula melalui injeksi pada batang, semprotan cair secara langsung, dan dalam bentuk fumigan, yaitu berbentuk gas yang disemprotkan. Fungisida dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu fungisida selektif, yaitu fungisida sulfur, tembaga, quinon, heterosiklik dan non selektif, yaitu fungisida hidrokarbon aromatik, anti-oomycota, oxathiin, organofosfat, fungisida yang menghambat sintesis sterol, serta fungisida sistemik lainnya.

Fungisida pabrikan terbuat dari bahan-bahan yang mengandung zat kimia. Pemakaian fungisida yang berlebihan dapat mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, oleh para pakar pertanian diciptakanlah fungisida organik yang terbuat dari bahan-bahan alami yang aman terhadap lingkungan dan manusia. Berikut ini kami sampaikan cara pembuatan fungisida organik secara sederhana yang dapat kita buat dengan mudah dengan bahan-bahan yang murah dan mudah kita temukan di sekitar kita.

Peralatan yang digunakan untuk membuat fungisida organik adalah blender atau mesin penghalus lainnya,ember, drum atau tong plastik, penyaring, dan kayu sebagai pengaduk. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat fungisida organik adalah:
  1. Kunyit
  2. Temu lawak
  3. Jahe
  4. Daun cengkeh
  5. Serai/kamijoro/kamijara
  6. Bawang putih
  7. Bawang merah
  8. Kapur
  9. Garam
  10. Air
Berikut ini adalah cara membuat fungisida organik sederhana:

Haluskan kunyit, temu lawak, jahe, bawang merah, bawang putih, serai, dan daun cengkeh. Setelah halus, campurkan dengan kapur dan garam, tambahkan air dan aduk hingga rata sampai menjadi larutan jenuh. Setiap 1 kg bahan insektisida organik, larutkan dengan 10 liter air. Setelah tercampur rata, kemudian larutan diendapkan selama 3 hari. Setelah 3 hari, saring larutan dan masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat seperti, botol atau jerigen. Hindarkan larutan tersebut dari zat-zat lain yang dapat menyebabkan terkontaminasinya larutan, sehingga khasiatnya berkurang, bahkan larutan dapat menjadi rusak. Untuk itu, gunakanlah wadah yang dapat tertutup dengan kuat dan rapat, serta simpan di tempat yang aman dan terhindar dari jangkauan anak-anak.

Cara pemakaiannya, larutkan satu tutup jerigen insektisida organik dengan 14 liter air. Jangan menggunakan air ledeng atau PDAM, karena dapat merusak kualitas insektisida organik tersebut. Semprotkan larutan tersebut ke tanaman yang terserang hama atau penyakit secara merata.

Cara Membuat Insektisida Organik

Insektisida adalah bahan-bahan kimia yang bersifat racun yang biasanya digunakan oleh para petani atau masyarakat umum untuk membunuh serangga. Fungsi Insektisida terhadap serangga yaitu dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, sistem hormon, sistem pencernaan, serta aktivitas biologis lainnya hingga berujung pada kematian serangga pengganggu tanaman. Insektisida termasuk salah satu jenis pestisida. Karena insektisida ini mengandung bahan-bahan kimia, maka dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan jika pemakaiannya secara berlebihan, bahkan dapat mengganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu diciptakanlah insektisida organik oleh para ahli pertanian.

Insektisida organik adalah ramuan yang dibuat secara khusus dari bahan-bahan organik (alami) yang digunakan oleh para petani untuk membasmi serangga dan hama tanaman lain yang mengganggu tanaman, baik tanaman buah-buahan maupun sayur-sayuran. Insektisida organik ini dibuat dengan bahan-bahan yang tidak mengandung zat kimia, sehingga tidak memiliki efek samping terhadap tanaman, tanah, lingkungan, maupun manusia itu sendiri. Ini adalah teknologi baru di bidang pertanian sebagai pengganti insektisida buatan pabrik yang mengandung zat kimia. Insektisida organik ini, selain dapat membasmi serangga dan hama tanaman, juga dapat berfungsi sebagai pupuk organik.

Dalam membuat insektisida organik, kita membutuhkan beberapa peralatan, di antaranya blender atau mesin penghalus lainnya, saring atau kain kasa, ember, drum atau tong plastik, kayu untuk mengaduk, untuk menghindari bau menyengat dari proses pembuatan insektisida organik ini bisa juga kita gunakan masker untuk penutup hidung.

Bahan-bahan insektisida organik:
  1. Buah maja
  2. Mengkudu (pace)
  3. Umbi gadung
  4. Biji mahoni dan daunnya
  5. Akar serai (kamijoro/kamijara)
  6. Jahe
  7. Bawang putih
  8. Bawang merah
  9. Daun cocor bebek
  10. Daun dlingo
  11. Brotowali
  12. Daun mindi
  13. Daun tembakau
  14. Kulit pasak bumi
  15. Kapur
  16. Garam
  17. Air
Berikut kami sampaikan, bagaimana cara membuat insektisida organik:

Haluskan semua bahan, setelah halus, campurkan dengan air dan aduk hingga rata sampai menjadi seperti bubur. Tempatkan larutan tersebut ke dalam drum atau tong untuk proses pengendapan selama 3 hari. Setelah 3 hari, saring larutan tersebut untuk mendapatkan airnya. Cairan insektisida organik siap digunakan.

Cara pemakaiannya, larutkan satu tutup jerigen insektisida organik dengan 14 liter air. Jangan menggunakan air ledeng atau PDAM, karena dapat merusak kualitas insektisida organik tersebut. Semprotkan larutan tersebut ke tanaman yang terserang hama atau penyakit secara merata.

Demikian semoga bermanfaat.

Pupuk Organik Cair (POC)


KTT SARASWATI - Slogan Back to Natune alias kembali ke alam nampaknya memang kalimat yang tepat di masa sekarang ini, mengingat kerusakan tanah dan alam kita akibat pengaruh zat-zat kimia. Di bidang pertanian pengaruh zat kimia ini sangat merugikan para petani. Tanah menjadi keras, pradator alami mulai punah, juga pengaruh terhadap kesehatan manusia, penyakit semakin bermacam-macam jenisnya. Untuk itu kita harus mumbudayakan segala sesuatu yang sifatnya organik, salah satunya adalah pupuk organik cair yang singkatannya POC.

Berikut ini kami sajikan bagaimana cara membuat pupuk organik cair secara sederhana dengan bahan-bahan yang murah dan mudah kita dapatkan di lingkungan sekitar kita. Beberapa peralatan yang dapat kita gunakan untuk pembuatan pupuk organik cair adalah blender atau mesin penghalus lainnya, saringan atau kain kasa, ember atau wadah yang bertutup, drum atau tong plastik yang bertutup, kayu pengaduk, dan untuk menghindarkan kita dari bau menyengat kita gunakan masker.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik cair adalah:
  1. Daun lamtoro atau kemlandingan 1 kg
  2. Daun turi 1 kg
  3. Daun salam 1 kg
  4. Daun jeruk purut atau jeruk wangi 1 ons
  5. Nanas yang sudah tidak bisa dimakan atau busuk 5 kg
  6. Temu lawak setengah kg
  7. Bawang putih seperempat kg
  8. Bawang merah seperempat kg
  9. Tetes tebu atau gula pasir setengah kg
  10. Air kencing ternak 2 liter
  11. Kotoran ternak yang masih baru 5 kg
  12. Garam 5 sendok makan
  13. Kapur pertanian seperempat kg
  14. Air atau air selokan/sungai 5 liter
Cara pembuatan pupuk organik cair secara sederhana adalah sebagai berikut:
  • Daun-daunan, bawang, temu lawak, dan nanas dihaluskan dan tempatkan dalam satu wadah.
  • Kotoran dan air kencing ternak di campur dengan garam, kapur pertanian, dan tetes atau gula pasir ditempatkan dalam satu wadah kemudian diaduk sampai tercampur rata.
  • Campurkan kedua bahan tersebut di atas dalam drum atau tong, kemudian tambahkan air dan aduk hingga tercampur rata sampai berbentuk cairan.
  • Tutuplah drum atau tong tersebut dengan tutup yang telah dilobangi kecil-kecil sebagai lobang pengeluaran gas yang terbentuk.
  • Tempatkan drum atau tong agak jauh dari rumah, untuk menghindarkan bau menyengat akibat proses pembusukan.
  • Biarkan selama 2 minggu untuk proses pembusukan.
  • Setelah 2 minggu, buka tutup tong dengan hati-hati, kemudian larutan disaring.
  • Hasil penyaringan adalah larutan kental berwarna cokelat yang telah siap digunakan, sedang sisa penyaringan dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik.
Demikian cara pembuatan pupuk organik cair (POC) secara sederhana semoga bermanfaat.

    Rabu, 24 April 2013

    Manfaat Daun Kemangi Bagi Kesehatan


    Kemangi adalah tumbuhan dengan daun kecil-kecil yang merupakan tumbuhan tahunan yang tumbuh tegak dengan cabang yang sangat banyak. Tanaman ini berbentuk perdu yang tingginya dapat mencapai 100 cm. Bunganya tersusun di tandan yang tegak. Daunnya panjang, tegak, berbentuk taji atau bulat telur, berwarna hijau dan berbau harum. Ujung daun bisa tumpul atau bisa juga tajam, panjangnya mencapai 5 cm. Permukaan bergerigi atau juga rata. Wanginya seperti cengkeh dan rasanya pahit. Dalam bahasa Latin, kemangi disebut Ocimum basilicum. Basil dari bahasa Inggris, ocimum berarti tumbuhan beraroma.

    Dalam kehidupan sehari-hari, tanaman ini dengan mudah bisa kita jumpai di sekitar kita. Pada umumnya tanaman ini digunakan sebagai lalapan. Daun tanaman ini banyak dijual di pasar sebagai pendamping makan nasi dengan lauk ikan atau ayam goreng maupun bakar yang dilengkapi dengan sambel tomat yang lezat. Rasanya ada yang kurang ketika kita menyantap hidangan tersebut tanpa daun yang satu ini.

    Selain untuk lalapan yang menambah selera makan bagi yang suka, kemangi memiliki manfaat yang sangat banyak baik untuk kesehatan maupun untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Salah satu manfaat daun kemangi adalah untuk obat kembung dan masuk angin. Caranya dengan mengoleskan rebusan kemangi bersama bawang merah dan minyak kelapa pada bagian perut, dada dan punggung. Kehangatan yang ditimbulakan dari ramuan tersebut dapat mengusir perut kembung dan masuk angin tanpa efek samping, karena ini merupakan ramuan herbal.

    Berdasarkan penelitian laboratorium, tumbuhan kemangi mengandung 1,8 sineol, anethol, apigenin, dan boron dan daunnya mengandung arginine dan asam aspartat. Hampir seluruh bagian tanaman kemangi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan utamanya adalah untuk keperluan pengobatan. Beberpa manfaat kemangi di antaranya adalah memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik, merangsang saraf dan analeptik.

    Menurut John Henry M dalam bukunya yang berjudul “A Dictionary of Practical Material Medical”, daun kemangi berkhasiat menyembuhkan gangguan pencernaan, nyeri payudara dan batu ginjal. Selain itu, kemangi juga dapat mengatasi influenza, gangguan menstruasi, sakit telinga dan sakit kepala (migraine), infeksi usus dan gangguan saraf. Tidak hanya itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk. Bagi pria, senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah ejakulasi prepatur dan zat ariginnya dapat mempertinggi daya tahan sperma serta mencegah kemandulan.



    Untuk menghilangkan bau badan akibat keringat kita dapat memanfaatkan akar, daun, dan biji kemangi. Ketiga bagian tanaman kemangi tersebut kemudian dihaluskan. Setelah halus, kemudian diseduh dengan air panas satu gelas. Setelah tercampur rata, kemudian airnya diambil dengan menyaringnya. Untuk menetralisir aroma dan rasanya yang mungkin anda kurang suka dapat ditambahkan gula aren atau gula jawa. Cara penggunaan ramuan tersebut adalah dengan meminumnya dua kali sehari.

    Sedangkan bagi wanita, senyawa anetol, boron, eugenol dam stigmasterolnya mampu merangsang hormone estrogen, membunuh jamur penyebab keputihan serta merangsang pematangan sel telur. Minyak racikan kemangi berfungsi melawan bakteri Staphylococcus aureus, salmonella enteritidis, dan Escherichia coli, menangkal infeksi akibat virus Basilius subtilis, Salmonella paratyph dan Proteus vulgaris. Tidak hanya itu saja, zat flavonoid dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh dan berperan sebagai antibiotic alami.

    Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung. Demikian semoga bermanfaat.

    Senin, 22 April 2013

    Manfaat Mengkudu atau Pace


    Mengkudu adalah tanaman yang berasal dari asia tenggara yang tergolong dalam famili rubiaceae. Tanaman mengkudu menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan kebutuhan. Tanaman ini mudah kita jumpai di sekitar ruman atau di pekarangan di lingkungan kita. Tanaman ini tergolong tanaman yang mudah tumbuh. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

    Buah mengkudu atau pace dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujak atau lalapan yang memiliki cita rasa yang khas. Yang lebih penting buah ini memiliki kegunaan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan juga sebagai buah untuk kesehatan tubuh kita. Beberapa kandungan buah mengkudu yang bermanfaat bagi tubuh kita baik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit serta untuk menjaga kesehatan dapat dijelaskan sebagai berikut:



    Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.

    Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.

    Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.

    Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.

    Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.

    Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

    Akhir-akhir ini banyak orang yang memanfaatkan buah ini sebagai buah terapi untuk pengobatan setelah lelah berobat ke sana ke mari tanpa hasil, akhirnya solusi terakhir adalah dengan obat herbal yang langsung didapatkan dari alam sekitar kita. Back to nature.

    Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih atas kunjungan anda, semoga ang anda cari ada di blog ini.

     

    Selasa, 09 April 2013

    Turi Sumber Tambahan Penghasilan

     

    Turi adalah nama sebuah pohon yang umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung, atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman Turi yang nama latinnya Sesbania grandiflora sin. Agati grandiflora, adalah merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae. Tumbuhan yang memiliki banyak manfaat ini diperkirakan berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pohon turi dapt hidup di mana saja, keberadaannya kini telah tersebar ke berbagai daerah tropis di dunia. Di daerah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kebumen, turi dapat tumbuh subur, di pekarangan rumah, di pinggir, jalan, dan di pinggir sawah. Dengan sedikit perawatan pohon turi ini dapat menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga.
    Tanaman turi memiliki batang yang lunak dan umurnya pendek dengan tinggi dapat mencapai lima hingga dua belas meter.  Tanaman turi ini dapat membantu para petani karena akarnya yang berbintil-bintil dapat menyuburkan tanah. Pohon ini memiliki bunga yang indah menyerupai kupu-kupu, ada yang berwarna putih dan juga merah keunguan. Bunga inilah yang dapat dijadikan tambahan penghasilan bagi para petani. Bunga turi banyak disukai oleh masyarakat sebagai sayuran. Rasanya yang khas sangat cocok untuk dijadikan lotek/pecel, yaitu rebusan bunga turi yang dimakan dengan sambel kacang.

    Di Desa Adimulyo (dukuh Balo) Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, tepatnya dari SMP N 2 Adimulyo pertigaan ke arah selatan, di sana di sebelah kanan dan kiri jalan dimanfaatkan oleh penduduk dengan ditanami pohon turi. Turi yang mereka tanam adalah varietas genjah, yang dapat berbuah dalam waktu cepat, meskipun pohonnya baru mencapai tinggi satu meter namun telah berbunga, sehingga dapat dimanfaatkan untuk tambahan penghasilan. Setiap hari bunganya dapat dipetik untuk dijual di pasar atau warung terdekat. Dengan memiliki 10 pohon turi saja, mereka dapat memperoleh penghasilan Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,- per harinya. Lumayan kan?


    Cara perkembangbiakannya juga sangat mudah, kita bisa menanamnya dengan biji, namun untuk lebih cepatnya, bisa dicangkok. dengan mencangkok, akan lebih cepat berbunga. Produksi bunganya hampir sepanjang tahun, sehingga ini merupakan peluang penghasilan yang terus-menerus. Selain itu,  turi bisa dimanfaatkan untuk tanaman peneduh di kebun maupun halaman rumah. Banyak orang memanfaatkan bunganya sebagai bahan baku lalapan yang enak dan bergizi.

    Selain beberapa manfaat dan kegunaan yang telah disebutkan di atas, turi juga berkhasiat sebagai tanaman obat. Daunnya bersifat tonik yang dapt digunakan sebagai obat kuat dan antipiretik, penyembuh perut kembung, kolik (perut kejang), diare, dan kolera. Cairan daun dan batang turi dapat digunakan sebagai obat kumur pembersih mulut dan kerongkongan. Getahnya turi mengandung beberapa zat pewarna seperti agatin, basorin, dan zantoagatin. Semua bagian pohonnya dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit rabun senja karena mengandung banyak vitamin A.

    Daun turi dapat digunakan untuk  mengatasi flu, pilek, sakit kepala, dan demam nifas. Akarnya dapat digunakan sebagai obat gosok untuk mengatasi pegal linu. Hampir seluruh bagian pohon ini memiliki manfaat bagi manusia. Yang lebih populer adalah bahwa pohon turi sering diambil daunnya untuk pakan ternak kambing, campuran pakan ayam, bebek, dan lainnya. Bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, bunga turi dapat memperlancar produksi ASI.


    Tanaman turi kini mulai banyak ditanam di Amerika Latin, Australia, dan Afrika Selatan. Luar negri saja mau menanam turi. Mengapa kita tidak. Mari mulai menanam, dan ambil manfaatnya. Mari hijaukan bumi kita dengan menanam pohon penuh manfaat ini.

    Demikian semoga bermanfaat.